Akses Pendidikan di Dusun Bontopangi
Gubernur Anwar Hafid Tegaskan Jembatan Putus di Sojol Sudah Masuk Tahap Desain
Anwar Hafid menegaskan bahwa pembangunan jembatan sudah masuk dalam tahap perencanaan.
Penulis: Robit Silmi | Editor: Regina Goldie
Ringkasan Berita:
- Putusnya Jembatan di Sojol, Donggala: Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, menanggapi putusnya jembatan di Dusun 7 Bontopangi, Desa Tonggolobibi, Kecamatan Sojol, yang menjadi akses utama warga dan anak-anak sekolah menuju SDN 10 Sojol.
- Akibat jembatan putus, siswa terpaksa menyeberangi sungai menggunakan rakit kecil yang berisiko tinggi karena sungai tersebut merupakan habitat buaya.
- Anwar Hafid memastikan bahwa pembangunan jembatan baru sudah dalam tahap perencanaan dan desain.
Laporan Wartawan TribunPalu.com, Robit Silmi
TRIBUNPALU.COM, PALU - Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, angkat bicara terkait putusnya jembatan di Dusun 7 Bontopangi, Desa Tonggolobibi, Kecamatan Sojol, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah.
Jembatan tersebut diketahui menjadi akses utama warga, termasuk anak-anak sekolah menuju SDN 10 Sojol.
Akibat putusnya jembatan, siswa terpaksa menyeberangi sungai menggunakan rakit kecil.
Sungai tersebut diketahui merupakan habitat buaya dan berisiko tinggi terhadap keselamatan.
Menanggapi kondisi itu, Anwar Hafid menegaskan bahwa pembangunan jembatan sudah masuk dalam tahap perencanaan.
“Sementara ini sudah didesain untuk pembangunan jembatan,” kata Anwar Hafid melalui pesan WhatsAppyang dikirim kepada Livand Bremeer, diterima TribunPalu.com pada Jumat (13/2/2026).
Baca juga: Tekan Angka Kemiskinan, Dinsos Sigi Dorong Pemberdayaan Lansia Produktif
Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah memahami bahwa persoalan jembatan putus ini tidak hanya berdampak pada aktivitas ekonomi warga, tetapi juga menyangkut keselamatan jiwa dan akses pendidikan anak-anak.
Sebelumnya, kondisi jembatan putus di Sojol ini mendapat sorotan dari Komnas HAM Perwakilan Sulawesi Tengah.
Komnas HAM menilai, kondisi yang memaksa anak-anak menyeberangi sungai berbahaya merupakan ancaman serius terhadap hak hidup, keselamatan, dan hak atas pendidikan.
Kepala Komnas HAM Perwakilan Sulawesi Tengah, Livand Breemer, mendesak agar pemerintah segera membangun jembatan darurat sambil memprioritaskan pembangunan jembatan permanen melalui APBD Perubahan.
Baca juga: Hadapi TKA, SMP Negeri 1 Palu Siapkan Buku Paket hingga Try Out Internal
Menanggapi desakan tersebut, Anwar Hafid menyatakan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah terbuka untuk memberikan dukungan anggaran jika Pemerintah Kabupaten Donggala mengalami keterbatasan fiskal.
“Jika memang diperlukan dan sesuai mekanisme, pemerintah provinsi siap memberikan dukungan agar penanganannya bisa dipercepat,” katanya.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah berharap, dengan masuknya pembangunan jembatan ke tahap desain, realisasi di lapangan dapat segera dilakukan sehingga aktivitas warga kembali normal dan anak-anak dapat bersekolah tanpa harus mempertaruhkan keselamatan. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palu/foto/bank/originals/2-42-re-fwr23-r23fwewwew.jpg)