Jumat, 10 April 2026

Morowali Hari Ini

Kasus Diare di Morowali Capai 3.080 Kasus pada 2025, Bahonsuai Tertinggi

Berdasarkan data per puskesmas tahun 2020 hingga 2025, total kasus diare pada 2025 tercatat sebanyak 3.080 kasus.

Penulis: Ismet Togean 20 | Editor: Regina Goldie
Ismet/TribunPalu/Ismet Togean 20
Kepala Bidang Pencegahan, Pengendalian Penyakit dan Krisis Kesehatan Dinas Kesehatan P2KB Kabupaten Morowali, Nurasiah Musa. 
Ringkasan Berita:
  • Jumlah kasus diare di Kabupaten Morowali menunjukkan tren fluktuatif dengan kecenderungan meningkat selama lima tahun terakhir.
  • Kasus Diare Morowali 2023: 2.858 kasus
  • Kasus Diare Morowali 2024: 3.167 kasus
  • Kasus Diare Morowali 2025: 3.080 kasus (sedikit menurun dibanding 2024)

Laporan Wartawan Tribunpalu.com, Ismet 

TRIBUNPALU.COM, MOROWALI - Jumlah kasus diare di Kabupaten Morowali dalam lima tahun terakhir menunjukkan tren fluktuatif dengan kecenderungan meningkat. 

Hal tersebut disampaikan Kepala Bidang Pencegahan, Pengendalian Penyakit dan Krisis Kesehatan Dinas Kesehatan P2KB Kabupaten Morowali, Nurasiah Musa, saat diwawancarai TribunPalu.com, Senin (9/2/2026).

Berdasarkan data per puskesmas tahun 2020 hingga 2025, total kasus diare pada 2025 tercatat sebanyak 3.080 kasus.

Angka tersebut sedikit menurun dibandingkan tahun 2024 yang mencapai 3.167 kasus. 

Baca juga: Kemenham Sulteng Gelar Ujian PPPK di Palu, Kuota 39 orang, Berikut Jadwal Lengkap Seleksinya

Namun, jika dibandingkan dengan tahun 2020 yang berjumlah 1.795 kasus, terjadi peningkatan signifikan dalam kurun waktu lima tahun terakhir.

Pada tahun 2025, Puskesmas Bahonsuai menjadi wilayah dengan jumlah kasus diare tertinggi, yakni 570 kasus. 

Disusul Puskesmas Laantula Jaya sebanyak 444 kasus, Lafue 366 kasus, Bahodopi 344 kasus, dan Wosu 332 kasus.

Selanjutnya, Puskesmas Bungku melaporkan 308 kasus, Ulunambo 144 kasus, Tanjung Harapan 114 kasus, dan Kaleroang 127 kasus. 

Baca juga: 555 Peserta Ikuti Ujian CAT Seleksi PPPK Kemenham di Palu

Sementara itu, Bahomotefe mencatat 56 kasus, Fonuasingko 155 kasus, serta RSUD Morowali 105 kasus. 

RSU Salabangkapaku melaporkan 15 kasus.

Jika melihat tren tahunan, total kasus diare di Morowali terus meningkat dari 1.795 kasus pada 2020, menjadi 2.304 kasus pada 2021, dan 2.711 kasus pada 2022.

Pada 2023, jumlahnya kembali naik menjadi 2.858 kasus, kemudian meningkat pada 2024 menjadi 3.167 kasus, sebelum sedikit menurun pada 2025. (*)

Sumber: Tribun Palu
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved