Rabu, 15 April 2026

Morowali Hari Ini

Banjir Akibat Tanggul Jebol Rendam Lima Rumah di Desa Solonsa Jaya Morowali

Air kemudian meluap dan masuk ke permukiman warga, menggenangi sedikitnya lima rumah yang dihuni tujuh kepala keluarga.

Penulis: Ismet Togean 20 | Editor: Fadhila Amalia
Handover/Handover
BANJIR - Banjir merendam lima rumah warga di Dusun 3 dan Dusun 4, Desa Solonsa Jaya, Kecamatan Witaponda, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, menyusul jebolnya tanggul akibat curah hujan tinggi, Selasa (24/2/2026) malam. 
Ringkasan Berita:
  • Curah hujan tinggi menyebabkan tanggul jebol di Desa Solonsa Jaya, Kecamatan Witaponda, Morowali, sehingga air meluap dan menggenangi lima rumah yang dihuni tujuh kepala keluarga pada Selasa (24/2/2026) malam.
  • Tidak ada korban jiwa maupun pengungsian, tetapi warga mengalami kerugian akibat masuknya air dan lumpur ke dalam rumah.
  • Tim Reaksi Cepat BPBD Morowali memantau lokasi dan mengimbau warga tetap waspada terhadap potensi banjir susulan.

Laporan Wartawan Tribunpalu.com, Ismet 

TRIBUNPALU.COM, MOROWALI - Banjir merendam lima rumah warga di Dusun 3 dan Dusun 4, Desa Solonsa Jaya, Kecamatan Witaponda, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, menyusul jebolnya tanggul akibat curah hujan tinggi, Selasa (24/2/2026) malam.

Dari informasi yang di terima Tribunpalu.com, Laporan Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Morowali menyebutkan, laporan kejadian diterima pada tanggal (25/2/2026), pukul 22.30 Wita. 

Baca juga: Prakiraan Cuaca di Sulteng, Jumat 27 Februari 2026: Hujan Ringan di Donggala, Tolitoli dan Morowali

Sementara banjir terjadi sejak pukul 21.30 Wita setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut sejak pukul 18.30 Wita hingga sekitar pukul 01.00 Wita.

Curah hujan tinggi menyebabkan tanggul tidak mampu menahan debit air hingga akhirnya jebol. 

Air kemudian meluap dan masuk ke permukiman warga, menggenangi sedikitnya lima rumah yang dihuni tujuh kepala keluarga.

Meski tidak menimbulkan korban jiwa maupun pengungsian, warga terdampak mengalami kerugian akibat genangan air dan lumpur yang masuk ke dalam rumah.

Tim Reaksi Cepat BPBD Morowali yang turun ke lokasi langsung melakukan pemantauan serta mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi banjir susulan. 

Warga juga diminta mengamankan barang-barang berharga ke tempat yang lebih tinggi untuk menghindari kerusakan.

Baca juga: Harga Cabai Rawit di Kota Palu Turun Jadi Rp35 Ribu per Kilogram Pekan Kedua Ramadan

Meski demikian, lumpur sisa banjir masih menutupi sejumlah rumah warga sehingga pembersihan menjadi kebutuhan mendesak saat ini.

BPBD Morowali melalui TRC Kecamatan Witaponda terus melakukan pemantauan situasi di lokasi kejadian untuk mengantisipasi kemungkinan dampak lanjutan, terutama jika curah hujan kembali meningkat.(*)

Sumber: Tribun Palu
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved