Rabu, 20 Mei 2026

Donggala Hari Ini

Tenun Donggala Desa Towale Bersiap Tembus Pasar Global

Kegiatan ini menjadi yang pertama kali digelar dan menghasilkan kerja sama jangka panjang selama lima tahun, mulai 2025 hingga 2030.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Misna Jayanti | Editor: Regina Goldie

Ringkasan Berita:
  • Acara Utama: Event Networking of Tenun Central Sulawesi.
  • Mitra Global: Melibatkan Zulhal Kuvan Mills, Presiden CEO Eco Fashion Week Australia.
  • Pusat Operasional: Desa Towale, Kecamatan Banawa Tengah, Kabupaten Donggala ditetapkan sebagai pusat kegiatan.
  • Peresmian: Dibuka langsung oleh Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid (9/12/2025).


Laporan Wartawan TribunPalu, Misna Jayanti

TRIBUNPALU.COM, DONGGALA - Tenun Donggala dari Desa Towale bersiap menembus pasar global setelah digelarnya Event Networking of Tenun Central Sulawesi yang melibatkan Presiden CEO Eco Fashion Week Australia, Zulhal Kuvan Mills.

Event Networking of Tenun Central Sulawesi itu dibuka Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid di Pantai Karampuana, Desa Towale, Kecamatan Banawa Tengah, Kabupaten Donggala, Selasa (9/12/2025).

Kegiatan ini menjadi yang pertama kali digelar dan menghasilkan kerja sama jangka panjang selama lima tahun, mulai 2025 hingga 2030, yang akan dipusatkan di Desa Towale.

Kepala Desa Towale, Mohammad Subhan menyambut hangat dan penuh antusias terbukanya akses pasar internasional tersebut untuk mengenalkan Tenun Donggala ke berbagai negara.

Baca juga: Evaluasi TP3S, Wagub Sulteng Soroti Peran Kader dan Akurasi Data Stunting

“Kami bersyukur Desa Towale mulai dilirik dunia sebagai pusat sarung tenun Donggala,” ujarnya saat ditemui di Kantor Desa Towale, Selasa (16/12/2025)

Ia mengatakan, kerja sama ini diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan pengrajin sekaligus menjaga keberlanjutan budaya tenun yang telah diwariskan secara turun-temurun.

"Kami berharap kolaborasi ini benar-benar berkelanjutan, sehingga pengrajin bisa mandiri dan sejahtera tanpa meninggalkan nilai budaya," ucap Subhan sembari menebar senyum penuh harap.

Dalam kerja sama ini, pengrajin diminta menyesuaikan produk dengan selera pasar global, seperti mengurangi penggunaan benang emas dan plastik, serta lebih menonjolkan kesan alami dan tradisional.

Melalui kolaborasi ini, Tenun Donggala diharapkan tidak hanya dikenal sebagai warisan budaya lokal, tetapi juga mampu bersaing di industri fesyen berkelanjutan dunia.

Baca juga: Demo Buruh IMIP Morowali Serukan Tuntutan Perbaikan Kesejahteraan

Kelebihan Tenun Donggala 

Tenun Donggala unggul karena teksturnya yang jauh lebih halus, ringan, dan lembut dibandingkan tenun lainnya karena dominasi penggunaan benang sutra.

Secara visual, kain ini memiliki kilau mewah yang khas dengan perpaduan motif rumit seperti teknik ikat dan sulam tambahan dalam satu kain, menjadikannya terlihat lebih elegan dan jatuh di badan saat dikenakan.

Selain aspek estetika, nilai prestisiusnya sebagai "kain bangsawan" memberikan kesan wibawa yang lebih kuat bagi pemakainya dibandingkan tenun berbahan katun yang cenderung lebih kaku dan kasual. (*)

 

Sumber: Tribun Palu
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved