Rabu, 29 April 2026

Parigi Moutong Hari Ini

PAD Parigi Moutong 2025 Dievaluasi, Ini OPD yang Surplus dan Minus

Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Parigi Moutong, Mohammad Yasir, merinci realisasi pajak daerah dan retribusi.

Penulis: Abdul Humul Faaiz | Editor: Regina Goldie
Handover
Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong memaparkan capaian Pendapatan Asli Daerah (PAD) 2025 dalam Rapat Evaluasi Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (PDRD) Triwulan IV. 
Ringkasan Berita:
  • Rapat Evaluasi PDRD Triwulan IV dilaksanakan di Aula Kantor Bupati Parigi Moutong pada 25 Februari 2026.
  • Target Bapenda Parimo Rp57.91 miliar, terealisasi Rp60.52 miliar (104,51 persen).
  • Kepala Bapenda mengingatkan OPD yang belum mencapai target untuk menyampaikan kendala sebagai bahan evaluasi PAD 2026.

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Abdul Humul Faaiz

TRIBUNPALU.COM, PARIGI MOUTONG – Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong memaparkan capaian Pendapatan Asli Daerah (PAD) 2025 dalam Rapat Evaluasi Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (PDRD) Triwulan IV.

Rapat dilaksanakan di Aula Lantai II Kantor Bupati Parigi Moutong, Jl. Kampali, Kurahan Kampal, Kecamatan Parigi, Rabu (25/2a/2026).

Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Parigi Moutong, Mohammad Yasir, merinci realisasi pajak daerah dan retribusi yang dikelola masing-masing organisasi perangkat daerah (OPD).

Untuk pajak daerah yang menjadi kewenangan Bapenda, target 2025 sebesar Rp57.913.204.000 dan terealisasi Rp60.524.834.449 atau 104,51 persen.

Dinas Kesehatan dari target Rp45.263.291.614 terealisasi Rp38.272.712.109 atau 84,55 persen.

RSUD Buluye Napoa’e Moutong, mencatat capaian 110 persen dari target yang ditetapkan.

Baca juga: Baznas Palu Ungkap Rincian Zakat Fitrah dan Fidyah Ramadan 1447 H

Dinas Perindustrian dan Perdagangan yang mengelola beberapa jenis retribusi perdagangan dan jasa usaha, dari target Rp700.000.000 terealisasi Rp562.874.000 atau 80,41 persen.

Dinas Lingkungan Hidup dari target Rp80.000.000 terealisasi Rp121.668.000 atau 152,09 persen.

Dinas Koperasi dan UMKM dari target Rp30.000.000 terealisasi Rp32.340.000 atau 107,38 persen.

Dinas Perhubungan yang mengelola retribusi sektor perparkiran dari target Rp130.000.000 terealisasi Rp146.484.000 atau 112,68 persen.

Diskominfo dari target Rp32.000.000 terealisasi Rp20.000.000 atau 62,50 persen. Retribusi tersebut bersumber dari jasa usaha aset daerah berupa sewa papan reklame.

Dinas PUPRP yang mengelola tiga jenis retribusi, dari target Rp949.000.000 terealisasi Rp807.400.178 atau 85,08 persen.

Dinas Perikanan dan Kelautan yang mengelola dua jenis retribusi dari target Rp220.000.000 terealisasi Rp246.142.284 atau 111,88 persen.

Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan yang mengelola dua jenis retribusi dari target Rp60.000.000 terealisasi Rp25.400.000 atau 42,33 persen.

Baca juga: BREAKINGNEWS: Angin Puting Beliung Terjang Desa Dalaka Donggala, Pasar Ikan dan Rumah Warga Rusak

Dinas Pangan, Hortikultura dan Perkebunan yang mengelola dua jenis retribusi dari target Rp25.000.000 terealisasi Rp27.500.000 atau 110 persen.

RSUD Anuntaloko dari target Rp85.000.000.000 terealisasi Rp87.071.227.270 atau 102,4 persen.

RSUD Raja Tombolotutu dari target Rp16.000.000.000 terealisasi Rp11.207.210.800 atau 70 persen.

Bappelitbangda yang mengelola retribusi pemanfaatan aset daerah berupa sewa aula, dari target Rp1.500.000 terealisasi Rp2.000.000 atau 133,33 persen.

Dinas Pemuda dan Olahraga tidak dibebankan target karena belum ada biaya perbaikan gedung yang dapat dikelola sebagai sumber retribusi.

Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia yang mengelola tiga gedung sewa, dari target Rp7.000.000 terealisasi Rp7.400.000 atau 105,71 persen.

Bagian Umum Sekretariat Daerah yang mengelola retribusi sewa auditorium, aula lantai II, dan gedung indoor, dari target Rp60.500.000 terealisasi Rp84.250.000 atau 139,20 persen.

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan yang mengelola retribusi sewa aula dari target Rp5.000.000 terealisasi Rp5.500.000 atau 110 persen.

Baca juga: Waktu Imsak dan Buka Puasa di Kota Palu Besok, 10 Ramadan 1447 H

Secara persentase, Dinas Lingkungan Hidup menjadi OPD dengan capaian tertinggi yakni 152,09 persen.

Disusul Bagian Umum Sekretariat Daerah sebesar 139,20 persen dan Bappelitbangda sebesar 133,33 persen.

Sementara dari sisi nominal terbesar, RSUD Anuntaloko menjadi penyumbang PAD tertinggi dengan realisasi Rp87.071.227.270.

Adapun capaian terendah dicatat Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan dengan realisasi 42,33 persen.

Di bawah 70 persen juga tercatat pada Diskominfo sebesar 62,50 persen dan RSUD Raja Tombolotutu sebesar 70 persen.

Yasir meminta OPD yang belum mencapai target agar menyampaikan kendala masing-masing sebagai bahan evaluasi peningkatan PAD 2026. (*)

Sumber: Tribun Palu
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved