Palu Hari Ini
Pekerja Padat Karya di Mantikulore Palu Mengeluh, Pemotongan Gaji Dinilai Tidak Adil
Tujuan program padat karya adalah membantu masyarakat mendapatkan penghasilan, sehingga kebijakan harus berpihak dan tidak memberatkan.
Ringkasan Berita:
- Pekerja padat karya di Mantikulore mengeluhkan pemotongan gaji atau denda bagi yang tidak masuk kerja, terutama bagi pekerja rentan seperti orang tua dan janda.
- Anggota DPRD Palu, Alfian Chaniago, menegaskan akan membahas keluhan ini bersama dinas terkait untuk mencari solusi yang adil.
- Pemotongan gaji saat ini dilakukan berdasarkan laporan pengawasan kinerja, namun perlu dikaji ulang agar kebijakan tidak memberatkan masyarakat kecil.
TRIBUNPALU.COM, PALU – Sejumlah pekerja padat karya di Kecamatan Mantikulore, Kota Palu, mengeluhkan kebijakan pemotongan gaji atau denda bagi pekerja yang tidak masuk kerja.
Keluhan ini menjadi sorotan karena sebagian besar pekerja merupakan orang tua dan janda yang menggantungkan penghasilan dari program padat karya.
Keluhan tersebut disampaikan kepada anggota DPRD Palu, Alfian Chaniago, saat kunjungan daerah pemilihan (kundapil) di Kelurahan Kawatuna, Kamis (16/4/2026).
Baca juga: Kanwil Kemenkum Sulteng Edukasi Toko di Palu Cegah Peredaran Barang Tiruan
Alfian menegaskan bahwa persoalan ini akan menjadi perhatian serius dan dibahas bersama dinas terkait.
“Saya selaku anggota Komisi C akan menjadikan ini perhatian serius dan akan membahasnya bersama dinas terkait,” ujar Alfian.
Ia menekankan bahwa pemotongan gaji perlu dikaji ulang, terutama jika ketidakhadiran pekerja disebabkan alasan yang masih bisa ditoleransi, seperti sakit atau kedukaan.
Muh Kaleb, mantan Koordinator Kecamatan (Korcam) Padat Karya Mantikulore, menjelaskan bahwa ada laporan pekerja yang digaji dipotong karena tidak masuk kerja.
Ia menilai kebijakan tersebut tidak manusiawi, mengingat kondisi sebagian besar pekerja yang rentan.
Baca juga: Nasib 4 Oknum TNI Pelaku Penyiraman Air Keras Andrie Yunus: Terancam 12 Tahun Penjara, Ini Motifnya
“Saya mantan korcam, jadi paham kondisi mereka. Ada laporan gaji dipotong karena tidak masuk. Padahal sering kali karena sakit atau kedukaan yang tidak bisa dihindari,” kata Kaleb.
Sementara itu, perwakilan Kecamatan Mantikulore, Sofia, menjelaskan bahwa pemotongan gaji dilakukan berdasarkan laporan pengawasan kinerja pekerja.
Jika ada pekerja yang sering tidak hadir, pembayaran disesuaikan dengan kinerja yang dilaporkan.
Alfian menegaskan, pihaknya akan berkoordinasi dengan dinas terkait, termasuk Dinas Lingkungan Hidup, untuk mencari solusi yang adil bagi para pekerja.
Baca juga: Keluhan Potongan Gaji Pekerja Padat Karya Mencuat Saat Kundapil Alfian Chaniago
Ia menekankan bahwa tujuan program padat karya adalah membantu masyarakat mendapatkan penghasilan, sehingga kebijakan harus berpihak dan tidak memberatkan.
“Tujuan program ini kan untuk membantu masyarakat mendapatkan penghasilan. Jadi harus dipastikan kebijakannya juga berpihak dan tidak memberatkan,” pungkas Alfian.(*)
| Wifi Gratis Bakal Hadir di RSUD Madani, Lapangan Vatulemo, Masjid Raya hingga Hutan Kota Palu |
|
|---|
| Transportasi Online 3 Roda Kini Hadir di Kota Palu, Operasikan 9 Unit |
|
|---|
| Tiga Siswa Raih Nilai 100 TKA Bahasa Indonesia, SMPN 1 Palu Dominasi Nilai Sempurna di Kota Palu |
|
|---|
| Pimpin Upacara Hari Lahir Pancasila 2026 di Kodam Palaka Wira, Brigjen Sugiono Bacakan Pidato BPIP |
|
|---|
| Dishub Palu Imbau Pengendara Cermati Rambu dan Skema Perubahan Arus di Jembatan I dan III |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palu/foto/bank/originals/Apel-Padat-Karya-se-Kota-Pal.jpg)