Minggu, 19 April 2026

Sulteng Hari Ini

Gubernur Sulteng Anwar Hafid dan Ketua PKK Donor Darah di HUT ke-80 PMI

Tak hanya donor darah, acara itu juga dimeriahkan olahraga zumba bersama, hingga berbagi 1.000 porsi makanan gratis

Penulis: Robit Silmi | Editor: mahyuddin
HANDOVER/PROKOPIM
DONOR DARAH - Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid dan Ketua PKK Sry Nirwanti Bahasoan menjadi pendonor darah di perayaan HUT Palang Merah Indonesia (PMI). HUT ke-80 PMI itu berlangsung di Gedung DPRD Sulteng, Jl Prof Moh Yamin, Kecamatan Palu Selatan, Kota Palu, Minggu pagi (28/9/2025). 

TRIBUNPALU.COM, PALU - Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid dan Ketua PKK Sry Nirwanti Bahasoan menjadi pendonor darah di perayaan HUT Palang Merah Indonesia (PMI).

HUT ke-80 PMI itu berlangsung di Gedung DPRD Sulteng, Jl Prof Moh Yamin, Kecamatan Palu Selatan, Kota Palu, Minggu pagi (28/9/2025).

Tak hanya donor darah, acara itu juga dimeriahkan olahraga zumba bersama, hingga berbagi 1.000 porsi makanan gratis berupa bakso untuk masyarakat.

Anwar Hafid juga meluncurkan program unggulan PMI Sulteng "Berani Donor Darah" sebagai terobosan untuk mendukung Program BERANI Sehat serta memperkuat ketersediaan darah di Provinsi Sulawesi Tengah 

“Darah itu adalah penyambung kehidupan. Tidak bisa diperjualbelikan seperti obat atau barang lain. Maka, donor darah ini adalah amal yang sangat tinggi nilainya. Rasulullah SAW mengajarkan bahwa sebaik-baik manusia adalah mereka yang bermanfaat bagi sesamanya,” ucap Ketua Demokrat Sulteng tersebut.

Baca juga: Syarifudin Hafid Pimpin Fraksi Demokrat Ikuti Bimtek Nasional di Pacitan

Menurutnya, kebutuhan darah di wilayah Palu, Sigi, dan Donggala mencapai 2.000 kantong per bulan.

Sementara PMI baru bisa menyediakan sekitar 1.800 kantong. 

“Masih ada kekurangan yang harus kita penuhi bersama. Karena itu, saya berharap program Berani Donor Darah menjadi gerakan bersama di masyarakat, instansi pemerintah, sekolah, hingga perusahaan swasta,” ujar Anwar Hafid.

Ketua PMI Provinsi Sulawesi Tengah Moh Hidayat Lamakarate menegaskan komitmen organisasi yang dipimpinnya untuk terus mendukung program pemerintah Berani Sehat. 

Dia menyebut Berani Donor Darah adalah program turunan dari BERANI Sehat yang sangat mulia karena langsung menyentuh kebutuhan masyarakat.

“Kebutuhan darah akan selalu ada. Kita semua harus siap berbagi. Tidak ada cara lain untuk memenuhi kebutuhan darah selain partisipasi masyarakat. PMI akan terus bergerak, melibatkan generasi muda, relawan, dan semua pihak untuk memastikan tidak ada lagi pasien yang kesulitan mendapatkan darah,” jelas Hidayat.

Baca juga: Hj Hestiwati Nanga Terpilih Aklamasi Ketua PMI Parigi Moutong 2025–2030

PMI Sulteng membagikan paket sembako kepada 80 pendonor pertama sebagai bentuk apresiasi.

Selain itu, dilakukan pula penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara PMI dengan pemerintah daerah, Universitas Tadulako, perbankan, perhotelan, perusahaan swasta, asosiasi pembiayaan, hingga jajaran TNI melalui Komando Daerah Militer XXIII/Palaka Wira.

MoU itu menjadi komitmen bersama untuk memperluas gerakan donor darah di Sulawesi Tengah.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved