Palu Hari Ini
Eka Arwati Mengaku Punya Trauma Dengan Pria Sejak SD, Berniat Bunuh Diri Saat Masih Berada di Oman
Eka mengaku mengalami trauma saat masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD).
Penulis: Supriyanto | Editor: Regina Goldie
Ringkasan Berita:
- Eka Arwati, Pekerja Migran Indonesia asal Sulawesi Tenggara, telah pulang ke Kota Palu setelah mengalami kekerasan dan pelecehan saat bekerja di Oman, yang membuatnya sempat viral di media sosial.
- Ia kini berkumpul kembali dengan keluarga kecilnya dan mengungkapkan trauma masa kecil akibat diculik sepupunya, serta pengalaman berat saat bekerja di luar negeri yang sempat membuatnya berpikir mengakhiri hidup.
Laporan Wartawan TribunPalu.com, Supriyanto Ucok
TRIBUNPALU.COM, PALU - Eka Arwati, seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang sempat viral di sosial media, kini telah pulang ke Kota Palu dan bertemu bersama keluarga kecilnya.
Ia tiba di Kota Palu pada Kamis (16/4/2026) sekitar pukul 18.11 Wita.
Saat ditemui TribunPalu.com di kediamannya, Eka mengatakan bahwa kejadian yang menimpanya itu membuat traumanya kembali muncul.
Eka mengaku mengalami trauma saat masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD).
Berasal dari daerah Sulawesi Tenggara, Ia pernah diculik oleh pria yang merupakan keluarganya sendiri dan dibawa lari hingga ke wilayah perkotaan.
Baca juga: Bupati Delis Minta Penyelesaian Irigasi Ula ke Mentan Amran
Kejadian itu membuat dirinya memiliki trauma dengan laki-laki.
"Saya pernah diculik sama sepupu sendiri. Makanya sampai sekarang saya trauma dengan laki. Yang dekat dengan saya hanya suami saya saja," kata Eka sambil mengusap air matanya.
Mendapat tindakan pelecehan dan kekerasan saat di Oman, Eka merasa sangat terpuruk.
Sehingga ia pernah berpikir untuk mengakhiri hidupnya dengan meminum racun pembesih lantai.
"Kalau tidak berpikir anak dan saudara saya, sudah lama saya mau bunuh diri waktu masih tinggal di rumah majikan itu," ungkapnya dengan isak tangis.
Kini, Eka Arwati telah kembali berkumpul bersama keluarga kecilnya di Jl Suharso Kelurahan Besusu Barat, Kecamatan Palu Timur, Kota Palu.
Baca juga: FOTO: PETI di Desa Wombo Mpanau Ditertibkan, Dampak Lingkungan Jadi Fokus
Ia juga sempat membagikan kisahnya sejak awal bekerja di luar Negeri.
| Wajib Halal 2026 Kian Dekat, BPJPH Dorong Pelaku Usaha Segera Urus Sertifikasi |
|
|---|
| 6.000 Kuota Sertifikat Halal Gratis Tersisa di Sulteng, BPJPH Imbau Pelaku UMKM Segera Manfaatkan |
|
|---|
| Pelaku Usaha Kecil di Palu Bisa Urus Sertifikat Halal Gratis, Cukup Miliki NIB dan Penyelia Halal |
|
|---|
| BPJPH Sulteng Datangi Pedagang Pasar Manonda Palu, Sosialisasikan Wajib Halal Oktober 2026 |
|
|---|
| BPJPH Turun Langsung ke Pasar Inpres Manonda Edukasi Pedagang Soal Sertifikasi Halal |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palu/foto/bank/originals/Pekerja-Migran-Indonesia-Eka-Arwati.jpg)