Selasa, 16 Juni 2026

7 Amalan Terbaik dan Bacaan Doa Awal Tahun Baru Hijriah 1 Muharram

Bulan Muharram sebagai bulan pertama memiliki makna “yang diharamkan” karena pada bulan ini dilarang berperang, kecuali untuk membela diri.

Tayang:
Editor: mahyuddin
TribunPalu.com
TAHUN BARU ISLAM - Momen 1 Muharram menjadi kesempatan bagi umat Muslim untuk memperbaiki diri dan menyusun langkah menuju kehidupan yang lebih baik. Tahun ini, 1 Muharram jatuh pada 16 Juli 2026. Di Indonesia, Tahun Baru Hijriah itu ditandai dengan libur nasional. 

TRIBUNPALU.COM - Momen 1 Muharram menjadi kesempatan bagi umat Muslim untuk memperbaiki diri dan menyusun langkah menuju kehidupan yang lebih baik.

Tahun ini, 1 Muharram jatuh pada 16 Juli 2026.

Di Indonesia, Tahun Baru Hijriah itu ditandai dengan libur nasional.

1 Muharram berdasarkan kalender Hijriah berawal dari peristiwa Hijrah Nabi Muhammad SAW dari Makkah ke Madinah. 

Peristiwa tersebut mengajarkan pentingnya perubahan menuju kebaikan dan ketakwaan.

Penetapan itu pada masa pemerintahan Khalifah Umar bin Khattab setelah berkonsultasi dengan para sahabat lainnya.

Baca juga: Warga Nuhon Banggai Sambut 1 Muharram 1447 H dengan Pawai Tarhib

Mereka sepakat bahwa peristiwa hijrah merupakan tonggak sejarah paling penting dalam perkembangan Islam yang patut dijadikan patokan permulaan tahun.

Sistem penanggalan Islam menggunakan perhitungan lunar atau berdasarkan pergerakan bulan, berbeda dengan kalender Masehi yang menggunakan sistem solar.

Hal ini membuat tahun Hijriah terdiri dari 354 atau 355 hari, sehingga selalu bergeser sekitar 10-11 hari lebih awal dibandingkan kalender Masehi setiap tahunnya.

Bulan Muharram sebagai bulan pertama memiliki makna “yang diharamkan” karena pada bulan ini dilarang berperang, kecuali untuk membela diri.

Lalu, amalan apa saja yang dapat dilakukan untuk menyambut Tahun Baru Hijriah?

Berikut tujuh amalan yang bisa menjadi inspirasi untuk mengawali tahun dengan penuh berkah.

1. Muhasabah atau Introspeksi Diri

Amalan terbaik saat memasuki Tahun Baru Islam adalah melakukan muhasabah atau evaluasi diri.

Cobalah melihat kembali perjalanan hidup selama setahun terakhir.

Apa saja kebaikan yang sudah dilakukan? Kesalahan apa yang perlu diperbaiki? Target ibadah apa yang belum tercapai?

Muhasabah membantu seseorang memahami kekurangan dirinya sekaligus menyusun langkah yang lebih baik untuk masa depan.

2. Perbanyak Istighfar

Setiap manusia tidak luput dari kesalahan dan dosa. Oleh karena itu, memperbanyak istighfar menjadi amalan yang sangat dianjurkan.

Memohon ampun kepada Allah SWT dapat dilakukan kapan saja, termasuk saat memasuki tahun Hijriah yang baru.

Dengan istighfar, seorang Muslim berharap dosa-dosanya diampuni dan diberikan kesempatan untuk menjadi pribadi yang lebih baik.

3. Perbanyak Doa

Pergantian tahun merupakan waktu yang tepat untuk memperbanyak doa kepada Allah SWT.

Berdoalah agar diberikan kesehatan, keberkahan rezeki, kemudahan dalam beribadah, serta keteguhan iman sepanjang tahun yang akan datang.

Meskipun tidak ada doa khusus Tahun Baru Hijriah yang memiliki dalil sahih, umat Islam tetap dianjurkan berdoa dengan doa-doa yang baik sesuai kebutuhan masing-masing.

4. Baca dan Mentadabburi Alquran

Alquran adalah petunjuk hidup bagi umat Islam.

Karena itu, mengawali tahun baru dengan membaca, memahami, dan mengamalkan isi Al-Qur’an merupakan langkah yang sangat baik.

Selain menambah pahala, kebiasaan ini juga dapat membantu memperkuat hubungan seorang Muslim dengan Allah SWT.

Baca juga: Simak Doa Asyura 10 Muharram, Dianjurkan Dibaca di Hari Penuh Ampunan

5. Bersedekah kepada Sesama

Sedekah termasuk amalan yang dicintai Allah SWT dan dapat dilakukan kapan saja.

