Sulteng Hari Ini

Pembangunan Masjid Raya Baitul Khairaat Capai 92 Persen, Target Rampung 27 September

Sedangkan addendum terakhir tercatat 27 September 2025, meski saat itu masih ada desain yang belum diberikan.

Penulis: Robit Silmi | Editor: Regina Goldie
ROBIT/TRIBUNPALU.COM
Pembangunan Masjid Raya Baitul Khairat Sulawesi Tengah (Sulteng) kini telah mencapai 92 persen.  

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Robit Silmi

TRIBUNPALU.COM, PALU – Pembangunan Masjid Raya Baitul Khairat Sulawesi Tengah (Sulteng) kini telah mencapai 92 persen. 

Masjid yang berlokasi di Kecamatan Palu Barat itu ditargetkan rampung pada 27 September 2025.

Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) pembangunan Masjid Raya Baitul Khairaat, Caco Laratu, mengatakan sisa pekerjaan meliputi pemasangan plafon, kelistrikan, serta penyelesaian bagian luar di kawasan Pasak Kelor.

“Yang belum selesai itu hanya di luar Pasak Kelor, plafon di atas sama kelistrikan, sementara setting masukan PLN,” ujar Caco saat ditemui, Kamis (4/9/2025).

Ia menjelaskan, addendum kedelapan ditetapkan pada 30 April 2025. 

Sedangkan addendum terakhir tercatat 27 September 2025, meski saat itu masih ada desain yang belum diberikan.

Baca juga: Resmi Tersangka, Nadiem Makarim Diduga Korupsi Laptop Chromebook Rp1,98 T

Peluang addendum tambahan masih terbuka, selama kontraktor mengajukan dalam masa pelaksanaan kontrak.

“Kalau habis kontrak mereka klaim lagi sampai satu bulan masih jadi haknya mereka, namun sampai sekarang belum,” jelasnya.

Menurut Caco, jika pengerjaan tuntas pada 27 September, maka sejak 28 September 2025 hingga 28 September 2026 akan masuk masa pemeliharaan.

Pada masa pemeliharaan, kerusakan tidak ditanggung oleh pemerintah pemberi perjanjian melainkan kontraktor.

“Dari 28 September 2025 sampai 28 September 2026 masa pemeliharaan yang masih kaitannya dengan kontrak, 365 hari kalender. Selama kewajiban itu terikat kontrak ya wajib,” tegasnya.

Baca juga: BREAKING NEWS: Banjir Rob Rendam Pemukiman Warga Desa Boyantongo Parigi Selatan

Ia menambahkan, belum dapat dipastikan apakah akan ada addendum lagi atau tidak.

Hal itu bergantung pada kontraktor dalam menyelesaikan pekerjaan.

“Kalau mereka betul-betul berusaha kita tidak tahu juga. Misalnya dia mau tambahkan pekerja untuk mengejar pengerjaan itu,” ucapnya.

Diketahui, pembangunan masjid Raya Baitul Khairat dimulai pada tahun 2022.

Proyek ini menggunakan anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Pemprov Sulteng senilai 386 Milyar.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved