Sulteng Hari Ini
KADIN Parimo Minta Pemprov Sulteng Tak Tunda Regulasi Industri Durian
Ia menilai regulasi dari Pemprov Sulteng mendesak agar seluruh pihak diuntungkan dan Pendapatan Asli Daerah meningkat.
Penulis: Abdul Humul Faaiz | Editor: Regina Goldie
Laporan Wartawan TribunPalu.com, Abdul Humul Faaiz
TRIBUNPALU.COM, PARIMO – KADIN Parigi Moutong mendorong Pemprov Sulawesi Tengah segera menyusun regulasi khusus sektor durian.
Ketua KADIN Parimo, Faradiba Zaenong, menekankan aturan itu penting untuk melindungi petani dan mendukung investasi.
“Durian kini menjadi komoditas unggulan Sulteng dengan permintaan besar dari pasar internasional, terutama Tiongkok,” ujarnya, Kamis (2/9/2025).
Menurut Faradiba, potensi durian tersebar hampir di seluruh kabupaten, termasuk Poso, Sigi, Donggala, Morowali, Buol, dan Tolitoli.
Baca juga: Ditinggal ke Akad Nikah, Rumah Warga Bualemo Banggai Terbakar
Ia menilai regulasi dari Pemprov Sulteng mendesak agar seluruh pihak diuntungkan dan Pendapatan Asli Daerah meningkat.
Faradiba menyebut regulasi harus memuat sejumlah poin penting untuk standarisasi kualitas durian sesuai standar internasional.
Ia menambahkan, transparansi harga antara petani dan pengelola gudang atau peking house durian juga sangat penting.
“Transparansi harga akan melindungi petani dari praktik merugikan dan menciptakan iklim usaha sehat,” jelas Faradiba.
Menurutnya, rantai pasok durian mulai terbentuk dan meluas, termasuk di Parimo dan Kota Palu.
Baca juga: Kemendagri Dukung Morowali Perkuat Tata Kelola Keuangan Daerah
Karena itu, regulasi pemerintah sangat dibutuhkan agar perdagangan durian berjalan transparan, teratur, dan mendukung investasi jangka panjang.
Faradiba menegaskan, regulasi juga memberi kepastian hukum bagi investor sektor durian di Sulteng.
“Dengan regulasi, seluruh pihak mulai dari petani, pengusaha, hingga pemerintah bisa memperoleh manfaat seimbang,” ujarnya.
KADIN Parimo optimistis, regulasi yang segera diwujudkan akan menjadikan durian motor penggerak ekonomi baru Sulteng.
Baca juga: Beras Tak Lagi Jadi Penyebab inflasi di Luwuk Banggai
Selain meningkatkan kesejahteraan petani, sektor durian berpotensi menyerap ribuan tenaga kerja dan menambah PAD daerah.
Faradiba menekankan, momentum ini jangan sampai terlewatkan oleh pemerintah maupun pelaku usaha.
“Kadin Parimo berharap Pemprov Sulteng tidak menunda penyusunan regulasi agar durian tetap mendatangkan manfaat luas,” pungkasnya. (*)
| Kejati Sulteng Paparkan Capaian Nuzul Rahmat 9 Bulan, Selamatkan Rp27 Miliar |
|
|---|
| Polda Sulteng Bekuk 6 Kurir Bawa 16 Kg Sabu di Bandara Mutiara Sis Al-Jufri Palu |
|
|---|
| Upacara Peringati Hari Otonomi Daerah Ke-30, Anwar Hafid: Pelayanan Masyarakat |
|
|---|
| Program Banmas Presiden Prabowo 2026, 14 Sapi Kurban Bakal Disalurkan ke Seluruh Sulteng |
|
|---|
| Wagub Sulteng Tutup Turnamen Gateball Kartini II 2026, Dorong Perempuan Berdaya |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palu/foto/bank/originals/1000222384__1_jpg.jpg)