Morowali Hari Ini
Diduga Dampak Tambang, Petani Tambak Solonsa Jaya Terpaksa Jual Rumah untuk Bertahan
Para petani tambak di Solonsa Jaya sebelumnya sangat bergantung pada hasil tambak sebagai sumber penghasilan utama.
Penulis: Ismet Togean 20 | Editor: Fadhila Amalia
Ringkasan Berita:
- Petani tambak di Desa Solonsa Jaya, Morowali, menghadapi kesulitan ekonomi akibat penurunan hasil tambak sejak 2019 yang diduga terkait aktivitas pertambangan di sekitar wilayah mereka.
- Beberapa petani terpaksa menjual rumah dan mencari sumber penghasilan lain untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.
- Harapan Petani: Para petani meminta perhatian dan solusi serius dari pemerintah agar usaha tambak mereka bisa kembali normal dan kerugian yang dialami dapat diatasi.
Laporan Wartawan Tribunpalu.com, Ismet
TRIBUNPALU.COM, MOROWALI - Kerugian dialami petani tambak di Desa Solonsa Jaya, Kecamatan Witaponda, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, akibat dugaan dampak aktivitas pertambangan disebut semakin memberatkan kondisi ekonomi para petani.
Ketua Petani Tambak Solonsa Jaya, Baso Sulaemana, mengatakan kerugian yang terjadi sejak beberapa tahun terakhir membuat sebagian petani kesulitan memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.
Baca juga: Prediksi Skor Arema FC vs Bali United Malam Ini: Tuan Rumah Menang di Kandang Sendiri?
Bahkan, menurutnya, ada petani tambak yang terpaksa menjual rumah mereka untuk bertahan akibat kerugian yang terus dialami dari usaha tambak.
“Sampai hari ini karena banyaknya kerugian yang kami alami, ada juga teman-teman petani tambak yang terpaksa menjual rumahnya,” ujar Baso Sulaemana saat diwawancarai Tribunpalu.com, Kamis (5/3/2026).
Ia menjelaskan, para petani tambak di Desa Solonsa Jaya sebelumnya sangat bergantung pada hasil tambak sebagai sumber penghasilan utama.
Namun sejak tahun 2019, para petani mengaku mulai merasakan perubahan kondisi air yang berdampak pada penurunan hasil produksi tambak mereka.
Kondisi tersebut diduga berkaitan dengan aktivitas pertambangan di sekitar wilayah tambak warga.
Baca juga: Arief Ibrahim: DPRD Morut Siap Bekerja Sama dengan Ombudsman dan Komnas HAM
Akibatnya, hasil produksi tambak yang sebelumnya menjadi sumber penghasilan utama kini menurun drastis dan berdampak pada kondisi ekonomi ratusan petani yang menggantungkan hidup dari usaha tersebut.
Menurut Baso Sulaemana, situasi ini membuat sebagian petani terpaksa mencari cara lain untuk memenuhi kebutuhan hidup, termasuk menjual aset yang mereka miliki.
Baca juga: Arief Ibrahim Tekankan Maksimalkan Pelayanan Kesehatan di Morowali Utara
Karena itu, para petani berharap pemerintah dapat memberikan perhatian serius terhadap persoalan yang mereka alami dan membantu mencarikan solusi agar usaha tambak mereka dapat kembali berjalan normal.
“Kami hanya berharap ada perhatian dari pemerintah supaya persoalan ini bisa diselesaikan dan petani tambak tidak terus mengalami kerugian,” pungkasnya.(*)
| Pemkab Morowali Perkuat Dukungan ke Polres, Iriane Iliyas Soroti Keamanan Daerah |
|
|---|
| Polres Morowali Tambah Fasilitas, Wabup Iriane Dukung Keamanan dan Pembangunan |
|
|---|
| Wabup Morowali Iriane Iliyas Serahkan Satu Unit Bus untuk Dukung Operasional Kepolisian |
|
|---|
| Irjen Endi Sutendi: Situasi Aman Jadi Kunci Pertumbuhan Ekonomi Morowali |
|
|---|
| Kunker di Morowali, Kapolda Sulteng Resmikan Lima Gedung Baru di Polres Morowali |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palu/foto/bank/originals/Petani-tambak-di-Desa-Solonsa-Jaya-Morowali-3.jpg)