Sulteng Hari Ini
Temuan Uang Palsu di Sulteng Turun 34 Persen pada 2025, BI Tetap Waspada
Angka tersebut lebih rendah dibandingkan 2024 yang mencapai sekitar 69 persen.
Penulis: Zulfadli | Editor: Regina Goldie
Ringkasan Berita:
- Pada 2025, temuan uang tidak asli di Sulawesi Tengah tercatat menurun dibandingkan 2024.
- Pertumbuhan temuan uang tidak asli pada 2025 turun sekitar 34 persen (dibandingkan 69 % di 2024).
- Kepala BI Sulteng, Muhammad Irfan Sukarna, mengungkapkan bahwa meski ada penurunan, kewaspadaan tetap harus ditingkatkan.
- Secara nasional, rasio temuan uang tidak asli per satu juta lembar uang beredar menunjukkan perbaikan, turun dari 5 lembar per juta lembar (2023) menjadi 4 lembar per juta lembar (2024).
Laporan Wartawan TribunPalu.com, Zulfadli
TRIBUNPALU.COM, PALU – Temuan uang rupiah tidak asli di Sulawesi Tengah pada 2025 tercatat menurun dibandingkan tahun sebelumnya.
Meski demikian, Bank Indonesia (BI) Perwakilan Sulawesi Tengah menegaskan kewaspadaan tetap harus ditingkatkan.
Kepala Perwakilan BI Sulteng, Muhammad Irfan Sukarna, mengungkapkan secara year on year (YoY), pertumbuhan temuan uang tidak asli pada 2025 berada di angka sekitar 34 persen.
Angka tersebut lebih rendah dibandingkan 2024 yang mencapai sekitar 69 persen.
“Artinya, terjadi penurunan pertumbuhan temuan uang tidak asli dibandingkan tahun sebelumnya,” ujar Irfan saat ditemui usai Pemusnahan rupiah tidam asli yang berlangsung di Aula Kasiromu BI Sulteng, Jl Sam Ratulangi, Kelurahan Besusu Barat, Kecamatan Palu Timur, Kota Palu.Kamis (5/3/2026).
Secara nasional, rasio temuan uang tidak asli per satu juta lembar uang beredar juga menunjukkan tren membaik.
Pada 2024 tercatat 4 PPM (pieces per million) atau 4 lembar per satu juta lembar uang beredar, turun dari periode sebelumnya yang mencapai 5 PPM.
Baca juga: BI Sulteng Musnahkan 3.274 Lembar Uang Tidak Asli, Tren Temuan 2025 Menurun
BI juga mencatat, berdasarkan permintaan klarifikasi perbankan dari masyarakat Sulawesi Tengah selama periode 2014 hingga 2025, terdapat 1.755 lembar rupiah tidak asli.
Sebanyak 78 persen di antaranya berasal dari klarifikasi melalui perbankan.
Sementara itu, berdasarkan hasil temuan Polda Sulteng, terdapat 3.274 lembar rupiah tidak asli.
Jumlah tersebut dinilai masih berpotensi bertambah sehingga tetap menjadi tantangan tersendiri dalam pengawasan peredaran uang.
Meski tren menunjukkan penurunan, Irfan mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada, terutama saat melakukan transaksi pada malam hari.
Ia menjelaskan, kasus peredaran uang tidak asli kerap terjadi di ruko atau toko kecil ketika transaksi berlangsung cepat. Dalam situasi tersebut, penjual biasanya hanya memiliki waktu beberapa detik untuk memastikan keaslian uang.
| Kemensos RI Gandeng UIN Datokarama Berdayakan Mitra Deradikalisasi di Sulteng |
|
|---|
| Kasus Pemalsuan Dokumen Tanah di Sigi, Polda Sulteng Tetapkan ASN dan Warga Jadi Tersangka |
|
|---|
| 152 Dapur SPPG di Sulteng Masih Aktif Salurkan Makanan Meski 51 Dapur Ditutup Sementara |
|
|---|
| Berani Drag Race 2026 Resmi Digelar, Gubernur Sulteng Fokus Pembinaan Atlet dan Perekonomian Lokal |
|
|---|
| 55 Kelas Tournament dan 26 Kelas Festival Ramaikan Open Karate Se-Pasigala di Palu |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palu/foto/bank/originals/BI-Sulteng-Catat-1755-Temuan-Rupiah-Tidak-Asli-sejak-Tahun-2014.jpg)