Palu Hari Ini
Ayo Bermain Palu Beri Ruang Untuk Warga Rasakan Permainan Tradisional
Namun ramainya warga yang hadir, menjadikan berbagai permainan tradisional lainnya turut dihadirkan diruang terbuka.
Penulis: Supriyanto | Editor: Regina Goldie
Ringkasan Berita:
- Ratusan warga Kota Palu memadati Lapangan Vatulemo untuk mengikuti kegiatan “Ayo Bermain Palu”, yang bertujuan menghidupkan kembali permainan tradisional.
- Awalnya hanya ada tiga permainan, yaitu lompat karet, engklek, dan gobak sodor, namun antusiasme warga memunculkan permainan tambahan seperti benteng, lompat jengkal, dan congklak.
- Kegiatan ini diinisiasi tim “Ayo Bermain Palu” yang terinspirasi komunitas bermain di Jakarta, sekaligus untuk mengurangi ketergantungan anak muda pada gadget.
Laporan Wartawan TribunPalu.com, Supriyanto Ucok
TRIBUNPALU.COM, PALU - Ratusan warga Kota Palu memadati lokasi untuk mengikuti berbagai permainan tradisional yang digelar oleh "Ayo Bermain Palu".
Tim "Ayo Bermain Palu" menginisiasi kegiatan itu sebagai upaya menghidupkan kembali permainan tradisional di tengah masyarakat.
Ketua tim, Uchup mengatakan bahwa sebelumnya mereka mengadakan 3 game tradisional, diantaranya lompat karet, engklek hingga gobak sodor.
Namun ramainya warga yang hadir, menjadikan berbagai permainan tradisional lainnya turut dihadirkan diruang terbuka itu.
"Kami ada 3 permainan, klahar (gobak sodor), kadende (engklek) dan lompat karet, tapi sekarang sudah mulai banyak massa jadi mereka buat permainan sendiri seperti benteng (bentengan), lompat jengkal dan congklak," katanya kepada awak media saat ditemui di lokasi bermain, Jumat (22/5/2026).
Baca juga: Anggota DPRD Palu Mutmainah Korona Apresiasi Peran Anak Muda Hadirkan Permainan Tradisional
Ia mengaku bahwa mulanya terinspirasi dari komunitas bermain yang ada di ibu Kota Jakarta.
Sehingga mereka turut membentuk kelompok bermain itu di Kota Palu.
Selain inspirasi, ia juga mengatakan bahwa saat ini anak muda bergantung dengan gadget.
"Jadi kami buat game ini agar tetap hidup di zaman sekarang," ucapnya diiringi sorak sorai pemain.
Suasana malam hari di Lapangan Vatulemo Jl Moh Yamin Kelurahan Tanamodindi, Kecamatan Mantikulore, Kota Palu dihadiri sekitar ratusan warga Kota Palu memadati lokasi untuk mengikuti berbagai permainan tradisional.
Permainan tersebut berlangsung meriah dan diikuti kalangan anak-anak, remaja hingga orang dewasa yang antusias bermain bersama di ruang terbuka kota itu.
Tak hanya warga, anggota DPRD dan Wakil Wali Kota dikabarkan hadir dan mengikuti keseruan bermain bersama para remaja.
Baca juga: Nostalgia, Ratusan Warga Palu Padati Lapangan Vatulemo Bermain Permainan Tradisional
Masyarakat yang hadir tampak berkumpul membentuk lingkaran-lingkaran permainan tradisional di bawah lampu penerangan lapangan.
Sorak tawa dan teriakan semangat terdengar hampir di seluruh area lapangan.
Masyarakat dari kaum orang tua yang hadir dilokasi tampak bernostalgia mengingatkan mereka pada masa kecil sebelum permainan digital dan media sosial mendominasi aktivitas sehari-hari.
Suasana keakraban terlihat jelas sepanjang kegiatan berlangsung.
Warga yang sebelumnya tidak saling mengenal tampak berbaur dan saling menyemangati saat permainan berlangsung.
Baca juga: Kisah Haru Fitria Syahrani, Mahasiswi Pejuang 2 Shift Kerja Merajut Asa Lewat Berani Cerdas
Beberapa pengunjung juga terlihat mengabadikan momen menggunakan telepon genggam mereka.
Selain menjadi hiburan, permainan tersebut juga dinilai mampu mempererat hubungan sosial antarwarga.
Kegiatan permainan tradisional itu pun mendapat respons positif dari masyarakat.
Warga berharap agenda serupa dapat terus digelar secara rutin agar generasi muda tetap mengenal permainan tradisional yang mulai jarang dimainkan. (*)
| Nostalgia, Ratusan Warga Palu Padati Lapangan Vatulemo Bermain Permainan Tradisional |
|
|---|
| Kasus Siswa Tertekan di SMA Gamaliel Palu, Yayasan Pastikan Evaluasi Sesuai Aturan |
|
|---|
| Korban Tenggelam di Pantai Kampung Nelayan Palu Ditemukan Terapung di Laut |
|
|---|
| BREAKINGNEWS: Pria Tewas Tenggelam saat Berenang di Pantai Kampung Nelayan Palu |
|
|---|
| 40 Penderita Diabetes di Kelurahan Lere Diajari Cara Cegah Luka oleh Tim PKM UWN |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palu/foto/bank/originals/dy-a789t-y9a8ajpggg.jpg)