Idulfitri 2026
Wagub Sulteng Sidak Pasar di Kota Palu Jelang Idulfitri, Temukan Daging dan Beras Naik Harga
Berdasarkan hasil pengecekan di Gudang Bulog, harga beras relatif stabil dengan kenaikan kecil berkisar Rp500 hingga Rp1.000.
Ringkasan Berita:
- Kegiatan itu berlangsung di Pasar Manonda, Pasar Masomba, serta Gudang Bulog Kota Palu.
- Misinya, memastikan stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok bagi masyarakat menjelang Lebaran.
- Kegiatan yang diikuti Anggota DPRD Sulteng Henri Kusuma Muhidin itu menemukan beberapa komoditas yang naik harga akibat keterbatasan pasokan.
TRIBUNPALU.COM, PALU - Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, Reny A Lamadjido, meninjau pasar dan gudang Bulog dalam rangka pengendalian inflasi menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idulfitri 1447 Hijriah, Selasa (17/3/2026).
Kegiatan itu berlangsung di Pasar Manonda, Pasar Masomba, serta Gudang Bulog Kota Palu.
Misinya, memastikan stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok bagi masyarakat menjelang Lebaran.
Kegiatan yang diikuti Anggota DPRD Sulteng Henri Kusuma Muhidin itu menemukan beberapa komoditas yang naik harga akibat keterbatasan pasokan.
Di antaranya daging sapi yang mengalami kenaikan dari Rp135.000 per kilogram menjadi Rp150.000 per kilogram karena pasokan yang masuk ke pasar masih terbatas.
Selain itu, harga ayam potong juga mengalami kenaikan dari sebelumnya sekitar Rp65.000-Rp.70.000 menjadi Rp85.000 per ekor.
Baca juga: Dorong Ketersediaan, Wakil Bupati Parigi Moutong Upayakan Perluasan Kamar Daging di Pasar Sentral
Meski demikian, wakil gubernur memastikan ketersediaan stok bahan pokok strategis masih dalam kondisi aman.
Berdasarkan hasil pengecekan di Gudang Bulog, harga beras relatif stabil dengan kenaikan kecil berkisar Rp500 hingga Rp1.000.
Sementara itu, stok beras yang tersedia mencapai sekitar 35.000 ton, yang diperkirakan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama 5 hingga 6 bulan ke depan.
Tidak hanya beras, ketersediaan minyak goreng “Minyak Kita” juga dipastikan masih mencukupi.
Saat ini terdapat stok sekitar 120.000 liter yang diperkirakan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat selama 3 hingga 4 bulan ke depan.
Baca juga: Pemprov Sulteng Buka 10 Kuota Program Pendidikan Dokter Spesialis, Mahasiswa Tak Perlu Keluar Daerah
Reny A Lamadjido menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah sangat serius dan intens dalam mengendalikan laju inflasi, khususnya menjelang Hari Raya Idul Fitri yang biasanya diikuti peningkatan permintaan bahan pokok.
“Menjelang Lebaran, kami bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah turun langsung ke lapangan untuk melihat kondisi harga yang dijual kepada masyarakat. Pemerintah ingin memastikan harga tetap terkendali dan stok pangan tersedia,” ujar Reny.
Sidak tersebut turut dihadiri Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setdaprov Sulteng Rudi Dewanto, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sulawesi Tengah Muhamad Irfan Sukarna.
Ada juga Perwakilan Perum Bulog, BPS, Unsur Forkopimda, serta sejumlah Perangkat Daerah terkait yang tergabung dalam Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID).(*)
| Personel Gabungan Kawal Kedatangan KM Dorolonda Pelabuhan Pantoloan, Amankan Arus Balik Lebaran 2026 |
|
|---|
| Libur Idulfitri, Satgas Ketupat Tinombala Intensifkan Patroli di Objek Wisata Kota Palu |
|
|---|
| Momen Idulfitri, Gubernur Sulteng Halal Bihalal Bersama Warga di Rujab Siranindi |
|
|---|
| Hilal 1 Syawal Tak Terlihat di Donggala, Kemenag Sulteng: Belum Penuhi Kriteria |
|
|---|
| Erwin Burase dan Wabup Parigi Moutong Dijadwalkan Salat Id di Halaman Kantor Bupati |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palu/foto/bank/originals/Reny-dan-Henri-Sidak-Pasar-2026.jpg)