Rabu, 17 Juni 2026

Sigi Hari Ini

Ular Piton Lebih dari 6 Meter Gegerkan Warga Desa Walatana Sigi, Nyaris Makan Korban

Informasi awal peristiwa ini pertama kali beredar melalui siaran langsung akun Facebook Ramla Sary sekitar lima jam setelah kejadian. 

Tayang:
Facebook/Ramla Sary/Handover
Kemunculan seekor ular berukuran besar menggegerkan warga Desa Walatana, Kecamatan Dolo Selatan, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, Kamis (5/2/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Seekor ular piton sepanjang lebih dari enam meter menggegerkan warga Desa Walatana, Kecamatan Dolo Selatan, Sigi, Sulawesi Tengah, pada 5 Februari 2026.
  • Peristiwa ini mengingatkan masyarakat pada kasus sebelumnya di desa yang sama, di mana seorang warga meninggal diduga akibat serangan ular. Ketua Evolux IDN Indonesia menekankan bahwa kebun dan hutan merupakan habitat alami ular.
  • Masyarakat diimbau lebih waspada saat berkebun, terutama di semak-semak atau tumpukan daun kering.

Laporan Wartawan Tribunpalu.com, Andika Satria Bharata 

TRIBUNPALU.COM, SIGI – Kemunculan seekor ular berukuran besar menggegerkan warga Desa Walatana, Kecamatan Dolo Selatan, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, Kamis (5/2/2026).

Ular itu diperkirakan memiliki panjang lebih dari enam meter itu ditemukan di area kebun warga dan nyaris melukai seorang warga saat sedang beraktivitas.

Informasi awal peristiwa ini pertama kali beredar melalui siaran langsung akun Facebook Ramla Sary sekitar lima jam setelah kejadian. 

Baca juga: Antisipasi Karhutla Meluas, Pemkab Parigi Moutong Siapkan Alkon hingga Ajukan Bantuan BNPB

Dalam siaran tersebut, Ramla Sary menyampaikan kondisi di lokasi sekaligus mengingatkan warga agar lebih waspada, terutama saat memasuki kebun dan hutan di musim kemarau.

Sejumlah warganet merespons unggahan tersebut dengan berbagai komentar. Unggahan serupa juga muncul dari akun Adriell Yell dan I Vhi yang menyebutkan bahwa seorang warga sempat mengalami luka ringan akibat gigitan ular, namun berhasil menyelamatkan diri. Ular tersebut akhirnya berhasil dilumpuhkan oleh warga.

Peristiwa ini mengingatkan masyarakat pada kejadian tragis sebelumnya, menyusul meninggalnya S (46), warga Desa Bangga, Kecamatan Dolo Selatan, Kabupaten Sigi, ditemukan tak bernyawa di area kebun dan diduga menjadi korban serangan ular. 

Kejadian itu terjadi saat korban berada di kebun dan rencananya akan dijemput keluarga setelah waktu Magrib, pada Rabu (28/1/2026).

Menanggapi kejadian tersebut, Ketua IDN Indonesia, Youssel Edbert Daniel Panggabean berdomisili di Kota Palu dan aktif di bidang konservasi satwa, khususnya reptil, menjelaskan bahwa ular piton di dataran Sulawesi dan kepulauan utama dikenal memiliki ukuran tubuh yang relatif lebih besar dibandingkan daerah lain.

Evolux Project Petakan 29 Spesies Ular dan Ekotipe Unik di Sigi Hingga Lembah Palu
Ketua IDN Indonesia, Youssel Edbert Daniel Panggabean. (Handover/Handover)

Baca juga: Tindaklanjuti Arahan Prabowo, Lanal Palu Pos TNI AL Luwuk Bersihkan Teluk Lalong

“Ular piton di Sulawesi bisa berukuran sangat besar. Dalam kondisi tertentu, manusia dapat menjadi mangsa, terutama jika berada di habitat alaminya,” jelas Youssel, Jumat (6/2/2026)

Ia menegaskan bahwa area kebun pada dasarnya merupakan bagian dari habitat satwa liar. Karena itu, potensi perjumpaan antara manusia dan ular tidak dapat sepenuhnya dihindari.

“Habitat satwa yang kemudian dimanfaatkan sebagai kebun membuat risiko itu selalu ada. Di mana pun berada, kejadian serupa bisa terjadi,” katanya.

Youssel mengimbau masyarakat agar lebih waspada saat berkebun, khususnya di area yang banyak terdapat tumpukan daun kering, semak-semak, serta lokasi yang jarang dilalui manusia karena berpotensi menjadi tempat persembunyian ular.

Selain itu, ia juga menjelaskan bahwa banyaknya hewan herbivora atau pengerat di suatu wilayah dapat menjadi indikator keberadaan predator di rantai makanan, termasuk ular.

Baca juga: Wagub Reny Tinjau Skrining Jantung Anak di Palu, Dorong Deteksi Dini Penyakit Bawaan

“Jika di suatu wilayah banyak hewan pengerat, maka predator di atasnya pasti ada. Ular biasanya menjadi lebih agresif saat lapar atau ketika berada dalam kondisi terdesak,” tambahnya.

Ia berharap peristiwa ini dapat menjadi pembelajaran bagi masyarakat agar lebih memahami risiko aktivitas di alam terbuka serta meningkatkan pengetahuan dasar mengenai perilaku satwa liar, guna mencegah kejadian serupa di masa mendatang.(*)

 

( ViralLokal )

Sumber: Tribun Palu
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup I - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 02:00 WIB
France
Prancis
3 - 1
Senegal
Senegal
Grup I - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 05:00 WIB
Iraq
Irak
1 - 4
Norway
Norwegia
Grup J - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 08:00 WIB
Argentina
Argentina
3 - 0
Algeria
Aljazair
Grup J - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 11:00 WIB
Austria
Austria
3 - 1
Jordan
Yordania
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved