Sabtu, 18 April 2026

Sulteng Hari Ini

Suspek Campak di Sulteng Turun Jadi 53 Kasus, Dinkes Imbau Jaga PHBS dan Lengkapi Vaksin

Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Sulawesi Tengah mencatat penurunan jumlah suspek campak pada minggu ke-14 tahun 2026.

Penulis: Zulfadli | Editor: Lisna Ali
TribunPalu/Zulfadli
KASUS CAMPAK - Ketua Tim Kerja Surveilans dan Imunisasi Dinkes Sulteng, Ahsan saat ditemui di ruang kerjanya, Jl Kartini, Kelurahan Lolu Selatan, Kecamatan Palu Selatan, Kota Palu, Jumat (17/4/2026). 

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Zulfadli

TRIBUNPALU.COM, PALU Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Sulawesi Tengah mencatat penurunan jumlah suspek campak pada minggu ke-14 tahun 2026.

Ketua Tim Kerja Surveilans dan Imunisasi Dinkes Sulteng, Ahsan, mengatakan tren penurunan kasus terjadi secara bertahap dalam beberapa pekan terakhir.

“Berdasarkan laporan yang ada, kasus campak di Sulawesi Tengah dari minggu ke minggu mengalami penurunan,” ujar Ahsan saat ditemui di ruang kerjanya, Jl Kartini, Kelurahan Lolu Selatan, Kecamatan Palu Selatan, Kota Palu, Jumat (17/4/2026).

Ia menjelaskan, pada minggu ke-14 tercatat sebanyak 53 suspek campak

Angka tersebut menurun dibandingkan minggu ke-13 yang mencapai 99 suspek, serta minggu ke-12 dengan 115 suspek.

Menurut Ahsan, penurunan tersebut dipengaruhi oleh berbagai upaya penanggulangan yang dilakukan pemerintah, termasuk pelaksanaan imunisasi kejar dan Outbreak Response Immunization (ORI) bagi anak usia 9 hingga 59 bulan.

“Penurunan ini terjadi karena kami telah melakukan penanggulangan kasus KLB melalui imunisasi kejar dan ORI,” jelasnya.

Baca juga: Berapa Gaji Manajer Kopdes Merah Putih? Buka 30.000 Formasi, Cek Gaji Ketua hingga Sekretaris

Selain itu, pemerintah juga menggencarkan pemberian vaksin MR kepada tenaga kesehatan guna memutus rantai penularan di fasilitas pelayanan kesehatan.

Meski demikian, Ahsan menyebutkan pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium terhadap sejumlah spesimen yang telah dikirim untuk memastikan status kasus.

“Untuk hasil konfirmasi, kami masih menunggu pemeriksaan spesimen yang dikirim ke Surabaya,” katanya.

Baca juga: PAD Minim, Pengelolaan Parkir di RSUD Luwuk Disoroti

Secara kumulatif, jumlah suspek dan kasus campak terkonfirmasi di Sulawesi Tengah sejak Januari hingga April 2026 tercatat mencapai 913 kasus.

Pemerintah daerah saat ini terus melakukan pemantauan serta menggencarkan imunisasi tambahan di sejumlah wilayah guna menekan penyebaran dan mencegah meluasnya kasus.

Dinkes Sulteng juga mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) sebagai langkah pencegahan.

“Jika mengalami gejala campak, segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan. Bagi orang tua yang memiliki balita, pastikan imunisasi anak lengkap sesuai usia,” imbau Ahsan.

Ia juga meminta dukungan dari tokoh masyarakat, tokoh adat, serta pemerintah setempat untuk mendorong cakupan imunisasi, khususnya bagi anak usia 9 hingga 59 bulan di wilayah yang terdampak kasus.(*)

 

Sumber: Tribun Palu
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved