Rabu, 6 Mei 2026

Kabar Seleb

Inara Rusli Minta Maaf Buntut Dugaan Perzinaan, Akui Menyesal Tapi Tak Sebut Nama Mawa

Inara Rusli akhirnya merilis video permintaan maaf secara terbuka. Unggahan tersebut dibagikan melalui Instagram Story miliknya, @mommy_starla

Tayang:
Editor: Lisna Ali
Kolase Instagram/@wardatinamawa
INARA MINTA MAAF - Inara Rusli akhirnya merilis video permintaan maaf secara terbuka. 

TRIBUNPALU.COM - Inara Rusli akhirnya merilis video permintaan maaf secara terbuka.

Unggahan tersebut dibagikan melalui Instagram Story miliknya, @mommy_starla, pada Jumat (20/2/2026).

Permintaan maaf ini dibuat tepat setelah kasus dugaan perzinaan yang menyeret namanya naik ke tahap penyidikan.

Dalam unggahannya, mantan istri Virgoun tersebut mengungkapkan perasaan penyesalan yang mendalam atas apa yang terjadi.

Inara mengaku bahwa permohonan maaf ini lahir dari sebuah perenungan panjang mengenai kehidupannya selama ini.

Ia menyadari bahwa ada ketidaksengajaan dan ketidaktahuan yang mungkin telah melukai perasaan pihak lain.

Menariknya, meski berbicara panjang lebar, Inara sama sekali tidak menyebut nama Wardatina Mawa.

Padahal, Wardatina Mawa adalah istri sah dari Insanul Fahmi sekaligus pihak yang melaporkan Inara ke Polda Metro Jaya.

Inara menegaskan bahwa permintaan maafnya bukan semata-mata dilakukan agar dirinya mendapatkan pengampunan.

Mantan anggota girlband Bexxa tersebut, menghormati keputusan Mawa yang tak memaafkannya saat ini.

"Menjelang hari kedua bulan suci Ramadhan, ku tuliskan ini bukan dari tempat yang paling benar, melainkan dari hati yang sedang belajar jujur pada dirinya sendiri.

Baca juga: Diperiksa Hari Ini, Wardatina Mawa Siap Bongkar Bukti Dugaan Perzinaan Insan dan Inara Rusli

Aku menyesal bukan karena ingin dimaafkan, melainkan karena akhirnya paham, ketidaksengajaan pun bisa melukai, dan ketidaktahuan bukan alasan untuk abai.

Maafku lahir dari perenungan panjang, bahwa mendengar sepenuh hati lebih berani daripada sekadar berbicara.

Jika maaf ini sampai padamu, anggaplah ia sebagai niat yang sedang belajar bertumbuh. Tak dimaksudkan untuk menghapus, apalagi memaksa lupa. Ia hanya pengakuan sederhana bahwa aku keliru, aku bertanggung jawab atas jejak yang kutinggalkan dan aku ingin menjadi lebih baik, pelan-pelan, dengan kesungguhan.

Dan bila waktu mengizinkan, semoga maaf ini menjadi awal yang tenang. Untuk menata langkah agar esok lebih berhati-hati dalam melangkah..

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved