Palu Hari Ini
64 Peserta Ikuti Balap Lari Tradisional Wahidin Ramadan Pangova di Palu
Kegiatan bertajuk Wahidin Ramadan Pangova 4 ini juga menjadi sarana hiburan bagi masyarakat yang menunggu waktu sahur.
Penulis: Zulfadli | Editor: Fadhila Amalia
Ringkasan Berita:
- Balap lari digelar tanpa alas kaki di lintasan sepanjang 75 meter di Jl dr Wahidin, Kota Palu, diikuti 64 peserta dari berbagai daerah di Sulawesi Tengah.
- Kegiatan yang sudah memasuki tahun keempat ini menjadi hiburan masyarakat sekaligus sarana menjaring bibit atlet lari Kota Palu dan provinsi.
- Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Palu mendukung acara ini, mengimbau peserta memanaskan otot sebelum bertanding dan menekankan pentingnya menjunjung tinggi sportivitas.
Laporan Wartawan TribunPalu.com, Zulfadli
TRIBUNPALU.COM, PALU – Sejumlah pemuda di Jl dr Wahidin, Kelurahan Besusu Barat, Kecamatan Palu Timur, Kota Palu, kembali menggelar balap lari tradisional untuk menyemarakkan bulan suci Ramadan 1447 Hijriah.
Kompetisi itu diikuti 64 peserta yang berasal dari berbagai daerah.
Kegiatan bertajuk Wahidin Ramadan Pangova 4 ini juga menjadi sarana hiburan bagi masyarakat yang menunggu waktu sahur.
Baca juga: Pemudik Lebaran 2026, Dishub Parigi Moutong Dirikan Rest Area di Jembatan Timbang Toboli
Balap lari tersebut memiliki keunikan karena seluruh peserta berlari tanpa menggunakan alas kaki di lintasan sepanjang 75 meter di Jl dr Wahidin, Kota Palu.
Ketua Panitia, M Opank, mengatakan kegiatan ini merupakan agenda tahunan yang kini telah memasuki tahun keempat pelaksanaan.
Menurutnya, selain menjadi hiburan masyarakat saat Ramadan, kegiatan tersebut juga menjadi ajang penjaringan bibit atlet lari bagi Kota Palu maupun Provinsi Sulawesi Tengah.
“Wahidin Ramadan Pangova ini berbeda dengan lomba lari pada umumnya, karena para peserta berlari tanpa alas kaki atau kaki telanjang di lintasan sepanjang 75 meter di Jalan Wahidin, Kota Palu,” ujar Opank, Sabtu (14/3/2026) malam.
Ia menjelaskan, kegiatan ini diikuti peserta dari berbagai daerah di Provinsi Sulawesi Tengah.
Para peserta berasal dari Kota Palu, Kabupaten Sigi, Donggala, Parigi Moutong hingga Kabupaten Poso.
Baca juga: Sosok Inka Andestha, Selebgram Diduga Kekasih Baru Pratama Arhan, Kepergok Nonton Tanding di Bangkok
Kompetisi ini mempertandingkan tiga kategori, yakni kategori utama, bebas dan perempuan.
Perlombaan menggunakan sistem gugur dan digelar selama tiga hari, mulai 12 hingga 14 Maret 2026.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Palu, Bachtiar, menyampaikan dukungannya terhadap kegiatan tersebut.
Ia berharap kegiatan ini dapat melahirkan bibit atlet yang nantinya mampu mewakili Kota Palu maupun Provinsi Sulawesi Tengah pada ajang olahraga tingkat nasional hingga internasional.
Baca juga: Hari Raya idulfitri 1447 H: Kapan Pemerintah dan Muhammadiyah Tentukan Hari Raya?
“Untuk para peserta diharapkan selalu melakukan pemanasan atau peregangan otot sebelum bertanding, apalagi olahraga ini tanpa menggunakan alas kaki, jadi akan sedikit lebih berbahaya,” imbau Bachtiar.
Selain itu, ia juga meminta para peserta menjunjung tinggi sportivitas selama perlombaan berlangsung, karena menang dan kalah merupakan hal yang biasa dalam setiap kompetisi.(*)
Kota Palu
Poso
Parigi Moutong
Sigi
Donggala
Kelurahan Besusu Barat
Ramadan
Kecamatan Palu Timur
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Palu
Sulawesi Tengah
| Panti Pijat di Palu Dikenakan Retribusi Sampah Rp100 Ribu per Bulan |
|
|---|
| Kekurangan 22 Armada, DLH Palu Upayakan Penambahan Kendaraan Pengangkut Sampah |
|
|---|
| Hadianto Bakal Panggil Pihak Perusahaan Tambang Pasca Tinjau Lokasi Banjir di Watusampu dan Buluri |
|
|---|
| Kontingen Satpol PP dan Damkar Kota Palu Bertolak ke Tolitoli Ikuti HUT Tingkat Provinsi |
|
|---|
| Keluarga Temukan Dua Lembar Surat dari Pelajar SMA di Tondo Palu: Saya Betul-Betul Minta Maaf |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palu/foto/bank/originals/64-Peserta-Ikuti-Balap-Lari-Tradisional.jpg)