Memulai tahun baru dengan berbagi kepada mereka yang membutuhkan menjadi salah satu bentuk rasa syukur atas nikmat yang telah diberikan.

Tidak harus dalam jumlah besar, sedekah yang dilakukan dengan ikhlas tetap memiliki nilai yang tinggi di sisi Allah SWT.

6. Berpuasa Sunnah

Muharram termasuk bulan yang dimuliakan dalam Islam.

Rasulullah SAW bersabda: “Puasa yang paling utama setelah Ramadan adalah puasa pada bulan Allah, yaitu Muharram.” HR. Muslim

Hadis ini menunjukkan keutamaan memperbanyak puasa sunnah pada bulan Muharram, termasuk Puasa Asyura dan Tasu’a yang dilaksanakan pada tanggal 9 dan 10 Muharram.

7. Memperbaiki Hubungan dengan Sesama

Tahun baru juga menjadi momentum yang baik untuk memperbaiki hubungan dengan keluarga, sahabat, tetangga, maupun rekan kerja.

Jika memiliki kesalahpahaman atau konflik yang belum terselesaikan, cobalah untuk memulai langkah perdamaian.

Islam mengajarkan pentingnya menjaga silaturahmi dan hubungan baik antarsesama manusia.

Doa Awal Tahun

Kitab Al-Jami’ Al-Kabir karya Imam As-Suyuthi mencantumkan doa akhir dan awal tahun Islam dalam karyanya tersebut. 

Doa dalam kitab Imam As-Suyuthi tersebut ditambahkan lafadz shalawat di awal kalimat oleh Mufti Batavia, Habib (Sayyid) Utsman bin Yahya.

Berikut bacaan doa 1 muharram yang bisa dilafalkan dalam Arab, latin dan artinya:

للّهُمَّ أَنْتَ الْأَبَدِيُّ الْقَدِيْمُ الْأَوَّلُ، وَعَلَى فَضْلِكَ الْعَظِيْمِ وَكَرِيْمِ جُوْدِكَ الْمُعَوَّلِ. وَهَذَاعَامٌ جَدْيُدٌ قَدْ أَقْبَل. أَسْأَلُكَ الْعِصْمَةَ فِيْهِ مَنَ الشْيْطَانِ وَأَوْلِيَائِهِ، وِالْعَوْنَ عَلَى هَذه النَّفْسِ الأَمَّارَةِ بِالسُّوْءِ، وَالْاشْتِغَالِ بِمَا يُقَرِّبُنِيْ إِلَيْكَ زُلْفَى، يَا ذَا الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ وَصَلَّي اللهُ عَلَي سَيّدِنَا مُحَمّدً وَعَلَى اَلِهِ وَصَحْبِه وَسَلَّم

 Teks Latin:

“Allahumma antal-abadiyyul-qadiimul-awwal. Wa ‘alaa fadhlikal-‘azhimi wujuudikal-mu’awwal. Wa haadzaa ‘aamun jadiidun qad aqbal. Nas’alukal ‘ishmata fiihi minasy-syaithaani wa auliyaa-ihii wa junuudihii. Wal’auna ‘alaa haadzhihin-nafsil-ammarati bis-suu-i. Wal-isytighaala bimaa yuqorribuni ilaika zulfa. Yaa dzal-jalaali wal-ikraam. Wa shallallaahu ‘alaa sayyidina Muhammadin wa ‘alaa ‘aalihi wa shahbihii wa sallam.”
Artinya:

“Ya Allah Engkaulah yang abadi, dahulu, lagi awal. Dan hanya kepada anugerah-Mu yang Agung dan Kedermawanan-Mu perlindungan dalam tahun ini dari godaan setan, kekasih-kekasihnya dan bala tentaranya. dan kami memohon pertolongan untuk mengalahkan hawa nafsu amarah yang mengajak pada kejahatan, agar kami sibuk melakukan amal yang dapat mendekatkan diri kami kepada-Mu wahai Dzat yang memiliki Keagungan dan kemuliaan. Semoga Allah senantiasa melimpahkan rahmat dan keselamatan kepada junjungan kami Nabi Muhammad SAW, dan ke atas para keluarga dan sahabatnya.”

Baca juga: Lafal Sholawat Nabi, Dibaca Jelang Tahun Baru Islam 1 Muharram 1447 Hijriah

Selain bacaan doa tersebut, ada doa awal tahun Islam bersumber dari Kitab Al-Fathul Mubin wad Durrut Tsamin memuat ungkapan harapan yang menyeluruh dan mendalam. 

