Parigi Moutong Hari Ini
Pantai Siendeng Jadi Lokasi Melasti 2026 Parigi Moutong
Mereka mengenakan pakaian adat berwarna putih dan kuning, lengkap dengan selendang yang digerakkan selaras mengikuti irama.
Ringkasan Berita:
TRIBUNPALU.COM, PARIGI MOUTONG – Pelaksaanan melasti di Pantai Desa Siendeng, Kecamatan Bolano Lambunu, Kabupaten Parigi Moutong, Selasa (17/3/2026).
Upacara ini merupakan rangkaian persiapan menjelang perayaan Hari Raya Nyepi yang akan jatuh pada Kamis, 19 Maret 2026.
Nyepi tahun ini menandai masuknya Tahun Baru Saka 1948 bagi umat Hindu, yang dirayakan dengan suasana hening dan penuh makna spiritual.
Di tengah suasana khidmat, sekelompok perempuan tampil menari dengan gerakan lembut dan beriringan.
Mereka mengenakan pakaian adat berwarna putih dan kuning, lengkap dengan selendang yang digerakkan selaras mengikuti irama.
Gerakan para penari tampak sarat makna. Langkah perlahan, ayunan tangan, hingga formasi berbaris mencerminkan penghormatan dan ketulusan dalam mempersembahkan bhakti kepada Sang Pencipta.
• Prediksi Skor Chelsea vs PSG di Leg Kedua Liga Champions: Tuan Rumah Bisa Membuat Keajaiban?
Tarian tersebut bukan sekadar hiburan, melainkan bagian dari rangkaian upacara suci.
Dalam tradisi Hindu, tarian sakral menjadi media persembahan yang menyatu dengan ritual keagamaan.
Di sekitar lokasi, ratusan umat Hindu duduk bersila mengikuti jalannya prosesi.
Mereka menyaksikan tarian dengan penuh khusyuk, tanpa riuh, menjaga suasana tetap sakral.
Warna putih yang dikenakan penari melambangkan kesucian, sementara kain kuning identik dengan kemuliaan dan penghormatan.
Perpaduan warna ini memperkuat nuansa spiritual dalam setiap gerakan.
Tak hanya itu, selendang yang digunakan penari menjadi simbol keindahan dan keseimbangan.
Setiap gerakan selendang seolah mengalir mengikuti doa yang dipanjatkan umat.
Di lokasi, hiasan penjor yang menjulang serta payung warna-warni menambah kekayaan visual dalam prosesi tersebut.
Laut yang menjadi latar belakang turut memperkuat makna penyucian dalam ritual Melasti.
Baca juga: Kapolda Sulteng Tinjau Pos Terpadu Operasi Ketupat di Morowali Jelang Mudik Lebaran 2026
Menariknya, tidak semua pelaksanaan Melasti di luar Bali menghadirkan unsur tarian sakral.
Kehadiran tarian di Pantai Siendeng menjadi daya tarik tersendiri, sekaligus memperkaya nilai budaya dalam ritual tersebut.
Bagi umat Hindu, Melasti bukan hanya tentang penyucian diri, tetapi juga momentum memperkuat hubungan spiritual melalui berbagai bentuk persembahan, termasuk seni tari.
Kehadiran tarian sakral ini menjadi bukti bahwa budaya dan agama berjalan beriringan, membentuk harmoni dalam setiap rangkaian upacara.
Melasti di Pantai Siendeng tidak hanya menghadirkan kekhidmatan ritual, tetapi juga meninggalkan kesan mendalam tentang bagaimana seni dan spiritualitas menyatu dalam satu ruang yang sama. (*)
| Ketua DPRD Parimo Sebut Jembatan Rusak di Balinggi Jati Sudah Masuk Rencana Perbaikan |
|
|---|
| RSUD Anuntaloko Parigi Moutong Disidak, Fasilitas dan Kebersihan Dinilai Memprihatinkan |
|
|---|
| Dusun 5 Desa Salepae Parimo Diterjang Banjir, Perbaikan Tanggul Jadi Kebutuhan Mendesak |
|
|---|
| Banjir Rendam 4 Rumah di Dusun 5 Desa Salepae Parigi Moutong |
|
|---|
| Gubernur Sulteng Dorong Pembangunan dan Investasi di Parigi Moutong |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palu/foto/bank/originals/HSA89F-HS89A-HFSA89F-HS89AFSA.jpg)