Rabu, 22 April 2026

Sulteng Hari Ini

Perki Sulteng Ungkap Hampir 200 Kasus Jantung Bawaan Ditemukan Setahun Terakhir

Banyak kasus terlambat terdeteksi karena penyakit jantung bawaan sering tidak menimbulkan gejala pada tahap awal.

Penulis: Zulfadli | Editor: Fadhila Amalia
TribunPalu/Zulfadli/Zulfadli
Skrining dini penyakit jantung bawaan dalam rangka CHD Awareness Week 2026, di SD IT Bina Insan, Kelurahan Nunu, Kecamatan Tatanga, Kota Palu, Jumat (6/2/2026). 
Ringkasan Berita:
  • Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (Perki) Sulawesi Tengah mengungkap hampir 200 kasus kelainan jantung pada anak ditemukan di wilayah Sulawesi Tengah dalam satu tahun terakhir.
  • Temuan tersebut disampaikan usai pelaksanaan skrining dini penyakit jantung bawaan dalam rangka CHD Awareness Week 2026.
  • Koordinator kegiatan, dr. Julia Sari, menyebut setiap bulan rata-rata ditemukan dua hingga tiga kasus baru, mencakup penyakit jantung bawaan berat.

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Zulfadli

TRIBUNPALU.COM, PALU – Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (Perki) Sulawesi Tengah mencatat hampir 200 kasus kelainan jantung pada anak ditemukan dalam satu tahun terakhir di wilayah Sulawesi Tengah.

Hal itu diungkapkan Anggota Perki Sulteng, dr Julia Sari saat ditemui usai menggelar skrining dini penyakit jantung bawaan dalam rangka CHD Awareness Week 2026, di SD IT Bina Insan, Kelurahan Nunu, Kecamatan Tatanga, Kota Palu, Jumat (6/2/2026). 

Baca juga: Tinjau Langsung Karhutla, Bupati Parigi Moutong Erwin Burase Minta Pembuatan Kubangan Air di Lokasi

Ia mengatakan temuan tersebut menunjukkan tingginya kasus penyakit jantung pada anak di Sulawesi Tengah.

"Khusus di Sulawesi Tengah, kami menemukan cukup banyak kasus penyakit jantung bawaan. Hampir setiap bulan ditemukan dua sampai tiga kasus baru. Dalam satu tahun terakhir, data yang saya miliki sudah hampir sekitar 200-an kasus penyakit jantung bawaan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, kelainan yang ditemukan tidak hanya penyakit jantung bawaan seperti ASD, VSD, dan PDA, tetapi juga penyakit jantung akibat infeksi serta kelainan katup jantung.

“Termasuk di dalamnya penyakit jantung bawaan berat, penyakit jantung akibat infeksi, serta kelainan katup jantung,” katanya.

Anggota Perki Sulteng, dr Julia Sari
Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (Perki) Sulawesi Tengah, dr Julia Sari. (Zulfadli/TribunPalu.com)

Menurut dr Julia, banyak kasus terlambat terdeteksi karena penyakit jantung bawaan sering tidak menimbulkan gejala pada tahap awal.

Baca juga: Harga iPhone 2026 Terbaru: iPhone 13, iPhone 14, iPhone 15, iPhone 16, iPhone 17, iPhone 17E

“Penyakit jantung bawaan ini sering kali tidak terdeteksi dan tidak menimbulkan gejala. Tiba-tiba anak datang sudah dalam kondisi berat,” tuturnya.

Selain itu, keterbatasan akses pemeriksaan juga menjadi kendala bagi sebagian orang tua.

“Ada juga orang tua yang mencurigai anaknya memiliki penyakit jantung bawaan, tetapi kesempatan untuk membawa ke rumah sakit cukup sulit. Apalagi jika tidak memiliki jaminan kesehatan, biaya pemeriksaan EKG dan ekokardiografi cukup mahal,” ujarnya.

Dari ratusan kasus yang tercatat, dr Julia mengungkapkan baru sekitar lima persen anak yang mendapatkan penanganan lanjutan.

“Baru sekitar 5 persen yang mendapatkan penanganan, baik berupa operasi maupun tindakan penutupan transkateter,” ungkapnya.

Baca juga: Prediksi Skor Persib Bandung vs Malut United Malam Ini: Tuan Rumah Bisa Makin Kokoh di Puncak?

Untuk meningkatkan layanan di daerah, Perki Sulteng berencana menghadirkan tim dokter dari Jakarta dalam kegiatan proktorship pada April mendatang guna melakukan tindakan intervensi non-bedah di Sulawesi Tengah.(*)

Sumber: Tribun Palu
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved