Sabtu, 18 April 2026

Cuaca Ekstrem Sulteng

400 Warga Donggala Terisolir Akibat Putusnya Jembatan dan Jalan Akibat Banjir-Longsor

BPBD Donggala bersama instansi terkait saat ini menunggu alat berat untuk membangun jembatan darurat di Desa Labuan Lumbubaka.

Editor: Fadhila Amalia
Misna/TribunPalu
CUACA EKSTREM - Terputusnya akses jalan dan jembatan akibat longsor membuat Dusun Sisere, Desa Labuan Toposo, Kecamatan Labuan, Kabupaten Donggala, terisolir sejak Minggu (11/2/2026). 
Ringkasan Berita:
  • Warga terisolir: Sekitar 400 warga di Dusun Sisere dan Lumbubaka, Kecamatan Labuan, Donggala, terisolir akibat putusnya jembatan dan jalan.
  • Prioritas penanganan: BPBD fokus pada pemenuhan kebutuhan dasar seperti sembako dan pembangunan jembatan darurat untuk membuka akses vital masyarakat.
  • Kendala akses: Terbatasnya listrik dan internet menjadi tantangan, diharapkan akses normal kembali dalam beberapa hari ke depan.

TRIBUNPALU.COM, DONGGALA – Sekitar 400 warga terisolir akibat putusnya jembatan dan akses jalan di Dusun Sisere, Desa Labuan Toposo, dan Desa Labuan Lumbubaka, Kecamatan Labuan, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, menyusul banjir dan longsor.

Kepala BPBD Donggala, Abdul Muin, menyatakan pihaknya memprioritaskan pemenuhan kebutuhan dasar warga terdampak, termasuk distribusi sembako.

“Walaupun tidak terdampak langsung, warga di Sisere terisolir. Yang kami carikan saat ini adalah bagaimana kehidupan mereka tetap berjalan, minimal kebutuhan sembako bisa terpenuhi, begitu juga di Lumbubaka,” ujar Abdul Muin, Senin (12/1/2026).

BPBD Donggala bersama instansi terkait saat ini menunggu alat berat untuk membangun jembatan darurat di Desa Labuan Lumbubaka.

Pembangunan jembatan dan pembukaan akses jalan bekas longsor menjadi prioritas karena merupakan akses vital masyarakat.

Kepala BPBD Donggala Abdul Muin.
Kepala BPBD Donggala Abdul Muin. (TribunPalu.com/Misna Jayanti)

“Dusun Sisere sekitar 200 KK, di Lumbubaka juga 200 KK. Jadi, sekitar 400 warga terisolir. Saat ini kami masih menunggu alat berat untuk pembangunan jembatan darurat karena bentangnya cukup panjang,” tambah Abdul Muin.

Selain itu, kendala lain yang dihadapi adalah akses internet terbatas dan listrik yang masih padam.

Pihak BPBD Donggala berharap dalam beberapa hari ke depan akses bisa kembali normal.(*)

Sumber: Tribun Palu
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved