Palu Hari Ini
Nyaris Ricuh Dengan PT CPM, Warga Lingkar Tambang Tuntut 3 Poin
Aksi nyaris ricuh saat massa aksi memaksa mendorong gerbang PT CPM dan melakukan pelemparan, namun hal tersebut bisa diredam.
Penulis: Supriyanto | Editor: Regina Goldie
Ringkasan Berita:
- Masyarakat lingkar tambang Poboya kembali menggelar aksi unjuk rasa di depan PT CPM, Kelurahan Poboya, Kecamatan Mantikulore, Kota Palu pada Kamis (12/2/2026), sekitar pukul 13.00 Wita.
- Massa aksi membawa spanduk bertuliskan tuntutan dan menggunakan siga merah sebagai simbol perlawanan.
- Mereka menggunakan mobil sound, truk, dan motor dalam aksi tersebut.
- Aksi sempat hampir ricuh saat massa berusaha mendorong gerbang PT CPM.
Laporan Wartawan TribunPalu.com, Supriyanto Ucok
TRIBUNPALU.COM, PALU - Masyarakat lingkar tambang Poboya kembali menggeruduk PT CPM di Kelurahan Poboya, Kecamatan Mantikulore, Kota Palu.
Aksi berlangsung pada Kamis (12/2/2026) sekitar pukul 13.00 Wita.
Massa aksi berkumpul di jalan utama sebelum menuju lokasi PT CPM.
Dengan membawa spanduk bertuliskan tuntutan dengan menggunakan mobil sound, truk beserta motor, sekitar massa aksi tiba dengan siga merah yang diikatkan ke kepala sebagai bentuk perlawanan.
Aksi nyaris ricuh saat massa aksi memaksa mendorong gerbang PT CPM dan melakukan pelemparan, namun hal tersebut bisa diredam.
Baca juga: Gerakan Tanam Jagung Jaksa Mandiri Pangan di Parigi Moutong, Dukung Asta Cita Swasembada Pangan
Dalam aksi itu, Koordinator aksi, Amir Sidik mengatakan bahwa masyarakat akan menunggu sampai jam 5 sore hingga PT CPM mengeluarkan surat untuk menindaklanjuti hasil pertemuan bersama masyarakat.
"Apabila sampai jam 5 sore tidak ada hasil, maka kami akan tutup seluruh akses jalan," kata Koorlap aksi.
Amir Sidik tergabung dalam tim 10 yang terdiri dari anggota warga lingkar tambang yang selalu memperjuangan hak rakyat terkait permintaan penciutan lahan.
Ia juga mengatakan bahwa dalam aksi ini, mereka menuntut 3 poin utama yaitu izin penciutan lahan, pencabutan Laporan Polisi (LP) nomor 289 terkait dugaan tambang ilegal, dan meminta PT CPM untuk membuka ruang kepada masyarakat agar tetap bekerja.
Baca juga: Panggil Giorgio Ayang ,Gaya Pacaran Sarwendah Dicibir Netizen: Cie Cie
"Karena hari ini ada keresahan di masyarakat, ketika mau naik untuk kerja mereka ditakuti dengan aparat. Seperti kemarin, tim satgas PKA tiba dengan aparat Polisi dan TNI," ujarnya kepada awak media menggunakan siga berwarna kuning.
Aksi ini dilakukan untuk menagih janji PT CPM yang sebelumnya telah disepakati terkait penciutan lahan di lokasi kontrak karya PT CPM.
Dimana pihak perusahaan dan perwakilan masyarakat telah bertemu membahas terkait penciutan lahan. (*)
| Anwar Hafid Dorong Liga 4 Jadi Motor Pembangunan Generasi Muda Sulteng |
|
|---|
| 16 Siswa SMA Negeri 7 Palu Lolos SNBP 2026, Sekolah Siapkan Sisanya Hadapi Jalur Tes |
|
|---|
| Meski Sekolah Lain Libur, SMA Negeri 7 Palu Tetap Uji Kelas X dan XI Bersamaan |
|
|---|
| Harga Tiket Pesawat Rute Kota Palu Naik, Garuda Indonesia Sebut Faktor Avtur |
|
|---|
| Kota Palu Catat 542 Kasus Suspek Campak, Terbanyak di Sulteng |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palu/foto/bank/originals/1000680417jpg.jpg)