Parigi Moutong Hari Ini

BPBD Parimo Imbau Warga Pesisir Waspada Banjir Rob Selama Musim Hujan

Puncak musim hujan di Sulawesi Tengah umumnya berlangsung pada Desember hingga Januari, Bencana Hidrometeorologi menjadi perhatian.

Editor: Regina Goldie
handover
Ilustrasi Banjir - BPBD mengimbau masyarakat pesisir untuk meningkatkan kewaspadaan selama musim hujan berlangsung. 

TRIBUNPALU.COM, PARIGI MOUTONG - BPBD mengimbau masyarakat pesisir untuk meningkatkan kewaspadaan selama musim hujan berlangsung.

Badan Penanggulangan Bencana Dserah (BPBD) Parigi Moutong juga memperkuat langkah antisipasi bencana menyusul masih berlangsungnya musim penghujan yang diperkirakan hingga akhir April 2026.

Berdasarkan perkiraan BMKG, wilayah Parigi Moutong telah memasuki musim hujan sejak dua bulan terakhir, dengan potensi peningkatan intensitas hujan masih dapat terjadi.

Puncak musim hujan di Sulawesi Tengah umumnya berlangsung pada Desember hingga Januari, sehingga risiko Bencana Hidrometeorologi tetap menjadi perhatian.

Menindaklanjuti kondisi tersebut, BPBD Parigi Moutong telah melakukan langkah mitigasi sejak tiga bulan terakhir.

Baca juga: Sat Binmas Polres Touna Aktifkan Kembali Pos Kamling dan Ronda Malam di Desa Uetoli

Upaya mitigasi difokuskan pada penanganan sungai dan saluran air yang dinilai kerap meluap saat hujan deras.

Kegiatan tersebut dilakukan sejak Oktober hingga Desember dengan memanfaatkan alat berat yang dipinjam dari BPBD Provinsi Sulawesi Tengah serta koperasi di Parigi.

Normalisasi sungai, penggalian parit, dan pembersihan saluran air dilakukan di 22 titik yang dianggap rawan meluap ke permukiman, pertanian, dan perkebunan warga.

Kepala BPBD Parigi Moutong, Rivai menyampaikan bahwa langkah ini merupakan bagian dari mitigasi awal sebelum puncak musim hujan.

“Selama tiga bulan terakhir kami fokus pada mitigasi, terutama normalisasi sungai dan saluran air di titik-titik rawan banjir,” ujarnya kepada TribunPalu.com, Selasa (6/1/2026).

Selain mitigasi fisik, BPBD Parigi Moutong juga memperkuat koordinasi lintas sektor.

Pada akhir Desember lalu, BPBD mengundang berbagai pemangku kepentingan kebencanaan, termasuk unsur TNI dan Polri.

Forum tersebut membahas penanganan bencana secara terpadu, mengingat kebencanaan tidak dapat ditangani oleh satu instansi saja.

Baca juga: BPBD Parimo Akan Normalisasi Sungai dan Saluran Air di 22 Titik Rawan

Sumber: Tribun Palu
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved