Parigi Moutong Hari Ini

Cuaca Ekstrem di Parimo, BPBD Peringatkan Risiko Banjir dan Longsor

Warga yang bermukim di bantaran sungai juga dapat diperingatkan agar waspada.

Penulis: Abdul Humul Faaiz | Editor: Regina Goldie
FAAIZ / TRIBUNPALU.COM
Ilustrasi banjir yang melanda pemukiman warga di Parigi Moutong. BPBD mengimbau warga tetap waspada potensi bencana akibat hujan lebat.(Faaiz/TribunPalu.com). 

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Abdul Humul Faaiz

TRIBUNPALU.COM, PARIMO - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Parigi Moutong mengimbau warga waspada terhadap potensi Banjir dan longsor akibat cuaca ekstrem.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai petir akan terjadi pada 27–28 September 2025.

Kepala BPBD Parigi Moutong Rivai mengatakan, hampir seluruh wilayah yang berada di sepanjang aliran sungai memiliki risiko tinggi terdampak Banjir.

Warga yang bermukim di bantaran sungai juga dapat diperingatkan agar waspada.

Baca juga: Jadi Irup HUT ke-47, Gubernur Sebut Wajah Kota Palu Kini Membanggakan Masyarakat Sulteng

"Jika debit air meningkat, segera amankan diri dan keluarga,” ujar Rivai, Sabtu (27/9/2025).

Ia menjelaskan, kondisi cuaca ekstrem juga berpotensi memicu tanah longsor di sejumlah titik rawan, khususnya di jalur perkebunan kopi.

Masyarakat diminta memperhatikan kondisi lingkungan sekitar, terutama yang berada di daerah perbukitan dan tebing.

"Curah hujan tinggi bisa memicu longsor secara tiba-tiba, sehingga warga yang berada di pegunungan juga harus waspada,” jelasnya.

Rivai menyebutkan, tim reaksi cepat BPBD disiagakan selama 24 jam di Posko Jalan Kampali, Kelurahan Masigi, Kecamatan Parigi.

Baca juga: BREAKING NEWS: MW KAHMI Gelar Jalan Sehat Sambut Milad ke-59 di Sigi

Warga diminta segera melapor jika terjadi bencana melalui Call Center 117 atau WhatsApp ke nomor 08114180117.

Selain Parigi Moutong, menurut Rivai hahwa BMKG juga mengeluarkan peringatan dini serupa untuk wilayah lain seperti Banggai, Morowali, Sigi, dan Poso.

“Meski fokus utama kami di Parimo, warga di kabupaten lain juga harus meningkatkan kewaspadaan terhadap cuaca ekstrem,” ucap Rivai.

Dis juga mengimbau masyarakat memantau informasi resmi dari BMKG dan BPBD untuk langkah antisipasi bencana.

"Jangan mudah percaya dengan informasi yang tidak resmi," pungkasnya. (*) 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved