Kematian Pasien Rujukan
BREAKINGNEWS: Ambulans Kehabisan Solar, Bocah di Donggala Telat Dirujuk ke Palu
Peristiwa tersebut menjadi perhatian publik setelah pihak keluarga menyampaikan keluhan melalui media sosial.
Ringkasan Berita:
- Keluarga mengaku ambulans Puskesmas Sabang belum siap digunakan karena masih perlu mengisi solar, sehingga proses keberangkatan pasien menuju Palu tertunda.
- Di tengah kondisi pasien yang terus memburuk, keluarga akhirnya memilih menggunakan ambulans milik sendiri yang telah terisi BBM untuk mempercepat proses rujukan.
- Peristiwa tersebut mendorong keluarga meminta evaluasi terhadap kesiapan operasional ambulans, termasuk ketersediaan BBM dan respons petugas dalam penanganan pasien darurat.
TRIBUNPALU.COM, DONGGALA – Ketersediaan Bahan Bakar Minyak (BBM) untuk ambulans menjadi sorotan dalam kasus meninggalnya seorang bocah asal Kecamatan Dampelas, Kabupaten Donggala, saat dirujuk menuju rumah sakit di Kota Palu.
Pihak keluarga mengungkapkan, ambulans Puskesmas Sabang yang semula akan digunakan untuk membawa pasien belum dapat diberangkatkan karena masih perlu mengisi bahan bakar solar.
Selain itu, pengemudi ambulans juga disebut sulit dihubungi sehingga proses keberangkatan dinilai mengalami keterlambatan.
Diketahui anak tersebut bernama Alby Fahri berumur 10 tahun.
Baca juga: Larangan Parkir Jalur Kanan Jalan Hasanuddin Palu Dikeluhkan, Pedagang Sebut Omzet Anjlok 50 Persen
Anak dari pasangan Kamaruddin dan Sry Alyariani ini sempat mengalami sakit perut yang tidak tertahankan pada Minggu (7/6/2026).
Pasien kemudian dibawa ke Puskesmas Sabang untuk mendapatkan pemeriksaan.
Setelah dilakukan pemeriksaan, dokter disebut menyarankan agar pasien segera dirujuk ke rumah sakit di Kota Palu karena membutuhkan penanganan lanjutan.
Namun, keluarga mengaku sempat mengalami kendala saat proses keberangkatan.
Mereka menyebut terjadi perdebatan dengan petugas terkait penggunaan ambulans dan mekanisme rujukan pasien.
Baca juga: Harga HP Samsung Rabu 10 Juni 2026 : Samsung Galaxy A57 5G, Galaxy A37 5G, Samsung Galaxy S26 Ultra
Menurut keluarga, mereka sebenarnya telah menyiapkan ambulans milik sendiri yang selama ini digunakan untuk membantu pelayanan masyarakat, bahkan kendaraan tersebut telah diisi bahan bakar agar bisa segera diberangkatkan.
Meski demikian, keluarga mengaku diminta menunggu koordinasi lebih lanjut terkait proses rujukan.
Di sisi lain, kondisi pasien disebut terus memburuk.
Dalam unggahan beredar di akun Tiktok @itsaffniii, mengaku mendapat informasi bahwa penggunaan ambulans di luar ambulans puskesmas dapat berpengaruh terhadap administrasi rujukan, pendampingan tenaga kesehatan, penggunaan infus selama perjalanan, hingga pelayanan BPJS.
Keluarga menilai kondisi tersebut membuat proses evakuasi pasien menjadi lebih lama.
Karena khawatir kondisi pasien semakin kritis, keluarga akhirnya memutuskan membawa anak tersebut menggunakan ambulans milik mereka sendiri menuju Kota Palu.
| Pertamax di Sulteng Naik Rp16.650/Liter Mulai 10 Juni, Ini Perbandingan Harga BBM Tiap Provinsi |
|
|---|
| 13 Kode Redeem FF Free Fire Hari Ini Rabu 10 Juni 2026: Klaim Super Item Gratis |
|
|---|
| Dua Warga Sigi Diciduk Satresnarkoba Polresta Palu, 5 Paket Sabu Seberat 3,944 Gram Disita |
|
|---|
| Kode Redeem FF Free Fire Rabu 10 Juni 2026, Gratis Token Fist Split Eclipse |
|
|---|
| Harga Pertamax Naik per Rabu 10 Juni 2026, Ini Harga Terbaru Pertamax di Sulawesi Tengah |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palu/foto/bank/originals/Puskesmas-Sabang-5e76567.jpg)