Kamis, 9 April 2026

Sulteng Hari Ini

Pemprov Sulteng Tegaskan Masterplan Darat–Laut Jadi Landasan Pembangunan Berkelanjutan

Kegiatan ini berlangsung di Ruang Polibu, Kantor Gubernur Sulteng, Jl Sam Ratulangi, Kelurahan Besusu Barat, Kecamatan Palu Timur, Kota Palu.

Penulis: Zulfadli | Editor: Fadhila Amalia
TribunPalu/Zulfadli/Zulfadli
PENYUSUNAN MASTERPLAN - Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah menegaskan bahwa penyusunan Masterplan Pengelolaan Terpadu Bentang Darat dan Laut merupakan langkah strategis untuk menjadi landasan pembangunan berkelanjutan di provinsi ini. 
Ringkasan Berita:
  • Pemerintah Sulteng menyusun Masterplan Pengelolaan Terpadu Bentang Darat dan Laut untuk pembangunan berkelanjutan, mengintegrasikan ekosistem darat dan laut.
  • Proyek SOLUSI, didukung oleh Pemerintah Indonesia dan Jerman, bertujuan mengatasi tantangan lingkungan dan meningkatkan ketahanan terhadap bencana.
  • Konsultasi publik diadakan untuk menyempurnakan draf Masterplan sebagai acuan kebijakan pembangunan daerah, dengan fokus pada keberlanjutan ekonomi dan investasi.

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Zulfadli

TRIBUNPALU.COM, PALU – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah menegaskan bahwa penyusunan Masterplan Pengelolaan Terpadu Bentang Darat dan Laut merupakan langkah strategis untuk menjadi landasan pembangunan berkelanjutan di provinsi ini.

Pernyataan tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Tengah, Novalina, saat membuka konsultasi publik yang digelar CIFOR-ICRAF Indonesia bersama Pokja Solutions for Integrated Land and Seascape Management in Indonesia (Pokja SOLUSI) Sulawesi Tengah.

Baca juga: Harga HP Infinix 2025: Infinix GT 30, Infinix HOT 60 Pro+, Infinix Note 50s, Infinix Hot 60i

Kegiatan ini berlangsung di Ruang Polibu, Kantor Gubernur Sulteng, Jl Sam Ratulangi, Kelurahan Besusu Barat, Kecamatan Palu Timur, Kota Palu, Kamis (18/12/2025). 

Novalina menekankan bahwa Masterplan ini merupakan output Proyek SOLUSI, kemitraan Pemerintah Indonesia dan Jerman melalui Bappenas dan BMUV bertujuan menyatukan pengelolaan ruang darat dan laut dalam satu ekosistem.

“Integrasi ini penting karena aktivitas di hulu memengaruhi kualitas wilayah pesisir dan laut, sementara kondisi laut menentukan keberlanjutan perikanan dan ekonomi masyarakat pesisir,” ujarnya. 

Novalina menambahkan, perencanaan ini juga mendorong ekonomi hijau dan biru yang adil serta berkelanjutan.

Baca juga: Harga Terbaru HP Xiaomi Redmi Poco 2025:Poco F8 Pro, Poco F8 Ultra, Xiaomi 17, Xiaomi 15T, Redmi 15R

Menurut Novalina, Sulawesi Tengah memiliki keanekaragaman hayati tinggi, dengan hutan luas, sungai besar, kawasan pesisir, pulau-pulau kecil, serta akses strategis ke Teluk Tomini dan Selat Makassar. 

Namun, potensi besar tersebut diiringi tantangan, seperti alih fungsi lahan, penurunan kualitas lingkungan pesisir, kurangnya integrasi tata ruang, meningkatnya risiko bencana hidrometeorologi, dan keterbatasan data spasial terpadu.

“Kondisi ini menegaskan perlunya perencanaan yang tidak hanya memotret keadaan saat ini, tetapi juga memproyeksikan kebutuhan ruang dan risiko bencana di masa depan,” tegas Novalina.

Selama satu tahun terakhir, Pokja SOLUSI bersama ICRAF dan konsorsium telah melakukan pemetaan kondisi ekologis darat dan laut, integrasi data spasial dan statistik, analisis skenario pembangunan, pendalaman sektor kehutanan, pertanian, perikanan, dan pesisir, serta penyusunan strategi dan intervensi.

Novalina menekankan bahwa konsultasi publik ini menjadi kesempatan penting untuk menyempurnakan draf Masterplan agar dapat dijadikan acuan kebijakan pembangunan daerah, termasuk RPJMD, harmonisasi RTRW Provinsi, serta rencana sektoral di bidang kehutanan, pertanian, perikanan, dan lingkungan hidup.

Baca juga: Harga HP Samsung Akhir 2025: Samsung Galaxy S25 FE, Galaxy Z Fold 7, Galaxy S25 Edge, Galaxy A56

“Dokumen Masterplan yang baik tidak hanya berbasis teknis, tetapi juga memperhatikan potensi ekonomi hijau dan biru, peluang investasi berkelanjutan, kemitraan publik-swasta, dan keberlanjutan mata pencaharian masyarakat yang hidup di sekitar hutan, pesisir, dan kawasan perairan,” pungkas Novalina.(*)

Sumber: Tribun Palu
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved