Siswa Keracunan Makanan MBG
Kepsek Marsan: 30 Menit Setelah Makan, Siswa Langsung Sesak Napas dan Gatal-Gatal
Namun pada hari ketiga penyaluran, makanan baru tiba lewat pukul 13.00. Karena sudah lapar, siswa langsung menyantapnya.
Penulis: Robit Silmi | Editor: Fadhila Amalia
Laporan Wartawan TribunPalu.com, Robit Silmi
TRIBUNPALU.COM, PALU – Belasan siswa SMK Bina Potensi Palu mengalami keracunan usai menyantap paket Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang disediakan mitra Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Badan Gizi Nasional (BGN), Rabu (27/8/2025).
Kepala Sekolah SMK Bina Potensi Palu, Marsan, mengatakan total ada 12 siswa yang terdampak.
Empat siswa hanya mendapat pertolongan pertama dengan meminum air kelapa dan obat, sementara delapan lainnya harus dilarikan ke rumah sakit karena kondisi lebih parah.
Baca juga: SMK Bina Potensi Palu Akui Kesulitan Danai Kegiatan Siswa Usai Larangan Pungutan
“Gejalanya cepat sekali, sekitar 30 menit setelah makan. Anak-anak sesak napas, sakit perut, kepala pusing, mata merah, tubuh gatal, hingga panas,” ujar Marsan kepada wartawan, Kamis (28/8/2025).
Ia menuturkan, paket MBG biasanya diantar sebelum pukul 12.00 siang.
Namun pada hari ketiga penyaluran, makanan baru tiba lewat pukul 13.00. Karena sudah lapar, siswa langsung menyantapnya.
Menurut Marsan, sejumlah siswa bahkan sempat merasakan kejanggalan pada lauk ikan yang disajikan.
“Ada yang bilang ikannya gatal saat kena lidah, dibuktikan juga dengan guru. Dugaan kami itu ikan cakalang. Kondisinya kering, keras, dan rasanya aneh,” ungkapnya.
Baca juga: Kepsek SMK Bina Potensi Palu Soroti Kualitas Makanan MBG: Hari Pertama Saja, Nasinya Masih Mentah
Marsan juga mengakui kualitas makanan sejak hari pertama sudah bermasalah.
“Hari pertama saja, nasi yang diantar masih mentah,” tambahnya.
Pasca insiden itu, penyedia MBG mengumumkan lewat grup WhatsApp bahwa pendistribusian makanan dihentikan sementara hingga hasil uji laboratorium sampel makanan keluar.
Meski sempat dirawat, Marsan memastikan sebagian siswa yang keracunan kini sudah pulih dan kembali beraktivitas di sekolah.
Ia berharap kasus ini bisa menjadi pelajaran berharga bagi penyedia MBG agar lebih memperhatikan kualitas makanan.
Baca juga: Harga Emas Jumat 29 Agustus 2025, Emas Antam Meroket, Cek Harga Emas Terbaru
Sejarah SMK Bina Potensi Palu
Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Bina Potensi Kota Palu dirintis pada tahun 2001 dan secara resmi didirikan pada tanggal 18 Desember 2001.
SMK ini merupakan sekolah swasta yang berlokasi di Jalan Darussalam No. 16, Kelurahan Tatura Utara, Kecamatan Palu Selatan, Kota Palu, Sulawesi Tengah.
Sebagai sekolah kejuruan, SMK Bina Potensi berfokus pada pengembangan keterampilan siswa agar siap terjun ke dunia kerja.
Sekolah ini dikenal memiliki beberapa program keahlian, di antaranya:
Teknik Informatika: Dengan kompetensi keahlian Teknik Komputer dan Jaringan.
Otomotif: Dengan kompetensi keahlian Teknik dan Bisnis Sepeda Motor serta Teknik Kendaraan Ringan.
Keperawatan: Dengan kompetensi keahlian Asisten Keperawatan.
Saat ini, kepala sekolah SMK Bina Potensi adalah Bapak Marsan.
SMK Bina Potensi terus berupaya mencetak lulusan yang tidak hanya unggul dalam prestasi dan berdaya saing, tetapi juga memiliki karakter yang kuat dan dilandasi iman dan takwa.
Sekolah ini memiliki berbagai fasilitas seperti laboratorium, bengkel, dan lapangan olahraga untuk menunjang kegiatan belajar mengajar dan ekstrakurikuler siswa.(*)
Kota Palu
Marsan
SMK Bina Potensi
MBG
Makanan Bergizi Gratis (MBG)
Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG)
Badan Gizi Nasional (BGN)
BGN
Kepsek SMK Bina Potensi Palu Soroti Kualitas Makanan MBG: Hari Pertama Saja, Nasinya Masih Mentah |
![]() |
---|
Program MBG di Kota Palu Dihentikan Usai Insiden Keracunan Siswa |
![]() |
---|
Yayasan Lompobattang Cipta Insani Suplai MBG ke 2 Sekolah Siswa Keracunan |
![]() |
---|
Vinar Permata Catering Bantah Terlibat dalam Kasus Keracunan MBG di Kota Palu |
![]() |
---|
Imbas Siswa Diduga Keracunan, Dinkes Kota Palu Akan Kirim Sampel MBG ke BPOM untuk Uji Lab |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.