Rabu, 29 April 2026

Ramadan 2026

Palu Terapkan Gerakan Ramadan Ramah Lingkungan, Kurangi Plastik Sekali Pakai

Pemkot Palu mengeluarkan Surat Edaran Nomor XX/500.9.14.2/II/KADIS DLH tentang Pelaksanaan Bulan Suci Ramadhan Minim Sampah Plastik.

Editor: Fadhila Amalia
mexiconewsdaily.com
ILUSTRASI PENGGUNAAN PLASTIK - Pemerintah Kota Palu mengimbau masyarakat untuk mengurangi penggunaan plastik selama Ramadan 1447 Hijriah/2026 Masehi. 
Ringkasan Berita:
  • Pemkot Palu mengimbau masyarakat mengurangi penggunaan plastik selama Ramadhan 1447 H dengan membawa wadah sendiri dan meminimalkan barang sekali pakai.
  • Masjid dan musala dianjurkan menyediakan gelas dan fasilitas isi ulang yang bisa dicuci ulang, serta jamaah disarankan membawa tumbler pribadi.
  • Sampah di pedagang dan masjid diimbau dipilah menjadi organik, anorganik yang bisa didaur ulang, dan residu, untuk mewujudkan Ramadhan minim plastik.

TRIBUNPALU.COM, PALU – Pemerintah Kota Palu mengimbau masyarakat untuk mengurangi penggunaan plastik selama Ramadan 1447 Hijriah/2026 Masehi.

“Mari tingkatkan ibadah sambil menjaga kualitas lingkungan hidup agar tetap Aman, Sehat, Resik, Indah (ASRI),” ucap Wali Kota Palu Hadianto Rasyid, Senin (2/3/2026).

Sebelumnya, Pemkot Palu mengeluarkan Surat Edaran Nomor XX/500.9.14.2/II/KADIS DLH tentang Pelaksanaan Bulan Suci Ramadhan Minim Sampah Plastik.

Baca juga: Satpol PP dan Polres Tolitoli Bubarkan Lomba Lari Diduga Ada Unsur Judi Saat Ramadan 2026

Dalam edaran tersebut, masyarakat diimbau menggunakan wadah guna ulang saat membeli takjil dan lauk, membawa tempat makan sendiri, serta meminimalkan penggunaan barang sekali pakai seperti styrofoam, plastik mika, sedotan, kantong kresek, dan kemasan sacet.

Masjid dan musala dianjurkan menyediakan gelas kaca atau plastik tebal yang bisa dicuci ulang, sementara fasilitas air galon isi ulang dianjurkan untuk mengurangi botol minuman kemasan.

Jemaah juga disarankan membawa tumbler pribadi saat salat tarawih atau kajian.

Selain itu, pengelolaan sampah di pedagang dan masjid dianjurkan dipilah menjadi tiga kategori: organik untuk sisa makanan dan daun, anorganik dapat didaur ulang seperti botol dan kaleng.

Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup Palu, Ibnu Mundzir mengatakan pihaknya sat ini gencar membatasi kemasan plastik sekali pakai.

Baca juga: Christian Toibo Ditahan 3 Bulan, Koalisi Nilai Tak Ada Bukti Penghasutan

"Kamis membatasi kemasan plastik sekali pakai di pusat perbelanjaan, kuliner, perkantoran, hingga rumah tangga. Rata-rata timbulan sampah di Kota Palu saat ini mencapai 170 ton per hari, terdiri dari 71 persen sisa makanan, 11 persen plastik, dan sisanya logam serta jenis lain," ujar Ibnu Mundzir kepada TribunPalu.com, Selasa (3/3/2026).(*) 

Sumber: Tribun Palu
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved