Sabtu, 25 April 2026

Milad MW KAHMI di Sigi

KAHMI Sulteng Susun Road Map Ciptakan Lapangan Kerja di Era Bonus Demografi

Ia menjelaskan, Indonesia khususnya Sulawesi Tengah memiliki sumber daya alam yang melimpah

ANDIKA/TRIBUNPALU.COM
Korps Alumni HMI (KAHMI) Sulawesi Tengah merumuskan peta jalan (road map) untuk penciptaan lapangan kerja pada Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) masa bakti 2025-2030, Sabtu (27/9/2025). 

Laporan Wartawan Tribunpalu.com, Andika Satria Bharata

TRIBUNPALU.COM, SIGI – Korps Alumni HMI (KAHMI) Sulawesi Tengah merumuskan peta jalan (road map) untuk penciptaan lapangan kerja pada Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) masa bakti 2025-2030, Sabtu (27/9/2025).

Kegiatan ini dirangkaikan dengan peringatan Milad ke-59 KAHMI yang turut dimeriahkan dengan jalan sehat.

Ketua KAHMI Sulteng, Andi Mulhanan Tombolotutu, mengatakan peta jalan tersebut penting untuk menjawab tantangan bonus demografi yang saat ini dimiliki Indonesia.

Berdasarkan data, sebanyak 70 persen dari total 283 juta penduduk Indonesia pada tahun 2024 berada pada usia produktif.

Baca juga: BREAKING NEWS: Banjir Rendam Enam Titik di Kecamatan Parigi, Warga Keluhkan Drainase Buruk

“Jangan sampai di usia produktif, tetapi tidak produktif. Pada akhirnya bisa menjadi beban negara,” tegas Mulhanan saat membuka kegiatan.

Ia menjelaskan, Indonesia khususnya Sulawesi Tengah memiliki sumber daya alam yang melimpah. 

Namun, hal itu perlu ditunjang dengan kualitas sumber daya manusia yang mumpuni agar mampu mengelola potensi daerah secara optimal.

“Yang juga menjadi fokus adalah penciptaan lapangan kerja. Untuk mengelola SDM, dibutuhkan modal, teknologi, keterampilan, dan pasar,” jelasnya.

Mulhanan menambahkan, program pemerintah seperti hilirisasi, kedaulatan pangan.

Hingga kedaulatan energi dapat menjadi peluang bagi KAHMI untuk berperan serta dalam menciptakan lapangan kerja.

Baca juga: YIMM Tanggung Seluruh Pajak Hadiah Rp1 Miliar untuk Sartina si Miliarder Yamaha Asal Poso

“HMI sebagai organisasi kader, jenjang akhirnya adalah menyebar ke berbagai bidang, seperti politik, akademisi, birokrasi, hingga dunia usaha. Kecuali dunia usaha, bidang lain memiliki keterbatasan jumlah. Sementara dunia usaha atau wiraswasta tidak memiliki batasan usia produktivitas,” ujarnya.

Rakerwil KAHMI Sulteng dihadiri oleh pengurus Majelis Daerah (MD) dari 13 kabupaten dan kota se-Sulteng. 

Selain membahas peta jalan penciptaan lapangan kerja, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan jalan sehat sebagai bagian dari perayaan Milad ke-59 KAHMI.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved