Sulteng Hari Ini
Perki Sulteng Ungkap Hampir 200 Kasus Jantung Bawaan Ditemukan Setahun Terakhir
Banyak kasus terlambat terdeteksi karena penyakit jantung bawaan sering tidak menimbulkan gejala pada tahap awal.
Penulis: Zulfadli | Editor: Fadhila Amalia
Ringkasan Berita:
- Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (Perki) Sulawesi Tengah mengungkap hampir 200 kasus kelainan jantung pada anak ditemukan di wilayah Sulawesi Tengah dalam satu tahun terakhir.
- Temuan tersebut disampaikan usai pelaksanaan skrining dini penyakit jantung bawaan dalam rangka CHD Awareness Week 2026.
- Koordinator kegiatan, dr. Julia Sari, menyebut setiap bulan rata-rata ditemukan dua hingga tiga kasus baru, mencakup penyakit jantung bawaan berat.
Laporan Wartawan TribunPalu.com, Zulfadli
TRIBUNPALU.COM, PALU – Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (Perki) Sulawesi Tengah mencatat hampir 200 kasus kelainan jantung pada anak ditemukan dalam satu tahun terakhir di wilayah Sulawesi Tengah.
Hal itu diungkapkan Anggota Perki Sulteng, dr Julia Sari saat ditemui usai menggelar skrining dini penyakit jantung bawaan dalam rangka CHD Awareness Week 2026, di SD IT Bina Insan, Kelurahan Nunu, Kecamatan Tatanga, Kota Palu, Jumat (6/2/2026).
Baca juga: Tinjau Langsung Karhutla, Bupati Parigi Moutong Erwin Burase Minta Pembuatan Kubangan Air di Lokasi
Ia mengatakan temuan tersebut menunjukkan tingginya kasus penyakit jantung pada anak di Sulawesi Tengah.
"Khusus di Sulawesi Tengah, kami menemukan cukup banyak kasus penyakit jantung bawaan. Hampir setiap bulan ditemukan dua sampai tiga kasus baru. Dalam satu tahun terakhir, data yang saya miliki sudah hampir sekitar 200-an kasus penyakit jantung bawaan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, kelainan yang ditemukan tidak hanya penyakit jantung bawaan seperti ASD, VSD, dan PDA, tetapi juga penyakit jantung akibat infeksi serta kelainan katup jantung.
“Termasuk di dalamnya penyakit jantung bawaan berat, penyakit jantung akibat infeksi, serta kelainan katup jantung,” katanya.
Menurut dr Julia, banyak kasus terlambat terdeteksi karena penyakit jantung bawaan sering tidak menimbulkan gejala pada tahap awal.
Baca juga: Harga iPhone 2026 Terbaru: iPhone 13, iPhone 14, iPhone 15, iPhone 16, iPhone 17, iPhone 17E
“Penyakit jantung bawaan ini sering kali tidak terdeteksi dan tidak menimbulkan gejala. Tiba-tiba anak datang sudah dalam kondisi berat,” tuturnya.
Selain itu, keterbatasan akses pemeriksaan juga menjadi kendala bagi sebagian orang tua.
“Ada juga orang tua yang mencurigai anaknya memiliki penyakit jantung bawaan, tetapi kesempatan untuk membawa ke rumah sakit cukup sulit. Apalagi jika tidak memiliki jaminan kesehatan, biaya pemeriksaan EKG dan ekokardiografi cukup mahal,” ujarnya.
Dari ratusan kasus yang tercatat, dr Julia mengungkapkan baru sekitar lima persen anak yang mendapatkan penanganan lanjutan.
“Baru sekitar 5 persen yang mendapatkan penanganan, baik berupa operasi maupun tindakan penutupan transkateter,” ungkapnya.
Baca juga: Prediksi Skor Persib Bandung vs Malut United Malam Ini: Tuan Rumah Bisa Makin Kokoh di Puncak?
Untuk meningkatkan layanan di daerah, Perki Sulteng berencana menghadirkan tim dokter dari Jakarta dalam kegiatan proktorship pada April mendatang guna melakukan tindakan intervensi non-bedah di Sulawesi Tengah.(*)
Sulawesi Tengah
Perki Sulteng
dr Julia
Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indone
kelainan jantung
Kelurahan Nunu
Kecamatan Tatanga
Kota Palu
| Petinggi DPP NasDem Hadiri Rakerwil di Palu, Warga Antusias Serbu Pasar Murah Rp5 Ribu |
|
|---|
| Nafa Urbach Tiba di Palu, Disambut Antusias Warga dan Kader NasDem |
|
|---|
| BP3MI Sulawesi Tengah Fasilitasi Pemulangan Eka Arwati, PMI yang Sempat Viral di Oman |
|
|---|
| Bapenda dan Satlantas Donggala Gelar Razia Pajak Kendaraan, Pelanggar Langsung Ditindak |
|
|---|
| Dinkes Sulteng Minta Warga Periksakan Diri dan Pastikan Imunisasi Balita Lengkap |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palu/foto/bank/originals/Perki-Sulteng-Ungkap-Hampir-200-Kasus-Jantung-Bawaan-Ditemukan-Setahun-Terakhir.jpg)