Senin, 20 April 2026

Donggala Hari Ini

Perkuat Peran Penggiat P4GN, BNN Donggala Gelar Workshop Penggiat P4GN

Workshop ini diikuti sejumlah penggiat P4GN, mulai dari kepala desa, guru, perwakilan LSM, hingga karang taruna Desa Surumana.

Penulis: Misna Jayanti | Editor: Fadhila Amalia
Misna/TribunPalu.com
WORKSHOP - adan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Donggala menggelar Workshop Penggiat Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN). Kegiatan ini diselenggarakan di Sangganipa Resort, Desa Towale, Kecamatan Banawa Tengah, Kabupaten Donggala. Selasa (9/9/2025) 

Laporan Wartawan TribunPalu, Misna Jayanti

TRIBUNPALU.COM, DONGGALA - Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Donggala menggelar Workshop Penggiat Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN).

Kegiatan ini diselenggarakan di Sangganipa Resort, Desa Towale, Kecamatan Banawa Tengah, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, Selasa (9/9/2025)

Pantauan TribunPalu.com, workshop resmi dibuka oleh Kepala BNN Kabupaten Donggala, Khrisna Anggara.

Baca juga: OPINI : Gas Air Mata dan Kesehatan Mental: PR Demokrasi di Balik Demo 17+8

Workshop ini diikuti sejumlah penggiat P4GN, mulai dari kepala desa, guru, perwakilan LSM, hingga karang taruna Desa Surumana.

Hadir sebagai pemateri antara lain Kasat Narkoba Polres Donggala Iptu Andi Ardin, Psikolog Klinis Verren Priscilla, Psikolog Klinis Madya Fadhilah, dan Ketua Lembaga Adat Kaili Masudin Radja.

Kehadiran lintas elemen tersebut diharapkan mampu memperkuat gerakan pencegahan narkoba di lingkungan masing-masing.

Para peserta mendapat sejumlah materi penting.

Baca juga: Korban Kebakaran di Desa Toga Parimo Butuh Sembako dan Logistik Darurat

Psikolog klinis, Verren memberikan pemahaman tentang pencegahan dalam upaya P4GN.

Dilanjutkan dengan materi aspek hukum dalam P4GN, mulai dari regulasi hingga penegakan hukum terhadap penyalahgunaan narkoba oleh Kasat Narkoba Polres Donggala, Iptu Andi Ardin.

Kemudian pemaparan materi oleh Psikolog Klinis Madya, Fadhilah menjelaskan dasar-dasar adiksi, konseling, hingga rehabilitasi bagi korban penyalahgunaan narkoba.

Ketua Lembaga Adat Kaili, Masudin Radja, menutup sesi dengan memberikan materi pengembangan diri bagi para penggiat P4GN.

Ia juga menyampaikan motivasi agar peserta semakin berkomitmen dalam gerakan anti-narkoba.

Selain mendengarkan materi, peserta juga diajak mengikuti sesi interaktif.

Baca juga: 5.000 Bibit Kelapa Ditanam Serentak di Lapas se-Indonesia, Sulteng Fokus Perkuat Ketahanan Pangan

Mereka diminta menuliskan hal-hal terkait kepribadian masing-masing pada pohon bunga, sesuai arahan narasumber. 

Aktivitas ini bertujuan menggali potensi pribadi yang bisa dikembangkan untuk mendukung peran sebagai penggiat P4GN. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved