Jumat, 5 Juni 2026

Palu Hari Ini

Sebanyak 22 Lapangan Usaha di Palu Masuk Cakupan Sensus Ekonomi 2026

BPS Palu berharap dapat memperoleh data yang lebih lengkap mengenai jumlah usaha, tenaga kerja yang terserap, serta karakteristik usaha.

Tayang:
Editor: Fadhila Amalia
TribunPalu/Zulfadli/Zulfadli
SENSUS EKONOMI - Kepala BPS Palu, Agus Santoso, mengatakan cakupan yang luas tersebut bertujuan untuk memperoleh gambaran menyeluruh mengenai kondisi dan perkembangan aktivitas ekonomi di masyarakat. 
Ringkasan Berita:
  • Sensus Ekonomi 2026 akan mendata 22 lapangan usaha sesuai Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI).
  • Pendataan mencakup berbagai sektor, mulai dari pertanian, perdagangan, industri pengolahan, jasa, hingga ekonomi digital.
  • Data hasil sensus akan digunakan sebagai dasar penyusunan kebijakan pembangunan dan pemberdayaan ekonomi.

TRIBUNPALU.COM, PALU – Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Palu memastikan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 akan mencakup 22 lapangan usaha yang mengacu pada Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI).

Kepala BPS Palu, Agus Santoso, mengatakan cakupan yang luas tersebut bertujuan untuk memperoleh gambaran menyeluruh mengenai kondisi dan perkembangan aktivitas ekonomi di masyarakat.

Menurutnya, pendataan tidak hanya menyasar sektor usaha yang selama ini dikenal luas seperti perdagangan dan industri, tetapi juga berbagai sektor lain yang memiliki kontribusi terhadap perekonomian daerah.

Baca juga: Sensus Ekonomi 2026, BPS Sediakan Pendataan Mandiri Secara Online bagi Pelaku Usaha

“Cakupan Sensus Ekonomi 2026 mengacu pada Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia mencakup 22 lapangan usaha,” ujar Agus Santoso usai mengikuti Apel Siaga Sensus Ekonomi 2026 di Halaman Kantor Wali Kota Palu, Kamis (4/6/2026).

Ia menjelaskan, lapangan usaha yang akan didata meliputi sektor pertanian, industri pengolahan, perdagangan, transportasi, jasa, konstruksi, akomodasi dan makan minum, informasi dan komunikasi, hingga sektor ekonomi kreatif dan digital.

Dengan cakupan tersebut, BPS Palu berharap dapat memperoleh data yang lebih lengkap mengenai jumlah usaha, tenaga kerja yang terserap, serta karakteristik usaha yang berkembang di berbagai sektor.

Agus menuturkan, perkembangan teknologi dan transformasi digital juga menjadi perhatian dalam sensus kali ini. Oleh sebab itu, berbagai usaha berbasis internet dan teknologi turut masuk dalam sasaran pendataan.

Menurutnya, data yang dihasilkan dari Sensus Ekonomi 2026 akan menjadi referensi penting bagi pemerintah dalam menyusun berbagai kebijakan pembangunan ekonomi.

Baca juga: BPS Palu: Sektor Perdagangan Masih Mendominasi Dunia Usaha di Kota Palu

Selain itu, hasil sensus juga dapat dimanfaatkan untuk menentukan sektor-sektor yang memiliki potensi pertumbuhan maupun sektor yang membutuhkan perhatian lebih melalui program pembinaan dan pemberdayaan.

“Melalui data ini, pemerintah dapat melihat perkembangan masing-masing sektor usaha dan menyusun kebijakan yang lebih tepat sasaran,” katanya.

Sensus Ekonomi 2026 di Kota Palu akan dilaksanakan melalui pendataan lapangan mulai 15 Juni hingga 31 Agustus 2026.

Untuk mendukung kegiatan tersebut, BPS Kota Palu telah menyiapkan 282 petugas yang akan melakukan pendataan terhadap puluhan ribu pelaku usaha yang tersebar di seluruh wilayah Kota Palu.

Baca juga: Zodiak Jumat 5 Juni 2026 untuk Aries, Taurus, Gemini, Cancer, Leo,Virgo, Libra, Scorpio, Sagittarius

BPS Palu berharap partisipasi aktif masyarakat dan pelaku usaha agar pelaksanaan sensus berjalan lancar serta menghasilkan data yang akurat untuk mendukung pembangunan ekonomi di masa mendatang. (*)

Sumber: Tribun Palu
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved