Rabu, 17 Juni 2026

Sulteng Hari Ini

Tokoh Poboya Dukung Pernyataan Wakapolda, Tambang Emas Berada di Konsesi Resmi CPM

Aktivitas pertambangan emas tersebut telah menjadi sumber penghidupan utama bagi sebagian besar warga Poboya dan masyarakat sekitar.

Tayang:
Penulis: Zulfadli | Editor: Fadhila Amalia
Handover/Handover
Warga Kelurahan Poboya, Kota Palu, menyatakan dukungan terhadap pernyataan Wakil Kepala Kepolisian Daerah (Wakapolda) Sulawesi Tengah, Brigjen Pol Helmi Kwarta Kusuma Putra Rauf, terkait aktivitas pertambangan emas di wilayah Poboya berada dalam konsesi resmi PT Citra Palu Minerals (CPM). 

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Zulfadli

TRIBUNPALU.COM, PALU - Warga Kelurahan Poboya, Kota Palu, menyatakan dukungan terhadap pernyataan Wakil Kepala Kepolisian Daerah (Wakapolda) Sulawesi Tengah, Brigjen Pol Helmi Kwarta Kusuma Putra Rauf, terkait aktivitas pertambangan emas di wilayah Poboya berada dalam konsesi resmi PT Citra Palu Minerals (CPM).

Pernyataan tersebut disampaikan Wakapolda Sulteng saat menghadiri Grand Opening Kalla Toyota di Jl Juanda, Kelurahan Lolu Selatan, Kecamatan Palu Timur, Kota Palu, Rabu (14/1/2026). 

Baca juga: Subuh Berkah di Masjid Raya Baitul Khairaat: Gubernur Anwar Hafid Perkuat Ikhtiar

Dalam kesempatan itu, Wakapolda menegaskan bahwa aktivitas pertambangan di Poboya tidak serta-merta dapat disebut sebagai Pertambangan Tanpa Izin (PETI), karena berada di dalam wilayah kontrak karya PT CPM.

Menanggapi hal tersebut, tokoh masyarakat Poboya, Miqdat, mengatakan aktivitas masyarakat di kawasan tambang dilakukan berdasarkan komunikasi dan kesepakatan dengan pihak perusahaan selaku pemegang izin resmi.

“Tidak sepenuhnya benar jika Poboya terus dilabeli sebagai PETI. Masyarakat bekerja di wilayah kontrak karya PT CPM. Kami mengambil dan mengelola material di area yang diberikan,” kata Miqdat saat ditemui di kediamannya, Kamis (15/1/2026).

Ia menjelaskan, aktivitas pertambangan emas tersebut telah menjadi sumber penghidupan utama bagi sebagian besar warga Poboya dan masyarakat sekitar.

Baca juga: Muhammad Safri Ajak Umat Muslim Jadikan Isra Miraj sebagai Seruan Menjaga Alam

Karena itu, ia berharap pemerintah dapat menghadirkan solusi yang adil agar masyarakat tetap dapat mencari nafkah tanpa stigma negatif.

“Negara harus hadir mencari jalan keluar. Jangan masyarakat terus disalahkan, tetapi tidak diberikan solusi. Tambang ini menyangkut kebutuhan hidup banyak keluarga,” tegasnya.

Lokasi pertambangan PT CPM di Kelurahan Poboya, Kecamatan Mantikulore, Rabu (9/10/2019).
Lokasi pertambangan PT CPM di Kelurahan Poboya, Kecamatan Mantikulore, Rabu (9/10/2019). (Istimewa)

Terkait penggunaan alat berat, Miqdat menjelaskan alat tersebut digunakan untuk membantu pengambilan material di lokasi yang sulit dijangkau serta mengurangi risiko kecelakaan kerja. Selain itu, penempatan alat berat juga dilakukan untuk mengatur titik-titik rawan.

Ia menambahkan, aktivitas ekonomi di kawasan tambang emas Poboya tidak hanya melibatkan warga setempat, tetapi juga masyarakat dari berbagai wilayah di Kota Palu hingga kabupaten lain di Sulawesi Tengah.

“Ada pekerja sekop, sopir truk, hingga pedagang makanan dan minuman. Rantai ekonomi di sini cukup besar dan menghidupi banyak orang,” ujarnya.

Saat ini, masyarakat Poboya disebut tengah menunggu proses Joint Operation (JO) serta izin penciutan lahan yang telah diajukan bersama masyarakat lingkar tambang kepada pihak terkait sesuai ketentuan perundang-undangan.

Baca juga: Viral Pengendara Motor Bonceng Mayat di Ulunbongka, Ketua DPRD Touna Jadwalkan Pemanggilan Camat

Hal senada disampaikan tokoh pemuda Poboya, Irwansyah. Ia menyatakan dukungan terhadap pernyataan Wakapolda Sulteng dan menegaskan bahwa masyarakat bekerja di wilayah yang memiliki izin resmi PT CPM.

“Pemuda Poboya mendukung apa yang disampaikan Wakapolda. Lokasi kerja masyarakat merupakan hasil kesepakatan dengan perusahaan sambil menunggu proses JO dan izin lanjutan,” ujar Irwansyah, Rabu malam (14/1/2026).

Ia juga menilai keberadaan alat berat penting untuk keselamatan kerja serta membuka akses jalan pengangkutan material. 

Baca juga: Damkar Morowali Ungkap Penyebab Armada Terbalik Saat Menuju Lokasi Kebakaran di Matano

Menurutnya, aktivitas yang dilakukan tetap berada dalam pengawasan perusahaan dengan harapan ke depan pengelolaan tambang berjalan lebih tertib, aman, dan ramah lingkungan.(*)

Sumber: Tribun Palu
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup I - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 02:00 WIB
France
Prancis
3 - 1
Senegal
Senegal
Grup I - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 05:00 WIB
Iraq
Irak
1 - 4
Norway
Norwegia
Grup J - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 08:00 WIB
Argentina
Argentina
3 - 0
Algeria
Aljazair
Grup J - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 11:00 WIB
Austria
Austria
3 - 1
Jordan
Yordania
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved