Sabtu, 23 Mei 2026

Bicara BERANI Cerdas

Mengintip Perjuangan Willy, Nyaris Berhenti Kuliah Terselamatkan Berkat Berani Cerdas

Sebelum mendapatkan bantuan, kondisi finansial keluarga Willy memang terbilang terseok-seok semenjak sang ibu berjuang sendirian.

Tayang:
Editor: Regina Goldie
Ringkasan Berita:
  • Willy, seorang mahasiswa prodi Gizi di Universitas Tadulako (Untad) Palu, sempat berniat berhenti kuliah karena kesulitan membayar Uang Kuliah Tunggal (UKT) tinggi. 
  • Ibunya yang menjadi tulang punggung keluarga, sementara Willy juga ikut bekerja paruh waktu menjaga stan motor listrik untuk membantu biaya hidup.
  • Kondisi tersebut mulai membaik setelah Willy mendapatkan bantuan dari program Beasiswa Berani Cerdas.

TRIBUNPALU.COM - Impian Willy, seorang mahasiswa program studi Gizi di Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tadulako (Untad), untuk meraih gelar sarjana nyaris kandas di tengah jalan.

Terhimpit tingginya biaya Uang Kuliah Tunggal (UKT) dan keterbatasan ekonomi keluarga, pemuda yang kini tinggal bersama saudaranya di Huntap Petobo ini sempat pasrah dan berpikir untuk berhenti kuliah karena merasa tidak akan mampu membayar biaya pendidikan yang cukup besar tersebut.

Sebelum mendapatkan bantuan, kondisi finansial keluarga Willy memang terbilang sangat terseok-seok semenjak sang ibu berjuang sendirian membiayai kuliahnya.

Ibunya yang menjadi tulang punggung utama harus membanting tulang dengan melakoni dua pekerjaan sekaligus, yakni sebagai pembuat kue dan asisten rumah tangga.

Baca juga: Permainan Tradisional Palu Hadirkan Nostalgia Masa Kecil, Farha : Suasana Yang Paling Dirindukan

Sadar beban ibunya sangat berat, Willy tidak tinggal diam dan sempat mengambil pekerjaan sampingan menjaga stan motor listrik di kawasan Kantor Wali Kota Palu demi membantu menyambung hidup.

Meski sudah ikut bekerja paruh waktu, Willy mengaku penghasilan mereka masih jauh dari kata cukup untuk melunasi UKT prodi Gizi yang tergolong tinggi, hingga ia sempat berada di titik ragu untuk melanjutkan semester berikutnya.

Titik terang kemudian muncul saat seorang teman mengenalkan Willy pada program Beasiswa Berani Cerdas.

Meski awalnya dirundung rasa ragu dan sempat putus harapan karena proses administrasi dan pencairan yang memakan waktu cukup lama, Willy akhirnya bisa bernapas lega.

Baca juga: Ayo Bermain Palu Beri Ruang Untuk Warga Rasakan Permainan Tradisional

Begitu dana beasiswa tersebut resmi tersalurkan, rasa bahagia dan haru langsung menyelimuti perasaannya karena masa depan akademisnya kini telah terselamatkan.

Bantuan finansial dari pemerintah ini diakuinya menjadi penyelamat yang tidak hanya membuat Willy bisa terus memegang status sebagai mahasiswa aktif, tetapi juga berhasil mengangkat beban berat yang selama ini dipikul oleh ibunya.

Atas manfaat besar yang diterimanya, Willy menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid yang telah menginisiasi program pro-rakyat tersebut. 

Ia menaruh harapan besar agar Beasiswa Berani Cerdas ini dapat terus dipertahankan dan dilaksanakan secara berkelanjutan demi membantu mahasiswa lain di Sulawesi Tengah yang memiliki keterbatasan ekonomi serupa agar tidak putus sekolah. (*)

Sumber: Tribun Palu
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved