Minggu, 12 April 2026

Sigi Hari Ini

Pemkab Sigi Paparkan Data Capaian, Bantah Isu Kepemimpinan Hanya Seremonial

Menjawab Kritik dengan Data dan Kerja Nyata, Kinerja Bupati Sigi Dinilai Terukur dan Berdampak

|
Handover/Handover
CAPAIAN SELAMA MENJABAT - Kritik terhadap kepala daerah merupakan bagian dari dinamika demokrasi. Namun, tudingan bahwa Bupati Sigi Mohamad Rizal Intjenae hanya disibukkan agenda seremonial dinilai perlu diluruskan melalui data dan capaian terukur, Rabu (25/2/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Data BPS mencatat angka kemiskinan Sigi turun dari 12,06 persen menjadi 10,47 persen pada 2025. Angka stunting juga menurun drastis dari 33 persen menjadi 11,55 persen berdasarkan data e-PPGBM Kemenkes.
  • Tujuh lokasi tambang emas ilegal di kawasan Taman Nasional Lore Lindu telah dihentikan pada masa kepemimpinan Bupati Mohamad Rizal Intjenae dan Wakil Bupati Samuel Yansen Pongi.
  • Pemkab Sigi menegaskan capaian pembangunan diukur melalui indikator makro dan kolaborasi lintas sektor.

Laporan Wartawan Tribunpalu.com, Andika Satria Bharata 

TRIBUNPALU.COM, SIGI – Kritik terhadap kepala daerah merupakan bagian dari dinamika demokrasi.

Namun, tudingan bahwa Bupati Sigi Mohamad Rizal Intjenae hanya disibukkan agenda seremonial dinilai perlu diluruskan melalui data dan capaian terukur, Rabu (25/2/2026).

Pemerintahan yang efektif, menurut Pemkab Sigi, tidak diukur dari persepsi visual semata, melainkan dari indikator makro pembangunan serta perubahan nyata di tengah masyarakat. 

Baca juga: Menjawab Kritik dengan Data dan Kerja Nyata, Kinerja Bupati Sigi Dinilai Terukur dan Berdampak

Kerja kepala daerah disebut tercermin dari kemampuan membangun komunikasi publik, memperkuat kolaborasi lintas sektor, memastikan program prioritas berjalan efektif, hingga menghasilkan capaian berbasis data yang dapat dipertanggungjawabkan.

Berdasarkan data resmi Badan Pusat Statistik (BPS), angka kemiskinan di Kabupaten Sigi pada 2025 tercatat sebesar 10,47 persen.

Angka ini turun dari 12,06 persen pada tahun sebelumnya.

Penurunan sebesar 1,59 persen dalam kurun satu tahun dinilai bukan sekadar capaian administratif, melainkan hasil dari kebijakan fiskal daerah, intervensi sosial yang lebih tepat sasaran, serta penguatan program pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Dalam perspektif tata kelola pemerintahan, tren tersebut menunjukkan konsistensi perencanaan serta efektivitas implementasi program pengentasan kemiskinan.

Capaian signifikan juga terlihat pada sektor kesehatan.

Baca juga: Bukan Cuma Uang Kuliah, Ini Rincian Biaya Hidup Suami Tyas yang Wajib Dikembalikan ke Negara

Berdasarkan data e-PPGBM (Elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat) dilaporkan ke Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, angka stunting di Kabupaten Sigi pada 2025 tercatat 11,55 persen.

Angka ini turun drastis dibandingkan tahun 2024 yang berada di angka 33 persen. Penurunan lebih dari 20 persen dalam satu tahun disebut sebagai capaian luar biasa dalam intervensi kesehatan masyarakat.

Beberapa faktor yang mendukung keberhasilan tersebut antara lain:

• Tren penurunan signifikan dari 33 persen menjadi 11,55 persen.

• Penggunaan metodologi berbasis data e-PPGBM yang terintegrasi secara nasional.

Sumber: Tribun Palu
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved