Jumat, 24 April 2026

Sulteng Hari Ini

Gubernur Anwar Hafid Bakal Resmikan Kantor Sinode GKST di Tentena

Pertemuan berlangsung hangat dengan membahas sejumlah agenda kerja sama antara Pemerintah Provinsi Sulteng dan GKST.

Penulis: Zulfadli | Editor: Fadhila Amalia
Ro Adpim Setdaprov Sulteng
KUNJUNGAN - Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, menerima audiensi Ketua Umum Majelis Sinode Gereja Kristen Sulawesi Tengah (GKST), Pendeta Djadaramo Tasiabe, bersama jajaran di ruang kerjanya, Selasa (30/9/2025). 

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Zulfadli

TRIBUNPALU.COM, PALU – Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, menerima audiensi Ketua Umum Majelis Sinode Gereja Kristen Sulawesi Tengah (GKST), Pendeta Djadaramo Tasiabe, bersama jajaran di ruang kerjanya, Selasa (30/9/2025).

Pertemuan berlangsung hangat dengan membahas sejumlah agenda kerja sama antara Pemerintah Provinsi Sulteng dan GKST.

Pendeta Djadaramo menyampaikan, kunjungan tersebut bertujuan menjalin silaturahmi sekaligus mengucapkan terima kasih atas dukungan Pemprov Sulteng dalam menjaga harmoni dan kerukunan antarumat beragama di daerah.

Baca juga: Peringati Hari Kesaktian Pancasila, PLN Salurkan Beasiswa Pendidikan untuk Lima Mahasiswa Unsrat

“Kami juga berharap Bapak Gubernur berkenan meresmikan Kantor Sinode GKST dan menghadiri kegiatan Pertemuan Raya GKST serta Perayaan HUT ke-70 Perempuan Sinode GKST pada 18 Oktober 2025 di Tentena,” ujarnya.

Menanggapi hal itu, Gubernur Anwar Hafid mengapresiasi pembangunan Kantor Sinode GKST yang akan segera diresmikan. 

Ia menilai keberadaan kantor baru tersebut akan memperkuat peran GKST dalam pelayanan umat sekaligus menjadi pusat aktivitas organisasi gereja yang lebih representatif.

Baca juga: Kumpulan Link Twibbon Hari Batik Nasional 2025 Kamis 2 Oktober: Cocok untuk Update Medsos

“Pemerintah provinsi mendukung penuh setiap upaya yang membawa kebaikan dan mempererat kebersamaan. Saya, insya Allah, akan hadir dalam Pertemuan Raya GKST dan perayaan HUT ke-70 Perempuan Sinode GKST di Tentena nanti,” sebutnya.

Anwar Hafid juga berharap Pertemuan Raya GKST dapat menghasilkan keputusan penting yang memberi kontribusi nyata bagi penguatan peran gereja, terutama dalam menjaga persatuan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat Sulteng.

Dalam kesempatan itu, ia mengenang masa tugasnya di Malili, Kabupaten Luwu Timur, di mana dirinya memiliki ikatan emosional dengan komunitas GKST setempat. 

Ia berharap hubungan baik yang telah terjalin sejak lama dapat terus berlanjut dengan Pemprov Sulteng.

Tak hanya itu, Gubernur menegaskan komitmen pemerintah dalam meningkatkan infrastruktur penunjang masyarakat. 

Baca juga: Jaga Daya Beli, Pemerintah Kunci Tarif Listrik PLN Hingga Akhir 2025

Tahun ini, Pemprov Sulteng mulai mengerjakan perbaikan jalan Tolusu–Pendolo dengan skema multiyears, serta akan memperbaiki jalur Tentena–Bada–Napu.

“Perbaikan jalan ini diharapkan memberi akses lebih baik bagi masyarakat, sekaligus mendukung peningkatan kunjungan wisata ke Sulawesi Tengah, termasuk ke Festival Danau Poso yang menjadi agenda unggulan,” pungkasnya.

Baca juga: Hasil Liga Champions Tadi Malam: PSG Tundukan Barcelona, Kemenangan Man City Buyar di Menit Akhir

Pendirian Sinode GKST (1939 - 1947)

1. Gagasan Gereja Pribumi Mandiri (1939)

Pada sebuah konferensi tahun 1939, mulai muncul pemikiran yang diinisiasi oleh J. Kruyt (putra dari A.C. Kruyt) tentang perlunya mengorganisasi Gereja pribumi Sulawesi Tengah secara keseluruhan agar dapat berdiri sendiri.

2. Desakan Perang Dunia II

Masa Perang Dunia II dan pendudukan Jepang mempercepat proses kemandirian gereja. 

Para penginjil membentuk klasis-klasis (setara dengan wilayah gerejawi) dan mengangkat ketua-ketua klasis pribumi untuk memimpin gereja selama masa perang.

3. Sinode Pertama dan Pendirian GKST (1947)

Setelah Perang Dunia selesai, persiapan untuk gereja mandiri dilaksanakan. Puncaknya adalah:

Pelaksanaan Sinode Pertama: Dilaksanakan di Tentena pada tanggal 14-19 Oktober 1947.

Penetapan GKST: Pada tanggal 18 Oktober 1947, Sinode Pertama menetapkan berdirinya Gereja Kristen Sulawesi Tengah (GKST). Tanggal ini secara resmi diperingati sebagai hari lahirnya GKST.

Baca juga: Wanita Viral Hina Suku Kaili di Medsos Jalani Sanksi Adat di Kota Palu

Sistem Gereja: GKST menganut sistem Presbyterial Sinodal, yang berarti pemerintahan gereja dijalankan secara sinodal (melalui persidangan sinode) dengan badan-badan jemaat (presbiter) sebagai pelaksananya.
 
Perkembangan Pasca-Kemandirian

Keanggotaan Internasional: Pada tahun 1948, GKST menjadi anggota Dewan Gereja se-Dunia (World Council of Churches).

Keanggotaan Nasional: Pada tahun 1950, GKST menjadi anggota Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI).
Pergumulan Sejarah: GKST melewati masa-masa sulit seperti pergolakan DI/TII (1950-1965) dan PERMESTA (1957), serta tragedi konflik di Poso di awal abad ke-21.

Pemekaran: Seiring perkembangannya, sebagian wilayah pelayanan GKST memisahkan diri menjadi gereja yang berdiri sendiri, seperti Gereja Kristen di Luwuk Banggai (GKLB) pada tahun 1966.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved