Sulteng Hari Ini
Wagub Sulteng: Mei 2026, Untad Buka PPDS, Tak Perlu Lagi Sekolah Spesialis ke Luar Daerah
Program Pendidikan Dokter Spesialis itu akan dibuka di Universitas Tadulako dan mulai menerima mahasiswa pada Mei 2026.
Penulis: Robit Silmi | Editor: Fadhila Amalia
Ringkasan Berita:
- Tahun 2026, Sulawesi Tengah resmi membuka Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) untuk pertama kalinya, memungkinkan dokter melanjutkan pendidikan spesialis tanpa harus keluar daerah.
- Program ini dibuka di Universitas Tadulako, mulai menerima mahasiswa Mei 2026, dengan tiga spesialisasi awal: Kebidanan & Kandungan, Bedah, dan Penyakit Dalam.
- Kehadiran PPDS diharapkan memenuhi kebutuhan dokter spesialis di kabupaten/kota, meningkatkan layanan kesehatan.
Laporan Wartawan TribunPalu.com, Robit Silmi
TRIBUNPALU.COM, PALU - Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, Reny A Lamadjido, menyampaikan kabar baik bagi dunia kesehatan di daerahnya, Rabu (4/3/2026).
Tahun 2026, Sulawesi Tengah resmi bisa menerima Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) pertama.
“Sekarang ini tahun 2026 kita sudah bisa menerima PPDS satu,” ujar Reny.
Baca juga: Harga HP Vivo Terbaru: Vivo X300 Pro, Vivo X200 Ultra, Vivo Y39, Vivo V60 Lite, iQoo 15
Ia menjelaskan, PPDS merupakan Program Pendidikan Dokter Spesialis yang selama ini belum tersedia di Sulawesi Tengah.
Dengan dibukanya program tersebut, para dokter tak perlu lagi melanjutkan pendidikan spesialis ke luar daerah.
“Tidak perlu lagi bapak ibu sekolah di luar daerah. Cukup sekolah di Palu, tepatnya di Universitas Tadulako,” jelasnya.
Program Pendidikan Dokter Spesialis itu akan dibuka di Universitas Tadulako dan mulai menerima mahasiswa pada Mei 2026.
Terdapat tiga program studi yang akan dibuka pada tahap awal, yakni Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan, Dokter Spesialis Bedah, serta Dokter Spesialis Penyakit Dalam.
Baca juga: Mojtaba Khamenei Dikabarkan Terpilih Jadi Pemimpin Tertinggi Iran, Ini Sosoknya
Menurut Reny, pembukaan PPDS ini merupakan terobosan besar di sektor pendidikan dan kesehatan di Sulawesi Tengah.
“Pak Gubernur kemarin menyampaikan kepada saya, terobosannya tahun 2026 harus di Provinsi Sulawesi Tengah sudah ada pendidikan dokter spesialis,” tuturnya.
Ia menambahkan, kehadiran PPDS di Sulawesi Tengah diharapkan mampu menjawab kebutuhan tenaga dokter spesialis di berbagai kabupaten dan kota, sekaligus memperkuat layanan kesehatan bagi masyarakat.
Baca juga: Meski Sudah Bisa Dilalui, Jalan Poros Palu-Donggala Masih Tersisa Material dan Debu Tambang
Dengan dimulainya penerimaan pada Mei 2026, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah optimistis kualitas sumber daya manusia di bidang kesehatan akan semakin meningkat dan merata di seluruh wilayah.(*)
Sulawesi Tengah
Wakil Gubernur Sulawesi Tengah
Reny A Lamadjido
PPDS
Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS)
Dokter Spesialis Bedah
Reny
dokter spesialis
Universitas Tadulako
| Capaian CKG 2026 di Sulteng: Morowali Utara Tertinggi 15 Persen, Kota Palu Terendah 4,95 Persen |
|
|---|
| Pebalap Muda AHM Bersinar di IHTTC 2026, Abimanyu Rebut Podium Pertama |
|
|---|
| Herry Mulyadi Kadis DP2KB Sulteng Tegaskan Akan Hormati Profesi Jurnalis |
|
|---|
| Danrem 132/Tadulako Dorong Koperasi Desa Sebagai Pusat Pemberdayaan Ekonomi Lokal |
|
|---|
| AJI Palu Kecam Eks Direktur RSUD Undata Diduga Intimidasi Wartawan, Minta Evaluasi Pejabat |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palu/foto/bank/originals/Wakil-Wali-Kota-Palu-Reny-A-Lamadjido-menghadiri-ibad.jpg)