Parigi Moutong Hari Ini
Peluang PAD jika RPH Khusus Babi Dibangun di Parigi Moutong
Salah satu solusi yang diusulkan adalah pembangunan RPH khusus ternak babi di wilayah selatan Parigi Moutong.
Penulis: Abdul Humul Faaiz | Editor: Regina Goldie
Ringkasan Berita:
- Pendapatan Asli Daerah (PAD) sektor peternakan di Kabupaten Parigi Moutong pada tahun 2025 mencapai Rp25.400.000, hanya 42,33 persen dari target Rp60.000.000.
- Capaian PAD yang rendah disebabkan oleh keterbatasan fasilitas dan rendahnya aktivitas pemotongan di Rumah Potong Hewan (RPH) resmi milik pemerintah daerah.
- Pembangunan RPH khusus ternak babi di wilayah selatan Parigi Moutong diusulkan untuk meningkatkan PAD dengan memusatkan pemotongan babi di fasilitas resmi.
Laporan Wartawan TribunPalu.com, Abdul Humul Faaiz
TRIBUNPALU.COM, PARIGI MOUTONG - Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) sektor peternakan di Kabupaten Parigi Moutong tahun 2025 hanya mencapai Rp25.400.000 atau 42,33 persen dari target Rp60.000.000.
Capaian tersebut dinilai belum optimal karena sejumlah kendala, mulai dari keterbatasan fasilitas hingga rendahnya aktivitas pemotongan di Rumah Potong Hewan (RPH) resmi milik pemerintah daerah.
Salah satu solusi yang diusulkan adalah pembangunan RPH khusus ternak babi di wilayah selatan Parigi Moutong.
Sekretaris Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan, I Wayan Gede Purna, mengatakan keberadaan RPH khusus itu berpotensi membuka peluang peningkatan PAD karena seluruh aktivitas pemotongan babi dapat dipusatkan di fasilitas resmi.
Baca juga: Perak Semakin Melejit, Harga Perak Antam 28 Februari 2026
"Minta maaf, untuk RPH Babi khusus di wilayah selatan, itu bisa menunjang untuk pendapatan daerah," katanya dalam forum evaluasi, di Aula Lantai II Kantor Bupati Parigi Moutong, Jl. Kampali, Kelurahan Kampal, Kecamatan Parigi, belum lama ini.
Menurutnya, selama ini banyak pemotongan dilakukan di luar RPH sehingga dinas hanya dapat memungut jasa pemeriksaan kesehatan hewan.
Padahal, apabila pemotongan dilakukan di RPH, pemerintah daerah dapat menarik retribusi jasa pemotongan secara penuh.
Ia menjelaskan, saat ini dinas hanya bisa memungut jasa pemeriksaan sebesar Rp20.000 per ekor sapi.
Jika seluruh proses dilakukan di RPH, retribusi yang dapat dipungut bisa mencapai Rp60.000 per ekor.
Dari sisi potensi, jika diasumsikan rata-rata pemotongan satu hingga dua ekor per hari dan seluruhnya dilakukan di RPH resmi, maka dalam setahun penerimaan retribusi bisa meningkat signifikan dibanding capaian saat ini.
Baca juga: Anggota DPR RI Matindas J Rumambi Desak Percepatan Rehab-Rekon di Daerah Minim Akses Tapanuli Sumut
Potensi tersebut dinilai akan lebih besar lagi jika RPH khusus babi dibangun dan seluruh pemotongan ternak babi diwajibkan melalui fasilitas tersebut.
Selain meningkatkan PAD, keberadaan RPH khusus juga akan mempermudah pengawasan kesehatan hewan sebelum dan sesudah pemotongan, sehingga aspek higienitas dan keamanan pangan lebih terjamin.
Dinas Peternakan optimistis, dengan dukungan sarana dan prasarana yang memadai serta penempatan petugas di titik-titik pemotongan, target PAD sektor peternakan pada 2026 dapat lebih maksimal. (*)
| Jam Operasi SAR Nelayan di Parigi Moutong, Ditemukan 3,3 Mil dari Titik Hilang |
|
|---|
| GEKRAFS Dorong Produk Kreatif Parigi Moutong Tembus Pasar Lebih Luas |
|
|---|
| Nelayan Hilang di Laut Parigi Moutong Ditemukan Meninggal, Evakuasi Libatkan Warga hingga Aparat |
|
|---|
| BREAKING NEWS: Nelayan Hilang di Perairan Parigi Moutong, SAR Dikerahkan |
|
|---|
| Pemkab Parigi Moutong Siapkan Seleksi JPT Pratama, Kesempatan Emas bagi ASN Berkompeten |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palu/foto/bank/originals/1000382933jpgasaasa.jpg)