Sabtu, 23 Mei 2026

Donggala Hari Ini

Wagub Sulteng Tekankan Akurasi Data Stunting, Minta Petugas Dampingi Enumerator

Dengan nada tegas namun tenang, Reny mengingatkan seluruh petugas lapangan di desa agar siap mendampingi enumerator.

Tayang:
Penulis: Misna Jayanti | Editor: Regina Goldie
Tribunnews.com/Misna Jayanti
Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, Reny Lamadjido, menekankan pentingnya akurasi data dalam Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) yang akan kembali dilaksanakan tahun depan. 

Laporan Wartawan TribunPalu, Misna Jayanti

TRIBUNPALU.COM, DONGGALA - Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, Reny Lamadjido, menekankan pentingnya akurasi data dalam Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) yang akan kembali dilaksanakan tahun depan.

Hal itu ia ungkapkan saat memberikan sambutan pada pencanangan program Berani Pelita Hati oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, di Desa Nupabomba, Kecamatan Tanantovea, Kabupaten Donggala. Sabtu (20/12/2025)

Dengan nada tegas namun tenang, Reny mengingatkan seluruh petugas lapangan di desa agar siap mendampingi enumerator demi menghindari kesalahan pendataan, khususnya dalam pengukuran panjang badan anak.

“Sulawesi Tengah saat ini berada di angka 9,6 persen berdasarkan FTTJBN. Tapi saat survei, semua harus siap agar datanya valid,” ujar Reny saat menyampaikan sambutan mengenakan kemeja lapangan berwarna hijau bertuliskan Berani Pelita Hati di punggungnya dipadukan dengan jilbab abu-abu.

Baca juga: Alumni 2002 Smansa Palu Gelar Sunatan Massal dan Cek Kesehatan Gratis di Citraland Palu

Ia mengungkapkan, fluktuasi angka Stunting selama ini salah satunya disebabkan kesalahan pengukuran. 

Karena itu, dengan adanya anggaran Rp5,6 miliar tersebut, Pemprov Sulteng melalui Dinas Kesehatan Provinsi Sulteng akan melakukan pengadaan alat antropometri standar.

Wagub juga mengajak Tim Penggerak PKK provinsi serta kabupaten/kota untuk aktif mendampingi petugas survei di lapangan.

Berdasarkan data prevalensi Stunting Sulawesi Tengah tercatat di bawah angka nasional, sementara Kabupaten Donggala berada di posisi 19,6 persen.

Baca juga: BREAKING NEWS: Dewan Pengupahan Tetapkan UMP Sulteng 2026 Sebesar Rp3.179.565

“Target kita 2029 turun di 14,2 persen, dan pada 2045 Stunting diharapkan bisa ditekan hingga 5 persen,” kata Reny yang juga mantan Direktur RSUD Undata Palu.

Selain Stunting 26,1 persen, mantan Wali Kota Palu itu menyebut wasting berada di angka 11,2 persen, underweight 24,2 persen, serta overweight 2,6 persen. 

Lebih lanjut, ia menegaskan program makanan bergizi tidak boleh disamaratakan, terutama bagi anak yang sudah kelebihan berat badan.

Menutup sambutannya, Reny mengingatkan masyarakat agar tidak takut terhadap pemasangan stiker berwarna pink penanda Stunting.

“Stunting bukan penyakit menular. Ini ikhtiar kita bersama agar anak-anak tumbuh sehat dan berkualitas,” pungkasnya. (*)

Sumber: Tribun Palu
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved