Dana BOS di Sulteng Belum Cair
Sekolah di Sulteng Dikejar Pembayaran, Biaya Operasional Terhambat Akibat Dana BOS Tertunda
Pihak sekolah belum bisa mencairkannya karena belum ada surat rekomendasi dari Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Tengah.
Ringkasan Berita:
- Sejumlah SMA, SMK, dan SLB di Sulteng mengeluhkan tertundanya pencairan dana BOS meski dana sudah masuk ke rekening sekolah. Pencairan terhambat karena belum ada surat rekomendasi dari Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Tengah.
- Sekolah menghadapi kesulitan dalam memenuhi kewajiban operasional seperti pembayaran listrik dan biaya Wi-Fi untuk Januari 2026.
- Kepala sekolah berharap Dinas Pendidikan Provinsi segera mengeluarkan rekomendasi agar dana BOS bisa dicairkan.
TRIBUNPALU.COM, PALU – Sejumlah sekolah tingkat SMA, SMK, dan Sekolah Luar Biasa (SLB) di Provinsi Sulawesi Tengah mengeluhkan ketidakmampuan mereka dalam mencairkan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) meski dana tersebut telah ditransfer ke rekening masing-masing sekolah.
Keluhan ini disampaikan oleh dua narasumber dari SMA dan SMK di Sulteng ditemui TribunPalu.com, Kamis (5/2/2026).
Berdasarkan informasi dihimpun TribunPalu.com, dana BOS bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan dikelola Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) telah masuk ke rekening sekolah-sekolah bersangkutan.
Baca juga: SKB Sigi Teken PKS dengan Lapas Perempuan Palu, Gelar Pendidikan Kesetaraan untuk WBP
Namun, meski dana telah tersedia, pihak sekolah belum bisa mencairkannya karena belum ada surat rekomendasi dari Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Tengah.
“Sebenarnya, dananya sudah masuk ke rekening sekolah, tetapi kami belum bisa mencairkannya karena kami belum menerima rekomendasi dari Dinas Pendidikan Provinsi,” ungkap salah satu narasumber yang enggan disebutkan namanya.
Beberapa sumber juga menyebutkan bahwa pencairan dana BOS akan dilakukan setelah proses pelantikan kepala sekolah SMA, SMK, dan SLB di Sulteng selesai.
Namun, hingga kini belum ada jadwal pasti terkait pelantikan kepala sekolah tersebut, yang semakin memperburuk situasi.
Sementara itu, para kepala sekolah mengaku kesulitan karena sejumlah kewajiban operasional seperti pembayaran listrik dan biaya internet (Wi-Fi) untuk Januari 2026 telah jatuh tempo.
Mereka terdesak untuk segera mencairkan dana BOS guna memenuhi kebutuhan operasional sekolah yang terus berjalan.
Baca juga: BREAKING NEWS: Dana BOS SMA, SMK, dan SLB di Sulteng Belum Bisa Dicairkan, Sekolah Terjepit Biaya
“Kami sudah dikejar pembayaran listrik dan Wi-Fi untuk Januari 2026. Sementara biaya operasional sekolah terus berjalan. Kami sangat berharap pemerintah provinsi melalui Dinas Pendidikan segera mengeluarkan rekomendasi agar dana BOS bisa segera dicairkan,” harap salah satu narasumber.
Para pihak yang terlibat di sektor pendidikan berharap pemerintah segera mengambil tindakan agar dana BOS dapat segera dicairkan, sehingga proses operasional sekolah tidak terganggu dan kebutuhan dasar seperti listrik serta koneksi internet dapat segera dipenuhi.
Baca juga: DP3A Sigi Dorong PKK Jadi Fasilitator Desa Lewat Sinergi Program BBK PAKAGASI
Dengan tertundanya pencairan dana ini, sejumlah sekolah merasa terancam akan mengalami kendala dalam menjalankan kegiatan belajar mengajar yang tentunya berpengaruh pada kualitas pendidikan di wilayah tersebut. (*)
Sulawesi Tengah
BOS
Biaya Operasional Sekolah (BOS)
APBN
Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN)
Sekolah Luar Biasa (SLB)
SLB
| Kadisdikbud Sigi Ungkap Alasan Dana BOS di Sigi Belum Cair: Terganjal SPJ |
|
|---|
| Disdik Sulteng Pastikan Rekomendasi Dana BOS Sudah Ditandatangani dan Diedarkan |
|
|---|
| Pencairan Dana BOS di Sulteng Segera Terealisasi, Rekomendasi Dikeluarkan Hari Ini |
|
|---|
| Disdik Sulteng Rampungkan Administrasi, Dana BOS Segera Dicairkan |
|
|---|
| Sekolah di Sulteng Keluhkan Dana BOS Belum Bisa Dicairkan, Terkendala Surat Rekomendasi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palu/foto/bank/originals/IMG_9714jpeg.jpg)