Di dalamnya terkandung pujian kepada Allah, permintaan perlindungan dari godaan setan dan segala bentuk keburukan, serta dorongan untuk mendekatkan diri kepada Allah dalam menjalani tahun yang baru.

Berikut teks doa awal tahun Islam 1 Muharram:

اللَّهُمَّ أَنْتَ الْأَبَدِيُّ الْإِلَهُ الْقَدِيمُ الْأَوَّلُ وَعَلَى فَضْلِكَ الْعَظِيمِ وَكَرِيمِ جُوْدِكَ الْعَمِيمِ الْمُعَوَّلُ وَهَذَا عَامُ جَدِيدُ قَدْ أَقْبَلَ أَسْأَلُكَ الْعِصْمَةَ فِيْهِ مِنَ الشَّيْطَانِ وَأَوْلِيَائِهِ وَالْعَوْنَ عَلَى هَذِهِ النَّفْسِ الْأَمَّارَةِ بِالسُّوْءِ وَالْأَعْمَالِ وَالْاِسْتِغَالَ بِمَا يُقَرِّبُنِي إِلَيْكَ زُلْفَى يَا ذَا الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ. أَسْأَلُكَ مِنْ خَيْرِهَا وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِهَا وَأَسْتَكْفِيكَ مُؤْنَتَهَا وَشُغْلَهَا فِي عَافِيَةٍ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ. وَصَلَّى اللَّهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ تَسْلِيمًا.

"Allaahumma antal abadiyyul ilahul qadiimul awwalu, wa 'alaa fadhlikal 'aziimi wa kariimi juudikal 'amiimil mu'awwalu, wa hadzaa 'aamun jadiidun qad aqbala, as-alukal 'ishmata fiihi minas-syaithaani wa awliyaa-ihi, wal 'awna 'alaa hazihin nafsil ammaarati bis-suu-i wal a'maali, wal isytighaala bimaa yuqarribunii ilaika zulfa, yaa dzal jalaali wal ikraam. As-aluka min khairihaa wa a-'uudzu bika min syarrihaa wa astakfiika mu'natahaa wa syuglahaa fii 'aafiyatiin bi-rahmatika yaa arhamar raahimiin. Wa shallallaahu 'alaa sayyidinaa Muhammadin wa 'alaa aalihi wa shahbihi wa sallama tasliimaa."
Artinya: 

"Ya Allah, Engkau Zat Yang Maha Abadi, Yang Menjadi Tuhan, Yang Maha Qadim, Yang Maha Awal. Sesuatu yang menjadi andalan manusia hanyalah anugerah-Mu yang agung dan kemurahan-Mu yang mulia. Ini tahun baru telah tiba. Di dalamnya aku memohon penjagaan kepada-Mu dari setan dan kekasih-kekasihnya, memohon pertolongan atas nafsu amarah yang memerintahkan keburukan dan berbagai amal jelek, dan memohon tersibukkan diri dengan aktivitas yang dapat lebih mendekatkan diriku kepada-Mu dengan sedekat-dekatnya, wahai Zat Yang Maha Agung dan Maha Mulia. Aku memohon kepadamu dari baiknya tahun ini, memohon perlindungan-Mu dari buruknya tahun ini. Aku memohon kecukupan dari biayanya dan kesibukannya dalam kesehatan dengan rahmat-Mu, wahai Zat Yang Maha Pengasih dari sekian kekasih. Semoga Allah melimpahkan shalawat dan keselamatan yang sempurna kepada Sayyidina Muhammad, keluarga, dan para sahabatnya."

Merujuk buku Kalender Ibadah Sepanjang Tahun karya Ustaz Abdullah Faqih Ahmad Abdul Wahid, doa awal tahun Islam  dibaca sebanyak 3 kali pada malam 1 Muharram , tepatnya setelah salat Maghrib. 

Terdapat beberapa cara untuk membacanya.

Doa dapat dibaca langsung setelah selesai menunaikan sholat Maghrib. 

Bisa juga dilakukan setelah melaksanakan sholat sunnah rawatib ba'diyah Maghrib. 

Selain itu, umat muslim juga dapat membacanya setelah terlebih dahulu melakukan sujud syukur.(*)

 

Sumber: Tribun Palu
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup G - Matchday 1
Selasa, 16 Juni 2026 | 02:00 WIB
Belgium
Belgia
1 - 1
Egypt
Mesir
Grup H - Matchday 1
Selasa, 16 Juni 2026 | 05:00 WIB
Saudi Arabia
Arab Saudi
1 - 1
Uruguay
Uruguay
Grup G - Matchday 1
Selasa, 16 Juni 2026 | 08:00 WIB
Iran
Iran
2 - 2
New Zealand
Selandia Baru
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved