Jumat, 10 April 2026

Sigi Hari Ini

Khitanan Massal Gratis di Marawola, 80 Tahun Indonesia Merdeka

Ia menuturkan, kegiatan ini diharapkan menjadi bentuk ibadah sekaligus meringankan beban masyarakat.

|
HANDOVER
Dalam rangka memperingati HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia, Praktisi Sunat Modern Sulteng bersama panitia lokal menggelar khitanan massal gratis di Kecamatan Marawola, Kabupaten Sigi.  

Laporan Wartawan Tribunpalu.com, Andika Satria Bharata 

TRIBUNPALU.COM, SIGI – Dalam rangka memperingati HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia, Praktisi Sunat Modern Sulteng bersama panitia lokal menggelar khitanan massal gratis di Kecamatan Marawola, Kabupaten Sigi

Kegiatan tersebut berlangsung di Kantor Desa Binangga, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah Senin (18/8/2025).

Ketua Panitia sekaligus penanggung jawab kegiatan, dr. Fitria, mengatakan khitanan massal ini mengusung tema “Merdeka dari Rasa Takut Disunat”. 

Ia menuturkan, kegiatan ini diharapkan menjadi bentuk ibadah sekaligus meringankan beban masyarakat.

Baca juga: Bupati Morowali Utara Serahkan Remisi kepada Warga Binaan Lapas Kolonodale

“Harapan kami, melalui kegiatan ini anak-anak bisa lebih berani, masyarakat terbantu secara ekonomi, dan tentu saja menjadi amal ibadah bagi semua yang terlibat,” ujar dr. Fitria.

Khitan massal kali ini diikuti peserta dari 10 desa di Kecamatan Marawola.

Proses khitan dilakukan dengan metode modern tanpa jahit dan tanpa suntik, serta minim pendarahan, sehingga lebih aman dan nyaman bagi anak-anak.

Menurut dr Fitria, khitan memiliki beberapa tujuan penting dalam Islam.

Pertama, dari sisi agama sebagai pelaksanaan sunnah fitrah, menjaga kesucian, dan menyempurnakan ibadah. 

Kedua, dari segi kesehatan, khitan bermanfaat menjaga kebersihan, mencegah infeksi, dan mengurangi risiko penyakit.

Baca juga: Gubernur Anwar Hafid Buka Kesempatan Kuliah dan Bekerja di Jerman untuk Generasi Muda Sulteng

Selain itu, khitan juga memiliki makna sosial, yakni sebagai identitas keislaman, tanda kedewasaan, dan pengakuan dalam masyarakat. 

“Satu hal yang juga kami tekankan adalah agar anak-anak tidak lagi merasa takut untuk dikhitan,” tambahnya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved