Gempa Palu
Pasca Gempa, Jembatan III Palu Dibuka Terbatas, Kadishub: Kendaraan R6 Dilarang Melintas
Pembukaan kembali akses jembatan tersebut dilakukan berdasarkan hasil pemeriksaan awal yang dilakukan Dinas Pekerjaan Umum (PU) bersama instansi.
Penulis: Zulfadli | Editor: Fadhila Amalia
Ringkasan Berita:
- Pemkot Palu membuka kembali akses Jembatan III secara terbatas setelah hasil pemeriksaan awal menyatakan jembatan dapat dilalui kendaraan roda dua dan roda empat.
- Kendaraan roda enam dan kendaraan besar lainnya masih dilarang melintas serta dialihkan ke jalur lain demi alasan keselamatan.
- Dishub Palu mengingatkan masyarakat tetap waspada saat melintasi Jembatan III karena kondisi jembatan masih dipantau dan berpotensi kembali ditutup saat proses perbaikan dilakukan.
Laporan Wartawan TribunPalu.com, Zulfadli
TRIBUNPALU.COM, PALU - Pemerintah Kota Palu kembali membuka akses lalu lintas di Jembatan III Palu secara terbatas setelah sebelumnya ditutup akibat gempa berkekuatan Magnitudo 6,7 mengguncang Sulawesi Tengah pada Selasa (16/6/2026).
Pembukaan kembali akses jembatan tersebut dilakukan berdasarkan hasil pemeriksaan awal yang dilakukan Dinas Pekerjaan Umum (PU) bersama instansi terkait.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Palu, Trisno Yunianto, mengatakan Jembatan III Palu hanya dapat dilintasi kendaraan roda dua dan kendaraan roda empat berukuran kecil.
Baca juga: Prakiraan Cuaca Sulteng, Rabu 17 Juni 2026, Banggai hingga Donggala Berpotensi Diguyur Hujan Ringan
Sementara itu, kendaraan roda enam dan kendaraan berukuran besar lainnya dilarang melintas dan dialihkan ke jalur lain.
“Jembatan Palu III kembali dibuka secara terbatas. Artinya hanya dapat dilalui kendaraan roda dua dan roda empat. Kendaraan roda enam ke atas kita alihkan dan masih dijaga oleh petugas,” kata Trisno usai mengikuti rapat koordinasi bersama Wali Kota Palu di Rumah Jabatan Wali Kota Palu, Kelurahan Tanamodindi, Kecamatan Mantikulore, Kota Palu, Rabu (17/6/2026).
Menurut Trisno, tidak menutup kemungkinan Jembatan III Palu kembali ditutup total apabila proses perbaikan retakan pada jembatan mulai dilakukan.
Ia mengatakan kondisi jembatan masih terus dipantau oleh pihak terkait untuk memastikan tingkat keamanan konstruksi pascagempa.
“Kemungkinan pada saat proses perbaikan jembatan yang retak, kami akan menutup penuh kembali Jembatan Palu III tersebut,” ujarnya.
Trisno mengungkapkan, hasil pemantauan sementara menunjukkan retakan yang sebelumnya telah ada di jembatan mengalami penambahan.
Namun, pihaknya belum dapat memastikan dampaknya terhadap struktur utama jembatan dan masih menunggu hasil kajian teknis dari instansi berwenang.
Baca juga: Belajar Daring Pascagempa, Wali Kota Palu Minta Orang Tua Beri Pendampingan
Pemantauan terhadap kondisi Jembatan III Palu diperkirakan masih berlangsung dalam satu hingga dua bulan ke depan.
Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, Dishub Kota Palu bersama Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) menempatkan delapan personel di sekitar jembatan setiap hari.
“Personel dari Satpol PP dua orang dan Dishub dua orang di masing-masing sisi jembatan, sehingga total sekitar delapan orang. Mereka berjaga sampai sekitar pukul 00.00 Wita setiap hari,” jelasnya.
Trisno mengimbau masyarakat agar tetap berhati-hati saat melintasi Jembatan III Palu meskipun aksesnya telah kembali dibuka.
| Wali Kota Palu Sebut Tak Ada Kerusakan Signifikan Usai Gempa M6,7 |
|
|---|
| Belajar Daring Pascagempa, Wali Kota Palu Minta Orang Tua Beri Pendampingan |
|
|---|
| Cara Menyelamatkan Diri Saat Gempa Terjadi, Berlaku di Dalam Rumah hingga Pantai |
|
|---|
| Pemkab Parimo Gelar Zikir Akbar Pascagempa M 6,7, Ajak Masyarakat untuk Berdoa |
|
|---|
| Pertamina Pastikan Pasokan BBM dan LPG di Sulteng Aman Pascagempa M 6,7 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palu/foto/bank/originals/Pasca-Gempa-Jembatan-III-Palu-Dibuka-Terbatas.jpg)