Sigi Hari Ini
Pemkab Sigi Paparkan Data Capaian, Bantah Isu Kepemimpinan Hanya Seremonial
Menjawab Kritik dengan Data dan Kerja Nyata, Kinerja Bupati Sigi Dinilai Terukur dan Berdampak
Penulis: Andika Satria Bharata | Editor: Fadhila Amalia
Ringkasan Berita:
- Data BPS mencatat angka kemiskinan Sigi turun dari 12,06 persen menjadi 10,47 persen pada 2025. Angka stunting juga menurun drastis dari 33 persen menjadi 11,55 persen berdasarkan data e-PPGBM Kemenkes.
- Tujuh lokasi tambang emas ilegal di kawasan Taman Nasional Lore Lindu telah dihentikan pada masa kepemimpinan Bupati Mohamad Rizal Intjenae dan Wakil Bupati Samuel Yansen Pongi.
- Pemkab Sigi menegaskan capaian pembangunan diukur melalui indikator makro dan kolaborasi lintas sektor.
Laporan Wartawan Tribunpalu.com, Andika Satria Bharata
TRIBUNPALU.COM, SIGI – Kritik terhadap kepala daerah merupakan bagian dari dinamika demokrasi.
Namun, tudingan bahwa Bupati Sigi Mohamad Rizal Intjenae hanya disibukkan agenda seremonial dinilai perlu diluruskan melalui data dan capaian terukur, Rabu (25/2/2026).
Pemerintahan yang efektif, menurut Pemkab Sigi, tidak diukur dari persepsi visual semata, melainkan dari indikator makro pembangunan serta perubahan nyata di tengah masyarakat.
Baca juga: Menjawab Kritik dengan Data dan Kerja Nyata, Kinerja Bupati Sigi Dinilai Terukur dan Berdampak
Kerja kepala daerah disebut tercermin dari kemampuan membangun komunikasi publik, memperkuat kolaborasi lintas sektor, memastikan program prioritas berjalan efektif, hingga menghasilkan capaian berbasis data yang dapat dipertanggungjawabkan.
Berdasarkan data resmi Badan Pusat Statistik (BPS), angka kemiskinan di Kabupaten Sigi pada 2025 tercatat sebesar 10,47 persen.
Angka ini turun dari 12,06 persen pada tahun sebelumnya.
Penurunan sebesar 1,59 persen dalam kurun satu tahun dinilai bukan sekadar capaian administratif, melainkan hasil dari kebijakan fiskal daerah, intervensi sosial yang lebih tepat sasaran, serta penguatan program pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Dalam perspektif tata kelola pemerintahan, tren tersebut menunjukkan konsistensi perencanaan serta efektivitas implementasi program pengentasan kemiskinan.
Capaian signifikan juga terlihat pada sektor kesehatan.
Baca juga: Bukan Cuma Uang Kuliah, Ini Rincian Biaya Hidup Suami Tyas yang Wajib Dikembalikan ke Negara
Berdasarkan data e-PPGBM (Elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat) dilaporkan ke Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, angka stunting di Kabupaten Sigi pada 2025 tercatat 11,55 persen.
Angka ini turun drastis dibandingkan tahun 2024 yang berada di angka 33 persen. Penurunan lebih dari 20 persen dalam satu tahun disebut sebagai capaian luar biasa dalam intervensi kesehatan masyarakat.
Beberapa faktor yang mendukung keberhasilan tersebut antara lain:
• Tren penurunan signifikan dari 33 persen menjadi 11,55 persen.
• Penggunaan metodologi berbasis data e-PPGBM yang terintegrasi secara nasional.
• Kolaborasi lintas sektor melalui penguatan Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS), PKK, camat, pemerintah desa, serta dukungan TNI dan Polri.
• Optimalisasi layanan posyandu, khususnya bagi ibu hamil dan anak berisiko.
Capaian itu turut mengangkat posisi Kabupaten Sigi dari peringkat ke-12 menjadi peringkat ke-9 dalam penanganan stunting di Sulawesi Tengah.
Baca juga: Nyentrik Abis, Grand Filano Hybrid Jadi Skutik Ala Urban Rally 80-an Bergaya Anak Muda Kalcer
Tambang Ilegal Dihentikan
Di sektor lingkungan, langkah tegas juga ditunjukkan pemerintah daerah.
Berdasarkan data Balai Besar Taman Nasional Lore Lindu (BBTNLL), sebelumnya terdapat tujuh lokasi tambang emas ilegal di kawasan Taman Nasional Lore Lindu, di antaranya di Kintabaru, Ueloe, Sibowi, dan Kangkuro.
Pada masa kepemimpinan Bupati Mohamad Rizal Intjenae bersama Wakil Bupati Samuel Yansen Pongi, seluruh aktivitas tambang ilegal tersebut telah dihentikan.
Kebijakan ini dinilai sebagai langkah strategis untuk menjaga kelestarian kawasan konservasi serta memastikan keberlanjutan lingkungan hidup, meskipun tidak selalu populer secara politik.
Pemerintah daerah menegaskan bahwa kegiatan seremonial dalam tata kelola pemerintahan bukan sekadar formalitas, melainkan bagian dari fungsi koordinasi, konsolidasi kebijakan, serta simbol komitmen terhadap program strategis.
Di balik setiap agenda publik, terdapat proses perencanaan, penganggaran, monitoring, dan evaluasi yang tidak selalu terlihat oleh masyarakat luas.
Secara garis besar, indikator makro pembangunan Kabupaten Sigi menunjukkan tren positif:
• Angka kemiskinan menurun.
• Stunting turun drastis.
• Aktivitas tambang ilegal dihentikan.
Baca juga: Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs PSM Makassar: Tuan Rumah Diunggulkan, PSM Beri Kejutan?
Data tersebut menjadi dasar bahwa Kabupaten Sigi dinilai bergerak ke arah yang lebih baik. Kritik tetap dipandang penting sebagai kontrol sosial, namun narasi publik diharapkan tetap dibangun di atas fakta dan data objektif.
Pemkab Sigi menegaskan komitmennya untuk terus melanjutkan program-program yang berdampak langsung bagi masyarakat, memperkuat transparansi. serta memastikan setiap kebijakan bermuara pada peningkatan kesejahteraan rakyat dan keberlanjutan daerah.(*)
Kabupaten Sigi
Bupati Sigi
Mohamad Rizal Intjenae
Pemkab Sigi
Badan Pusat Statistik (BPS)
TNI
Wakil Bupati Sigi
Samuel Yansen Pongi
| Bupati Sigi Prioritaskan Pendidikan, Pastikan Siswa Tak Terkendala Seragam dan Perlengkapan Sekolah |
|
|---|
| Pemkab Sigi Prioritaskan Seragam Gratis untuk Siswa Desil 1 dan 2 |
|
|---|
| Bupati Sigi Komitmen Wujudkan Pendidikan Merata Lewat Seragam Gratis |
|
|---|
| Warga BTN Tinggede Permai Buka Ruang Dialog, Wakil Ketua DPRD Sigi Serap, Keluhan Soal Administrasi |
|
|---|
| Kasus Sabu Terbongkar di Pandere, Polisi Sita Senpi Rakitan dan 7 Butir Peluru |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palu/foto/bank/originals/CAPAIAN-SELAMA-MENJABAT-Kritik-terhadap-kepala-daerah.jpg)