Jumat, 24 April 2026

Donggala Hari Ini

Disdikpora Donggala Fokus Benahi Dapodik dan Kompetensi Guru Tingkatkan Mutu Pendidikan

Selain itu, pihaknya akan melakukan asesmen terhadap guru dan kepala sekolah untuk mengetahui tingkat kompetensi.

Penulis: Misna Jayanti | Editor: Regina Goldie
TribunPalu.com/Misna Jayanti
Kepala Disdikpora Donggala, Ansyar Sutiadi. 
Ringkasan Berita:
  • Disdikpora Donggala menyiapkan program prioritas untuk meningkatkan mutu pendidikan.
  • Fokus pada pembenahan sistem dan peningkatan kualitas tenaga pendidik.
  • Kepala Disdikpora, Ansyar Sutiadi, menekankan pentingnya validitas Data Pokok Pendidikan (Dapodik).
  • Dapodik menjadi dasar utama dalam perencanaan program seperti revitalisasi sekolah.

Laporan Wartawan TribunPalu, Misna Jayanti

TRIBUNPALU.COM, DONGGALA - Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Donggala menyiapkan sejumlah program prioritas untuk mendorong peningkatan mutu pendidikan.

Fokus utama diarahkan pada pembenahan sistem dan peningkatan kualitas sumber daya tenaga pendidik.

Kepala Disdikpora Donggala, Ansyar Sutiadi, mengatakan validitas Data Pokok Pendidikan (Dapodik) menjadi dasar penting dalam perencanaan program.

“Penekanannya sangat jelas. Kita ingin validitas Dapodik, karena itu satu-satunya data pendidikan untuk menentukan program, seperti revitalisasi sekolah dan kegiatan lainnya,” ujarnya Rabu (25/3/2026).

Selain itu, pihaknya akan melakukan asesmen terhadap guru dan kepala sekolah untuk mengetahui tingkat kompetensi.

“Kita akan asesmen guru dan kepala sekolah, termasuk yang masih dijabat pelaksana tugas (Plt) dan yang masa jabatannya sudah selesai sesuai regulasi,” jelas Ansyar.

Baca juga: Rayakan Idulfitri 1447 Hijriah, GEM Grup Perkuat Kebersamaan dan Kolaborasi bersama Masyarakat

Disdikpora juga menjalankan program pemetaan domisili tenaga pendidik guna mendukung penataan distribusi.

Pendataan dilakukan secara daring untuk mengetahui lokasi tempat tinggal dan tempat tugas guru.

Di sisi lain, digitalisasi layanan kepegawaian mulai didorong agar proses administrasi lebih efisien.

“Kadang harus menginap sampai dua atau tiga hari. Ini tentu merugikan, baik dari sisi waktu mengajar maupun biaya,” ungkapnya.

Program digitalisasi tersebut ditargetkan mulai berjalan pada peringatan Hari Pendidikan Nasional, 2 Mei 2026.

“Targetnya tiga besar. Karena itu kami dorong sekolah agar siap, terutama dalam peningkatan literasi dan numerasi siswa,” tegas Ansyar. (*)

 

Sumber: Tribun Palu
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved