Palu Hari Ini
Harga Tempe di Pasar Inpres Palu Melonjak Jelang Ramadan 2026, per Balok Capai Rp8 Ribu
Pantauan di lokasi, rombongan Komisi B menyisir sejumlah lapak pedagang, mulai dari area Jl Bayam hingga ke bagian tengah Pasar Inpres Manonda.
Penulis: Robit Silmi | Editor: Fadhila Amalia
Ringkasan Berita:
- Harga tempe balok di Pasar Inpres Manonda mengalami kenaikan signifikan, dari Rp5.000 menjadi Rp8.000 per balok, menjelang Ramadan.
- Pedagang mengaku tidak tahu pasti penyebab kenaikan harga, meskipun ada spekulasi terkait harga kedelai sebagai bahan baku.
- Komisi B DPRD Palu mendorong Pemkot untuk mengawasi distribusi bahan pokok dan mempersiapkan operasi pasar untuk menghindari lonjakan harga berlebihan.
Laporan Wartawan TribunPalu.com, Robit Silmi
TRIBUNPALU.COM, PALU - Harga Tempe balok di Pasar Inpres Manonda, Kota Palu, mengalami kenaikan menjelang bulan suci Ramadan 1447 Hijriah.
Hal tersebut terungkap saat Komisi B DPRD Kota Palu bersama Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Palu melakukan peninjauan langsung harga bahan pokok di pasar tersebut, Jumat (23/1/2026).
Baca juga: Harga Ayam Ras Naik Jelang Ramadan 2026 di Kota Palu, Kini Rp80 Ribu per Ekor
Pantauan di lokasi, rombongan Komisi B menyisir sejumlah lapak pedagang, mulai dari area Jl Bayam hingga ke bagian tengah Pasar Inpres Manonda.
Peninjauan dipimpin langsung oleh Ketua Komisi B DPRD Palu Rusman Ramli, didampingi Kepala Disperindag Kota Palu Irmawati Alkaf.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut anggota Komisi B DPRD Kota Palu, yakni M Sultan Badawi, Nurhalis Nur, Reinhard Viester Tamma, serta Moh Nasir Dg Gani.
Salah satu pedagang sayur yang menjual tempe balok mengungkapkan, harga tempe saat ini mengalami kenaikan cukup signifikan.
“Sebelumnya tempe masih dijual Rp5 ribu per balok, sekarang sudah Rp8 ribu,” ungkap pedagang tersebut saat ditemui di lapaknya.
Menanggapi hal itu, anggota Komisi B DPRD Palu Moh Nasir Dg Gani menanyakan apakah kenaikan harga tersebut disebabkan oleh naiknya harga kedelai sebagai bahan baku.
Baca juga: Komisi B DPRD Palu Tinjau Harga Bahan Pokok Jelang Ramadan 1447 H di Pasar Inpres Manonda
Namun pedagang tersebut mengaku tidak mengetahui secara pasti penyebabnya.
“Kalau soal harga kedelai saya tidak tahu, Pak. Saya hanya menjual,” ujarnya.
Kenaikan harga tempe ini menjadi perhatian mengingat tempe merupakan salah satu bahan pangan utama masyarakat, khususnya menjelang bulan Ramadan.
Komisi B pun menilai perlu adanya pengawasan ketat terhadap distribusi dan ketersediaan bahan pokok agar tidak terjadi lonjakan harga yang berlebihan.
Baca juga: Daftar Korban Pesawat ATR 42-500: 9 Jenazah Telah Ditemukan, 1 Masih Dicari
Selain tempe, dalam pantauan tersebut juga ditemukan sejumlah bahan pokok lain yang mulai mengalami kenaikan harga, sehingga DPRD mendorong Pemerintah Kota Palu melalui dinas terkait untuk menyiapkan langkah antisipasi, termasuk operasi pasar jika diperlukan.(*)
| Dishub Palu Pasang Rambu Tambahan, Uji Coba Dua Jalur Jembatan Dimulai 1 Juni |
|
|---|
| Pemkot Palu Matangkan Pembukaan Dua Arah Jembatan I dan Jembatan III |
|
|---|
| Mahasiswa STMIK Adhi Guna Palu Torehkan Prestasi dengan SmartRegion UC dan Game Bahasa Kaili |
|
|---|
| Hasil Koordinasi Bapenda Palu dengan Dinas ESDM Sulteng: Belum Ada Galian C Kantongi RKAB |
|
|---|
| Buktikan Usia Bukan Halangan, Pensiunan Guru Asal Sidrap Gowes 700 Km dari Palu |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palu/foto/bank/originals/Harga-Tempe-Balok-Melonjak-Menjelang-Ramadan-Kini-Rp8-Ribu-per-Balok.jpg)