Rabu, 29 April 2026

PT Vale

Program PPM PT Vale Hidupkan 5 Ha Lahan Tidur Jadi Produktif di Tondowoliu Kolaka

Panen raya itu sekaligus menjadi penguatan ketahanan pangan berbasis komunitas.

Editor: mahyuddin
Handover/PT Vale
PT VALE - Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale) berhasil mengoptimalkan lahan tidur menjadi lahan produktif di Desa Tondowolio, Kecamatan Tanggetada, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara. Perusahaan tambang bagian dari Mining Industry Indonesia (MIND ID) tersebut menggarap lahan tidur seluas 5 hektare untuk jagung pakan. 

TRIBUNPALU.COM - Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale) berhasil mengoptimalkan lahan tidur menjadi lahan produktif di Desa Tondowolio, Kecamatan Tanggetada, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara.

Perusahaan tambang bagian dari Mining Industry Indonesia (MIND ID) tersebut menggarap lahan tidur seluas 5 hektare untuk jagung pakan.

Hasilnya, panen jagung pakan Kelompok Tani Padaidi meningkat.

Panen raya itu sekaligus menjadi penguatan ketahanan pangan berbasis komunitas. 

Kepala Desa Tondowolio Asmanuddin menjelaskan, lahan pertanian dikelola Kelompok Tani Padaidi seluas 27 hektare, namun tidak berlanjut dan terbengkalai. 

“Alhamdulillah, sejak tahun lalu potensi lahan ini kembali dimanfaatkan. Panen hari ini menjadi bukti kebangkitan pertanian berbasis kelompok tani di desa kami,” ujarnya.

Baca juga: Bupati Morowali Apresiasi Pengelolaan Lingkungan Berkelanjutan PT Vale

PPM Vale di Kolaka Panen Jagung
PT VALE - Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale) berhasil mengoptimalkan lahan tidur menjadi lahan produktif di Desa Tondowolio, Kecamatan Tanggetada, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara. Perusahaan tambang bagian dari Mining Industry Indonesia (MIND ID) tersebut menggarap lahan tidur seluas 5 hektare untuk jagung pakan.

Ketua Kelompok Tani Padaidi Baharuddin menyampaikan, hasil panen menunjukkan produktivitas yang menjanjikan, yakni sekitar 6 hingga 7 ton per hektare. 

Kelompok tani yang terbentuk pada November 2023 ini beranggotakan 22 orang dan terus didorong untuk memperluas area tanam.

“Selain hasil panen yang baik, harga jagung pakan di Kolaka juga cukup kompetitif, berkisar antara Rp5.000 hingga Rp6.000 per kilogram. Ini menjadi motivasi kuat bagi kami untuk terus mengembangkan pertanian secara berkelanjutan,” jelasnya.

Head of External Regional and Growth PT Vale Endra Kusuma menyebutkan, Program PPM merupakan wujud dukungan nyata PT Vale dalam mendorong pemberdayaan petani melalui pemanfaatan potensi lokal.

"Kami percaya bahwa kemandirian ekonomi masyarakat adalah fondasi penting bagi pembangunan yang berkelanjutan,” ujar Endra.

Baca juga: Dukung Ketahanan Pangan, PT Vale Salurkan 617 Sak Pupuk di Desa Huko-Huko Kolaka

Ia menambahkan, PT Vale berkomitmen untuk terus bersinergi dengan pemerintah desa dan kelompok masyarakat dalam mengembangkan sektor pertanian sebagai pilar penguatan ekonomi lokal, sejalan dengan prinsip keberlanjutan dan inklusivitas yang menjadi bagian dari strategi perusahaan.

Melalui Program PPM PT Vale Indonesia Tbk IGP Pomalaa, perusahaan menargetkan terciptanya dampak jangka panjang bagi masyarakat, tidak hanya melalui peningkatan produktivitas pertanian, tetapi juga melalui penghidupan kembali lahan-lahan tidur sebagai sumber ekonomi baru.(*)

Sumber: Tribun Palu
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved