Palu Hari Ini
Meski Sekolah Lain Libur, SMA Negeri 7 Palu Tetap Uji Kelas X dan XI Bersamaan
Kepala SMA Negeri 7 Palu, Anas Syakir, mengatakan kebijakan tersebut diambil setelah mempertimbangkan efektivitas.
Penulis: Robit Silmi | Editor: Regina Goldie
Ringkasan Berita:
- SMA Negeri 7 Palu menerapkan kebijakan berbeda dalam pelaksanaan Ujian Sekolah (US) tahun ajaran 2025/2026 dengan tetap mengharuskan siswa kelas X dan XI hadir di sekolah.
- Berbeda dari sekolah lain di Kota Palu yang meliburkan siswa kelas bawah atau menggelar ujian daring, sekolah ini memilih melaksanakan Ujian Tengah Semester (UTS) secara tatap muka bersamaan dengan ujian kelas XII sejak 6 April 2026.
Laporan Wartawan TribunPalu.com, Robit Silmi
TRIBUNPALU.COM, PALU - Di tengah pelaksanaan Ujian Sekolah (US) Tahun Ajaran 2025/2026 untuk kelas XII, SMA Negeri 7 Palu justru tidak meliburkan siswa kelas X dan XI.
Berbeda dengan kebanyakan sekolah di Kota Palu yang meliburkan kelas X dan XI selama ujian kelas XII berlangsung, SMA Negeri 7 Palu tetap menggelar kegiatan akademik bagi seluruh siswa.
Bahkan, jika sekolah lain umumnya melaksanakan ujian tengah semester (mid test) secara daring untuk kelas X dan XI, SMA Negeri 7 Palu memilih menggelarnya secara tatap muka bersamaan dengan ujian kelas XII.
Kepala SMA Negeri 7 Palu, Anas Syakir, mengatakan kebijakan tersebut diambil setelah mempertimbangkan efektivitas pelaksanaan ujian daring.
“Surat edaran itu tanggal 13, tapi di sini kita majukan jadi 6 Maret. Yang menariknya, kelas 10 dan 11 di sekolah lain saya perhatikan libur. Tapi karena haknya sama, mereka kami ujiankan juga secara tatap muka bersamaan dengan kelas XII,” ujar Anas, Kamis (9/4/2026).
Ia menjelaskan, untuk kelas XII mengikuti Ujian Sekolah (US), sementara kelas X dan XI menjalani Ujian Tengah Semester (UTS).
Baca juga: PLN ULP Bungku Lakukan Pemeliharaan, Sejumlah Wilayah di Morowali Alami Pemadaman Listrik
Menurutnya, pelaksanaan ujian secara daring sebelumnya dinilai tidak efektif karena berbagai kendala teknis.
“Kalau kelas XII itu ujian sekolah, X dan XI itu ujian tengah semester. Sebelumnya kita juga mid test mereka daring, tapi tidak efektif. Guru tidak bisa memantau langsung, ada masalah jaringan, tidak ada pulsa, dan banyak manipulasi atau sabotase yang tidak mampu kita deteksi,” jelasnya.
Karena itu, pihak sekolah memutuskan menggunakan sistem ujian manual berbasis kertas agar pelaksanaan lebih tertib dan terkontrol.
“Jadi satu pekan ujian semua orang, tertib. Ujiannya manual berbasis kertas,” tambahnya.
Selain itu, Anas menyebut bentuk soal pilihan ganda untuk kelas XII juga menjadi bagian dari persiapan siswa menghadapi seleksi masuk perguruan tinggi berbasis tes.
“Kelas XII ini ujiannya soal pilihan ganda sekaligus melatih mereka untuk UTBK,” katanya. (*)
| Harga Tiket Pesawat Rute Kota Palu Naik, Garuda Indonesia Sebut Faktor Avtur |
|
|---|
| Kota Palu Catat 542 Kasus Suspek Campak, Terbanyak di Sulteng |
|
|---|
| Wajibkan ASN Naik Bus Trans Palu, Hadianto Rasyid: Kendaraan Dinas Parkir di Kantor |
|
|---|
| Program Kerja ke Jepang 2026 Dibuka, Pemuda Palu Bisa Ikut SSW |
|
|---|
| ASN Palu Jalani WFH dan WFA Dua Hari dalam Sepekan, Ini Aturan dan Tujuannya |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palu/foto/bank/originals/FUAS90US90A-U90FA-U90FAAF.jpg)