Palu Hari Ini
Harga Cabai Tembus Rp 70 Ribu per Kg, Pemkot Palu Subsidi Pangan Lewat Pasar Murah
Lonjakan harga cabai dipicu meningkatnya permintaan masyarakat menjelang Idul Adha, sementara pasokan di pasaran masih relatif tetap.
Penulis: Zulfadli | Editor: Fadhila Amalia
Ringkasan Berita:
- Harga cabai rawit di Pasar Inpres Manonda, Kota Palu, naik hingga Rp70 ribu per kilogram menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah.
- DPKP Palu menyebut kenaikan harga dipicu meningkatnya permintaan masyarakat menjelang Idul Adha, sementara pasokan di pasaran relatif tetap.
- Untuk menekan lonjakan harga, Pemkot Palu menggelar Gerakan Pangan Murah dengan menjual cabai rawit bersubsidi seharga Rp40 ribu per kilogram.
Laporan Wartawan TribunPalu.com, Zulfadli
TRIBUNPALU.COM, PALU - Harga cabai rawit di Pasar Inpres Manonda, Kota Palu, menembus Rp70 ribu per kilogram menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah.
Kenaikan harga tersebut diungkapkan Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kota Palu, Lukman, saat ditemui di sela pelaksanaan Gerakan Pangan Murah di halaman Kantor DPKP Palu, Jl Pangeran Diponegoro, Kelurahan Lere, Kecamatan Palu Barat, Senin (25/5/2026).
Menurut Lukman, lonjakan harga cabai dipicu meningkatnya permintaan masyarakat menjelang Idul Adha, sementara pasokan di pasaran masih relatif tetap.
Baca juga: Kendalikan Harga Pangan Jelang Idul Adha 2026, Pemkot Palu Hadirkan Pasar Murah di Kantor DPKP
“Saat sidak hari Jumat, harga cabai masih sekitar Rp50 ribu sampai Rp55 ribu per kilogram. Sebelumnya bahkan Rp40 ribu sampai Rp45 ribu. Tapi tadi pagi hasil survei menunjukkan harga sudah mencapai Rp70 ribu,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pemantauan harga tersebut dilakukan di Pasar Inpres Manonda. Kenaikan tidak hanya terjadi pada cabai rawit, tetapi juga cabai keriting, bawang merah, dan tomat.
“Sesungguhnya volume produksi di tingkat supplier ke pasar masih relatif stabil. Hanya saja ada kecenderungan peningkatan permintaan menjelang Idul Adha,” kata Lukman.
Menurutnya, kondisi tersebut bersifat sementara atau insidental karena dipengaruhi momentum hari besar keagamaan.
“Insya Allah mungkin satu minggu ke depan harga sudah bisa stabil kembali. Karena permintaannya meningkat, sementara pasokannya relatif tetap,” jelasnya.
Baca juga: Setahun Lebih Kasus Ijazah Belum Masuk Pengadilan, Jokowi Kecewa: Ada Orang Besar yang Menghambat
Untuk menekan lonjakan harga pangan, Pemerintah Kota Palu melalui DPKP menggelar Gerakan Pangan Murah dengan memberikan subsidi pada sejumlah bahan pangan strategis.
Dalam kegiatan itu, cabai rawit dijual Rp40 ribu per kilogram atau lebih murah dibanding harga pasar yang telah mencapai Rp60 ribu hingga Rp70 ribu per kilogram.
“Cabai kami sepakati di harga Rp40 ribu sampai Rp45 ribu, kemudian kami subsidi Rp5 ribu sehingga dijual Rp40 ribu,” ungkap Lukman.
Selain cabai, bawang merah yang di pasar dijual hingga Rp50 ribu per kilogram juga disubsidi menjadi Rp35 ribu per kilogram.
Lukman menyebut selisih harga yang cukup jauh membuat masyarakat langsung menyerbu pasar murah sejak dibuka pagi hari.
“Begitu pasar murah ini dibuka, barang langsung habis karena masyarakat sudah tahu ada selisih harga yang cukup besar, bisa sampai Rp25 ribu,” katanya.
Baca juga: Mutasi Perwira Warnai Pergantian Jabatan di Polresta Palu
Dalam Gerakan Pangan Murah kali ini, DPKP menyediakan hampir 20 jenis bahan pangan strategis seperti beras, gula pasir, minyak goreng, telur, ayam potong, bawang, tomat, hingga ikan asap dan telur puyuh.(*)
Kota Palu
DPKP Palu
Lukman
Gerakan Pangan Murah
Pasar Inpres Manonda
Idul Adha
Kelurahan Lere
Kecamatan Palu Barat
cabai rawit
| Mutasi Perwira Warnai Pergantian Jabatan di Polresta Palu |
|
|---|
| O2SN 2026 Pertandingkan Lima Cabang Olahraga di Kota Palu |
|
|---|
| Lapas Kelas II Palu Gelar Razia, Barang Terlarang Warga Binaan Jadi Sasaran |
|
|---|
| FSPIM Sulteng Bentuk Kepengurusan DPW di Palu, Soroti Upah Tenaga Kesehatan di Bawah Rata-Rata |
|
|---|
| Blusukan ke Jalan Langsat, Wawali Palu Imelda Liliana Tegur Warga Bakar Sampah di Permukiman |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palu/foto/bank/originals/Kepala-Dinas-Pertanian-dan-Ketahanan-Pangan-DPKP-Kota-Palu-Lukman.jpg)