Sulteng Hari Ini
Hingga Maret 2026, 4.981 Ternak di Sulteng Sudah Divaksin PMK
Disbunak Sulteng juga melakukan pengawasan di lapangan melalui tim teknis yang disebar di kabupaten dan kota.
Penulis: Zulfadli | Editor: Fadhila Amalia
Ringkasan Berita:
- Hingga Maret 2026, sebanyak 4.981 ekor hewan ternak di Sulawesi Tengah telah menjalani vaksinasi PMK, mencakup vaksinasi pemerintah dan mandiri oleh peternak.
- Dari 3.157 ekor sapi yang divaksin melalui program APBN, Kabupaten Donggala mencatat jumlah tertinggi sebanyak 1.460 ekor, diikuti Poso, Buol, Tojo Una-Una, dan Banggai.
- Disbunak Sulteng menekankan pentingnya vaksinasi, kesehatan hewan, dan pengawasan pemotongan kurban untuk memastikan daging aman dikonsumsi masyarakat.
Laporan Wartawan TribunPalu.com, Zulfadli
TRIBUNPALU.COM, PALU – Sebanyak 4.981 ekor hewan ternak di Provinsi Sulawesi Tengah telah menjalani vaksinasi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) hingga Maret 2026.
Capaian tersebut merupakan akumulasi vaksinasi dari program pemerintah dan vaksinasi mandiri yang dilakukan oleh peternak maupun pelaku usaha.
Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (Keswan dan Kesmavet) Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunak) Sulteng, Dandy Alfita, mengatakan data tersebut bersifat dinamis karena terus diperbarui melalui sistem pelaporan.
Baca juga: Kasus Suspek Campak di Sulteng Capai 895, Dinkes Pastikan Logistik Vaksin Aman
“Realisasi sampai bulan Maret sekitar 4.981 ekor atau hampir 5 ribu ekor. Data ini bergerak dinamis karena terinput dalam aplikasi,” ujarnya, Jumat (10/4/2026).
Berdasarkan data Disbunak Sulteng, vaksinasi yang bersumber dari APBN periode Januari–Maret 2026 menyasar 3.157 ekor sapi di sejumlah kabupaten.
Kabupaten Donggala mencatat capaian tertinggi dengan 1.460 ekor sapi, disusul Poso sebanyak 500 ekor, Buol 502 ekor, Tojo Una-Una 498 ekor, serta Banggai dengan total 197 ekor.
Selain itu, vaksinasi mandiri turut menyumbang angka signifikan, yakni 1.824 ekor ternak, terdiri dari 1.624 ekor sapi dan 200 ekor kambing.
Vaksinasi mandiri ini umumnya dilakukan untuk mendukung kebutuhan lalu lintas ternak, termasuk pengiriman hewan ke luar daerah.
Baca juga: Warga Sulteng Terima Cek Kesehatan Gratis di HUT Provinsi
Dandy menjelaskan, upaya vaksinasi terus digencarkan sebagai langkah antisipasi terhadap penyebaran PMK yang mulai kembali muncul di sejumlah wilayah di Indonesia.
Ia menekankan pentingnya peran peternak dalam menjaga kesehatan hewan, terutama menjelang Hari Raya Idul Adha.
“Peternak diharapkan menjaga kondisi hewan, baik dari segi pakan maupun kesehatan, serta tetap melakukan vaksinasi PMK untuk mencegah penyebaran penyakit,” jelasnya.
Selain vaksinasi, Disbunak Sulteng juga melakukan pengawasan di lapangan melalui tim teknis yang disebar di kabupaten dan kota.
Baca juga: Respon Istri Virgoun Usai Foto Kehamilannya Ramai, Tulis Pesan Haru untuk Calon Bayi
Pengawasan tersebut mencakup pemeriksaan kesehatan hewan hingga pemantauan di lokasi pemotongan hewan kurban.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan hewan yang disembelih dalam kondisi sehat dan daging yang dibagikan kepada masyarakat aman dikonsumsi.(*)
| Sulteng Jadi Provinsi ke-27 Laksanakan Operasi Bedah Jantung, Target Tiga Bypass per Bulan |
|
|---|
| Sulawesi Tengah Catat Sejarah, RSUD Undata Palu Gelar Operasi Jantung Terbuka Perdana |
|
|---|
| RSUD Undata Palu Lakukan Operasi Jantung Terbuka Perdana, Dua Pasien Sukses Dioperasi |
|
|---|
| Komisi VIII DPR RI Dorong Mitigasi Bencana dan Kesehatan Anak di Sulteng |
|
|---|
| Pemprov Sulteng Gandeng Komisi VIII DPR RI Perkuat Penanganan Bencana dan Wabah Campak |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palu/foto/bank/originals/Dandy-Alfita-65876.jpg)