Selasa, 5 Mei 2026

Sulteng Hari Ini

Sepanjang 2025, Program Berani Lancar Tangani 212,56 Km Jalan di Sulawesi Tengah

Dalam kesempatan itu, gubernur menegaskan bahwa seluruh program pembangunan daerah dirancang saling terhubung dan tidak dapat berjalan.

Tayang:
Penulis: Zulfadli | Editor: Regina Goldie
Handover
Sepanjang tahun 2025, Pemerintahan BERANI (Bersama Anwar–Reny) mencatat capaian di sektor infrastruktur melalui Program BERANI Lancar dengan menangani total 212,56 kilometer jalan di berbagai wilayah Sulawesi Tengah.  

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Zulfadli

TRIBUNPALU.COM, PALU – Sepanjang tahun 2025, Pemerintahan BERANI (Bersama Anwar–Reny) mencatat capaian di sektor infrastruktur melalui Program BERANI Lancar dengan menangani total 212,56 kilometer jalan di berbagai wilayah Sulawesi Tengah

Program ini menjadi fondasi utama dalam menggerakkan Sembilan Program BERANI yang dijalankan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah.

Capaian tersebut disampaikan Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid dalam Live Podcast Akhir Tahun bertajuk “Setahun 9 Program BERANI, dari Janji Menjadi Bukti”, Senin (29/12/2025). 

Dalam kesempatan itu, gubernur menegaskan bahwa seluruh program pembangunan daerah dirancang saling terhubung dan tidak dapat berjalan sendiri-sendiri.

“Sebetulnya kalau kita lihat, sembilan BERANI ini tidak ada yang berdiri sendiri. Semuanya saling berkoneksi dan saling mendukung. Dari sembilan program itu, kunci utamanya memang ada di Berani Lancar, karena tanpa jalan yang baik, program cerdas, sehat, panen raya, sampai tangkap banyak tidak akan berjalan maksimal,” ujar Anwar Hafid.

Berdasarkan data Dinas Bina Marga Provinsi Sulawesi Tengah, sepanjang 2025 penanganan jalan dilakukan pada ruas jalan provinsi maupun jalan desa yang tersebar di Kabupaten Poso, Donggala, Sigi, Parigi Moutong, Morowali, Morowali Utara, Buol, Banggai, Tolitoli, serta Kota Palu. 

• Polres Parigi Moutong Intensifkan Patroli Malam, Pastikan Situasi Aman Jelang Malam Tahun Baru 2026

Penanganan tersebut meliputi kegiatan rekonstruksi, rehabilitasi, pemeliharaan rutin, hingga penanganan darurat akibat bencana, termasuk pembangunan dan perbaikan jembatan.

Sejumlah ruas strategis turut menjadi prioritas, antara lain jalur penghubung antarkawasan di Poso, Sigi, Donggala, Parigi Moutong, Morowali, dan Morowali Utara. 

Selain itu, ruas-ruas jalan desa yang selama ini menjadi akses utama masyarakat menuju sekolah, fasilitas kesehatan, sentra pertanian, perikanan, dan kawasan ekonomi juga mendapat penanganan.

Gubernur Anwar Hafid mengakui keterbatasan kapasitas fiskal daerah menjadi tantangan tersendiri, mengingat APBD juga harus menopang program prioritas lain seperti BERANI Cerdas dan BERANI Sehat. 

Karena itu, tidak seluruh ruas jalan dapat diselesaikan dalam satu tahun anggaran.

“Dengan kemampuan fiskal yang ada, kita memang tidak bisa menuntaskan semuanya dalam satu kali anggaran. Tapi yang sudah kita mulai ini pasti kita lanjutkan sampai selesai. Prinsipnya, tidak boleh ada pekerjaan yang ditinggalkan di tengah jalan,” tegasnya.

Memasuki tahun 2026, Pemerintahan BERANI akan melanjutkan penguatan Program BERANI Lancar melalui skema pembangunan multiyears untuk sejumlah ruas strategis yang selama ini kerap dikeluhkan masyarakat. 

Di antaranya Jalan Lingkar Kepala Burung di Kabupaten Banggai, jalan lingkar Pulau Togean, serta pembukaan jalan potong menuju Kabupaten Buol yang diperkirakan dapat memangkas waktu tempuh hingga tiga sampai empat jam.

Selain itu, ruas penghubung antarwilayah seperti Ampana–Toili, jalur Sulawesi Tengah–Sulawesi Selatan, serta akses menuju kawasan wisata dan sentra produksi juga masuk dalam agenda lanjutan pembangunan.

• Bupati Banggai Hadiri Perayaan Natal Oikumene 2025, Beri Doorprize ke Yerusalem

Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah juga menjalankan Program 1.000 Km Tol Desa sebagai bentuk dukungan terhadap pembangunan jalan kabupaten dan desa berdasarkan usulan pemerintah daerah setempat. 

Program ini ditujukan untuk membuka keterisolasian wilayah pedesaan dan mempercepat konektivitas antarwilayah.

Dalam pelaksanaannya, Pemprov Sulteng tidak hanya mengandalkan APBD, tetapi juga memanfaatkan dukungan pemerintah pusat melalui skema Inpres Jalan Daerah, serta menjalin kerja sama dengan dunia usaha, khususnya di wilayah pertambangan dan kawasan industri.

Menutup pemaparannya, Gubernur Anwar Hafid menegaskan bahwa pembangunan jalan tidak hanya berorientasi pada fisik, tetapi juga menyangkut keselamatan dan kualitas hidup masyarakat.

“Kalau transportasi kita sudah lancar, saya berharap tidak ada lagi cerita masyarakat kesulitan ke sekolah atau ke rumah sakit, bahkan sampai ada ibu yang melahirkan di jalan karena akses yang tidak memadai. Itulah esensi Berani Lancar sebagai fondasi pembangunan kita,” pungkasnya.

Melalui penguatan Program BERANI Lancar yang terintegrasi dengan program BERANI lainnya, Pemerintahan BERANI menargetkan terwujudnya konektivitas wilayah yang lebih baik, pelayanan publik yang semakin mudah dijangkau, serta pemerataan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat di seluruh Sulawesi Tengah. (*)

Sumber: Tribun Palu
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved